Hindari Penumpukan Parah, Operasional KRL Kembali Dibikin Normal
Senin, 23 Maret 2020 - 11:53 WIB
Hindari Penumpukan Parah, Operasional KRL Kembali Dibikin Normal
A
A
A
JAKARTA - PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) telah melakukan evaluasi atas penyesuaian jadwal operasional KRL Commuter Line yang berlangsung Senin (23/3/2020) pagi ini. Dari hasil evaluasi, jadwal KRL akan kembali normal mulai sore ini pukul 15.00 WIB dan berlanjut normal hingga seterusnya.
VP Corporate Communications PT KCI Anne Purba mengatakan, dengan normalisasi jadwal ini, KRL akan kembali beroperasi melayani 991 perjalanan per hari mulai pukul 04.00-24.00 WIB. Hal ini berlaku untuk seluruh 80 stasiun dan seluruh rute KRL.
"Dengan normalisasi jadwal ini, kami menghimbau pengguna untuk tetap beraktivitas dari rumah, kecuali kegiatan yang sangat perlu dan mendesak. Jadwal KRL kembali normal tidak untuk dimanfaatkan bepergian dengan tujuan-tujuan yang tidak mendesak," ujar Anne dalam siaran tertulis yang diterima SINDOnews pada Senin (23/53/2020).
Sebelumnya PT KCI telah melakukan berbagai upaya untuk mencegah penyebaran virus corona pada transportasi publik, khususnya KRL Commuter Line. Upaya tersebut termasuk pembersihan kereta secara intensif dengan disinfektan, pengukuran suhu tubuh pengguna, penyediaan hand sanitizer di kereta dan stasiun hingga lebih dari 2.000 botol. Selanjutnya beberapa stasiun juga mulai tersedia tempat cuci tangan selain di toilet, bagi pengguna untuk digunakan sebelum maupun sesudah menggunakan KRL.
Penerapan jarak sosial di stasiun dan kereta juga dilakukan di dalam stasiun dan kereta. Di dalam stasiun, PT KCI bersama KAI membuat garis batas antrian di loket, gate, dan sebelum pemeriksaan suhu tubuh. (Baca: Operasional KRL Dibatasi, Kepadatan Penumpang di Dalam Gerbong Tak Terhindarkan)
Sementara itu, Anggota Komisi V DPR RI Rifqinizamy Karsayuda mengaku telah menghubungi Direktur PT KAI Edi Sukmoro agar mengembalikan jadwal operasional KRL Commuter Line kembali normal seperti biasa karena kebijakan WFH belum berjalan efektif.
Pihak KAI pun menyanggupi permintaan tersebut. "Tadi begitu saya terima video kondisi di KRL, saya langsung telepon Dirut KAI Pak Edi, dan beliau prinsipnya menyatakan siap mengembalikan ke jadwal normal," kata Rifqi, Senin (23/3/2020).
Namun, KAI juga akan memberlakukan penataan jarak antarpenumpang. "Nah itu tentu akan sulit dilakukan pada jam-jam sibuk kerja karena itu kemudian KAI juga meminta tolong melalui kami di DPR agar terutama pihak-pihak swasta itu mengikuti imbauan dari pemerintah agar mengedepankan bekerja dari rumah," tutur politikus PDIP ini.
Bagi perusahaan yang memang tidak bisa mengikuti kebijakan WFH maka perlu untuk mengatur sistem kerja secara bergantian.
bersih dan sehat.
VP Corporate Communications PT KCI Anne Purba mengatakan, dengan normalisasi jadwal ini, KRL akan kembali beroperasi melayani 991 perjalanan per hari mulai pukul 04.00-24.00 WIB. Hal ini berlaku untuk seluruh 80 stasiun dan seluruh rute KRL.
"Dengan normalisasi jadwal ini, kami menghimbau pengguna untuk tetap beraktivitas dari rumah, kecuali kegiatan yang sangat perlu dan mendesak. Jadwal KRL kembali normal tidak untuk dimanfaatkan bepergian dengan tujuan-tujuan yang tidak mendesak," ujar Anne dalam siaran tertulis yang diterima SINDOnews pada Senin (23/53/2020).
Sebelumnya PT KCI telah melakukan berbagai upaya untuk mencegah penyebaran virus corona pada transportasi publik, khususnya KRL Commuter Line. Upaya tersebut termasuk pembersihan kereta secara intensif dengan disinfektan, pengukuran suhu tubuh pengguna, penyediaan hand sanitizer di kereta dan stasiun hingga lebih dari 2.000 botol. Selanjutnya beberapa stasiun juga mulai tersedia tempat cuci tangan selain di toilet, bagi pengguna untuk digunakan sebelum maupun sesudah menggunakan KRL.
Penerapan jarak sosial di stasiun dan kereta juga dilakukan di dalam stasiun dan kereta. Di dalam stasiun, PT KCI bersama KAI membuat garis batas antrian di loket, gate, dan sebelum pemeriksaan suhu tubuh. (Baca: Operasional KRL Dibatasi, Kepadatan Penumpang di Dalam Gerbong Tak Terhindarkan)
Sementara itu, Anggota Komisi V DPR RI Rifqinizamy Karsayuda mengaku telah menghubungi Direktur PT KAI Edi Sukmoro agar mengembalikan jadwal operasional KRL Commuter Line kembali normal seperti biasa karena kebijakan WFH belum berjalan efektif.
Pihak KAI pun menyanggupi permintaan tersebut. "Tadi begitu saya terima video kondisi di KRL, saya langsung telepon Dirut KAI Pak Edi, dan beliau prinsipnya menyatakan siap mengembalikan ke jadwal normal," kata Rifqi, Senin (23/3/2020).
Namun, KAI juga akan memberlakukan penataan jarak antarpenumpang. "Nah itu tentu akan sulit dilakukan pada jam-jam sibuk kerja karena itu kemudian KAI juga meminta tolong melalui kami di DPR agar terutama pihak-pihak swasta itu mengikuti imbauan dari pemerintah agar mengedepankan bekerja dari rumah," tutur politikus PDIP ini.
Bagi perusahaan yang memang tidak bisa mengikuti kebijakan WFH maka perlu untuk mengatur sistem kerja secara bergantian.
bersih dan sehat.
(whb)