Pemkab Pangandaran Awasi Warga yang Datang dari Luar Negeri dan Daerah Terpapar Virus Corona
Kamis, 26 Maret 2020 - 06:54 WIB
Pemkab Pangandaran Awasi Warga yang Datang dari Luar Negeri dan Daerah Terpapar Virus Corona
A
A
A
PANGANDARAN - Pemerintah Kabupaten Pangandaran akan mengawasi warganya yang baru pulang berkunjung dari luar negeri dan daerah yang terpapar virus corona atau Covid-19.
Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata mengatakan, langkah pengawasan tersebut sebagai upaya serius dalam pencegahan penyebaran Covid-19. "Pemkab Pangandaran tidak akan izinkan mereka yang sudah berkunjung ke luar Negeri dan datang dari daerah terpapar virus corona keluar rumah selama 14 hari," kata Jeje, Rabu (25/3/2020).
Hingga saat ini, belum ditemukan pasien positif Covid-19 di Kabupaten Pangandaran. "Meskipun demikian, Pemkab Pangandaran akan melakukan langkah sistematis sebagai upaya serius dalam pencegahan penyebaran Covid-19," tambahnya.
Pengawasan kepada mereka yang sudah berkunjung ke luar negeri dan daerah terpapar Virus Corona akan diawasi oleh Babinsa dan Babinkabtimas. "Ketua RT dan RW juga Pemerintah Desa harus pro aktif untuk melaporkan perkembangannya," jelas Jeje.
Jeje menjelaskan, petugas juga akan melakukan penyemprotan disinfektan besar-besaran ke masyarakat. Saat ini Pemkab Pangandaran telah menyiapkan 4000 liter disinfektan."Perkantoran pelayanan publik akan disediakan bilik sterilisasi atau sterillization chamber dan sudah disiapkan 24 unit," terangnya.
Pemkab Pangandaran juga sedang menyiapkan ruang isolasi dengan kapasitas dua orang, jika ada warga yang sudah status PDP sebelum dibawa ke rumah sakit rujukan. "Kami bersyukur hingga saat ini di Kabupaten Pangandaran belum ada warga yang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP)," ungkapnya.
Untuk angkutan umum antar Kota antar Provinsi serta penumpangnya juga akan diperiksa dan kendaraannya akan di sterilisasi dengan penyemprotan disinfektan.
Jeje meminta masyarakat Pangandaran untuk mendukung upaya social distancing yang dilakukan Pemerintah.
Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran yang merangkap Juru Bicara Covid-19 Kabupaten Pangandaran, Yani Achmad Marzuki mengatakan, belum ditemukan pasien positif Virus Corona atau Covid-19 di Pangandaran. "Hingga pukul 13.00 WIB hari ini belum ditemukan satu pun Covid-19 yang positif di Pangandaran," katanya.
Begitupula, pasien dalam pengawasan (PDP) nihil, sedangkan orang dalam pemantauan (ODP) 55 orang. "Seseorang dikategorikan ODP apabila 14 hari sebelum sakit dia memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di area transmisi (penularan) di luar atau area transmisi lokal di dalam Negeri," tambahnya.
Ciri orang tersebut menunjukkan gejala Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) yakni demam (38ºC), atau riwayat demam yang disertai salah satu gejala, tanda penyakit pernafasan seperti batuk, sesak, sakit tengorokan, pilek, pneumonia ringan hingga berat.
Sedangkan status PDP yaitu seseorang yang memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di luar Negeri yang melaporkan trasmisi lokal, atau memiliki riwayat perjalanan atau tinnggal di area transmisi lokal di Indonesia. Kemudian dia mengalami demam (38ºC) atau riwayat demam, atau gejala gangguan sistem pernafasan seperti pilek, sakit tenggorokan, batuk.
"Kita berdoa dan terus berikhtiar agar tidak ada penduduk Pangandaran yang terpapar virus corona, saya mengimbau semua warga selalu berperilaku hidup bersih dan sehat serta cuci tangan pakai sabun di bawah air mengalir sesering mungkin,” ujarnya.
Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata mengatakan, langkah pengawasan tersebut sebagai upaya serius dalam pencegahan penyebaran Covid-19. "Pemkab Pangandaran tidak akan izinkan mereka yang sudah berkunjung ke luar Negeri dan datang dari daerah terpapar virus corona keluar rumah selama 14 hari," kata Jeje, Rabu (25/3/2020).
Hingga saat ini, belum ditemukan pasien positif Covid-19 di Kabupaten Pangandaran. "Meskipun demikian, Pemkab Pangandaran akan melakukan langkah sistematis sebagai upaya serius dalam pencegahan penyebaran Covid-19," tambahnya.
Pengawasan kepada mereka yang sudah berkunjung ke luar negeri dan daerah terpapar Virus Corona akan diawasi oleh Babinsa dan Babinkabtimas. "Ketua RT dan RW juga Pemerintah Desa harus pro aktif untuk melaporkan perkembangannya," jelas Jeje.
Jeje menjelaskan, petugas juga akan melakukan penyemprotan disinfektan besar-besaran ke masyarakat. Saat ini Pemkab Pangandaran telah menyiapkan 4000 liter disinfektan."Perkantoran pelayanan publik akan disediakan bilik sterilisasi atau sterillization chamber dan sudah disiapkan 24 unit," terangnya.
Pemkab Pangandaran juga sedang menyiapkan ruang isolasi dengan kapasitas dua orang, jika ada warga yang sudah status PDP sebelum dibawa ke rumah sakit rujukan. "Kami bersyukur hingga saat ini di Kabupaten Pangandaran belum ada warga yang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP)," ungkapnya.
Untuk angkutan umum antar Kota antar Provinsi serta penumpangnya juga akan diperiksa dan kendaraannya akan di sterilisasi dengan penyemprotan disinfektan.
Jeje meminta masyarakat Pangandaran untuk mendukung upaya social distancing yang dilakukan Pemerintah.
Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran yang merangkap Juru Bicara Covid-19 Kabupaten Pangandaran, Yani Achmad Marzuki mengatakan, belum ditemukan pasien positif Virus Corona atau Covid-19 di Pangandaran. "Hingga pukul 13.00 WIB hari ini belum ditemukan satu pun Covid-19 yang positif di Pangandaran," katanya.
Begitupula, pasien dalam pengawasan (PDP) nihil, sedangkan orang dalam pemantauan (ODP) 55 orang. "Seseorang dikategorikan ODP apabila 14 hari sebelum sakit dia memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di area transmisi (penularan) di luar atau area transmisi lokal di dalam Negeri," tambahnya.
Ciri orang tersebut menunjukkan gejala Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) yakni demam (38ºC), atau riwayat demam yang disertai salah satu gejala, tanda penyakit pernafasan seperti batuk, sesak, sakit tengorokan, pilek, pneumonia ringan hingga berat.
Sedangkan status PDP yaitu seseorang yang memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di luar Negeri yang melaporkan trasmisi lokal, atau memiliki riwayat perjalanan atau tinnggal di area transmisi lokal di Indonesia. Kemudian dia mengalami demam (38ºC) atau riwayat demam, atau gejala gangguan sistem pernafasan seperti pilek, sakit tenggorokan, batuk.
"Kita berdoa dan terus berikhtiar agar tidak ada penduduk Pangandaran yang terpapar virus corona, saya mengimbau semua warga selalu berperilaku hidup bersih dan sehat serta cuci tangan pakai sabun di bawah air mengalir sesering mungkin,” ujarnya.
(alf)