alexametrics

Dampak Corona, Ujian Skripsi Mahasiswa UGM Terpaksa Online

loading...
Dampak Corona, Ujian Skripsi Mahasiswa UGM Terpaksa Online
Dampak Corona, Ujian Skripsi Mahasiswa UGM Terpaksa Online
A+ A-
YOGYAKARTA - Efek makin meluasnya penyebaran virus corona membuat proses belajar mengajar juga harus dilakuan tanpa tatap muka alias online atau daring. Demikian juga saat ujian skripsi.

Seperti yang dialami Hanin Nyssa Mifta Amany, mahasiswa program studi S1 Matematika, Fakultas Matematika dan Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. (Baca juga: Dapatkah Wabah COVID-19 Meniadakan Ibadah Haji di Arab Saudi?)

Hanin mempertahankan skripsinya di depan dosen penguji pada Kamis (26/3/2020). Selain harus mempersiapkan diri menguasai materi skripsi, mahasiswa semester VIII ini juga harus mempersipakan jaringan iternet yang baik. Hal itu lantaran di rumahnya Semuten, Jatimulyo, Dlingo, Bantul jaringan naik turun internet tidak lancar, dirinya terpaksa harus mengungsi cari sinyak internet yang bagus ke tempat saudaranya.



Ujian dimulai sekitar pukul 10.30 WIB dan berakhir pukul 13.05 WIB. Hanin mengaku awalnya dia kawatir jaringan internetnya ngadat. Namun saat ujian justru ada dosen penguji yang sinyalnya tidak lancar. “Salah satu penguji tidak mendegar suara saya, tapi penguji yang lain mendengar dengan lancar. Mesi demikian Alhamdulillah semua lancar,” terangnya.

Hanin mengaku lega, ujian skripsi yang telah dipersiapkan lama telah dilaluinya meski dalam suasana duka akibat pandemi corona. Berbeda dengan ujian skripsi teman-temanya dulu, ujian kali ini Hanin hanya ditunggui ibu dan saudaranya. Tak ada teman, hadiah apalagi spanduk ucapan selamat seperti teman-temannya yang lain.

“Senang tapi ada sedihnya sedikit. Senangnya meski ditengah serbuan wabah ujian saya bisa berjalan lancar, sedihnya tak ada teman-teman yang ikut menunggui. Tak ada makanan, bunga hadiah dari teman. Tak juga keliatan spanduk gokil dari teman-teman,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Bagian Humas dan Protokol UGM, Iva Ariani mengakuai secara umum, memang perkuliahan tatap muka lebih efektif, lebih nyaman dan lebih enak baik itu bagi dosen mauun bagi mahasiswa. Meski demikian dalam kondisi seperti ini media pembelajaran daring memang menjadi solusi yang paling tepat agar kegiatan belajar mengajar bisa tetap berjalan lancar.



“Selama ini perkulihan daring di UGM berjalan lancar, meskipun tidak semua dosen menggunakan jalur ini karena nanti tergantung mata kuliah dan pertimbangan khusus dari masing-masing dosen,” terangya.

Dalam kesempatan itu Iva juga berpesan kapada para mahasiswa untuk tertib mengikui imbauan kampusa dan pemerintah untuk tidak keluar rumah maupun kos. “Kita harus menjadi contoh bagi masyarakat sekitar utk mematuhi anjuran di rumah aja. Lakukan kegiatan bermanfaat dari rumah atau kamar kos,” terangnya.
(shf)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak