Objek Wisata Hutan Pinus Dlingo Bantul Ditutup Hingga Akhir Bulan

loading...
Objek Wisata Hutan Pinus Dlingo Bantul Ditutup Hingga Akhir Bulan
Objek Wisata Hutan Pinus Dlingo Bantul Ditutup Hingga Akhir Bulan
A+ A-
BANTUL - Pandemi virus Corona tak hanya berimbas pada masalah kesehatan. Sektor ekonomi juga terguncang, termasuk sektor pariwisata yang langsung merasakan dampaknya.

Kawasan Hutan Pinus Dlingo, Bantul, seperti Hutan Pinus Pengger, Becici, Pinus Sari, Seribu Bati dan lainnya ditutup selama masa tanggap darurat COVID-19.

“Demi alasan kemanusiaan. Demi mencegah penularan penyakit, sementara off dulu. Ini sudah hari ke-9 kami tutup, dan sampai tangal 31 Maret atau akhir bulan mendatang. Nanti akan kita evaluasi lagi,” terang Ketua Koperasi Noto Woo Mangunan, Purwo Harsono, Rabu (25/3/2020).



Koperasi Noto Wono membawahi pengelolaan sembilan objek wisata di Dlingo Bantul. Ipung, sapaan akrab Purwo Harsono, menyebut ada 10 kelompok wisata dengan jumlah anggota 681 anggota termasuk para pedagang yang menggantungkan hidupnya dari sektor wisata.

Selama wisata ditutup praktis pendapatan mereka terhenti. “Selama tutup kami tetap merawat dan menjaga kawasan sampai dibua nanti. Sesuai musyawarah juga disepakati bahwa tidak ada budget dikeluarkan untuk menanggung anggota. Karena pemasukan juga tidak ada,” terangnya.

Untuk diketahui Pemda DIY memutuskan masa tangap daruta Corona mulai 20 Mei/2020 hingga 29 Mei 2020 mendatang.



Penetapan statustanggapdaruratini dituangkan dalam keputusan Gubernur DIY dengan nomor 65/KEP/2020. Hingga saat ini di DIY sudah ada enam orang dinyatakan positif corona dan satu orang dinyatakan sembuh.

Sementara itu tiga orang meninggal satu positif corona dan dua lainnya dalam status pasien dalam pemantauan (PDP).

(zil)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top