Pakar IT UII Nilai Diperlukan Peta Sebaran Virus Corona

Sabtu, 14 Maret 2020 - 16:46 WIB
Pakar IT UII Nilai Diperlukan...
Pakar IT UII Nilai Diperlukan Peta Sebaran Virus Corona
A A A
YOGYAKARTA - Pakar Teknologi Informasi Fakultas Teknologi Informasi (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Ismail mengatakan, keterbukaan tentang penyebaran virus Corona (COVID-19) bagi masyarakat sangat penting.

Sebab dengan mengetahui perkembangan penyebaran COVID-19, masyarakat dapat melakukan langkah-langkah antisipasi secara mandiri, menjaga diri, dan lingunganan dengan baik.

“Keterbukaan informasi tidak akan membuat masyarakat panik, justru memperkuat kepercayaan pada pemerintah. Untuk itu, masyarakat memerlukan informasi yang jelas dan terbuka mengenai virus Corona,” kata Dosen FTI UII soal pemanfaatan Big Data, Sabtu (14/3/2020).

Fahmi menjelaskan apa yang disampaikan berdasarkan data yang masuk dan diolahnya dari percakapan di media sosial. Khususnya yang menjadi perhatian serius masyarakat, yakni kepercayaan. Kepercayaan bisa positif, tapi juga dapat negatif.

Yang jelas, kepercayaan menduduki peringkat pertama. Kepanikan justru bukan menjadi hal yang utama dalam keseharian masyarakat. Prosentase percakapan yang menyinggung kepanikan jauh lebih sedikit dibandingkan kepercayaan.

“Untuk itu mendorong pemerintah agar terbuka menyampaikan informasi, sehingga masyarakat benar-benar memahami dan mengetahui yang harus dilakukan,” paparnya.

Namun keterbukaan tersebut tetap harus dari satu pintu seperti yang selama ini berlangsung. Tidak semua orang, dalam hal ini pemerintah daerah, bisa menyampaikan informasi terkait Corona. Informasi satu pintu menuntut Pemerintah Pusat memiliki data yang selalu baru dari
waktu ke waktu berdasarkan laporan dari daerah yang juga harus selalu terbaru.

''Idealnya informasi tentang virus Corona memang satu pintu, ada di Pemerintah Pusat,” tukasnya.

Menueutnya, berdasarkan data yang diperolehnya, sudah bisa dikategorikan yang menjadi kebutuhan masyarakat yang terjadi melalui percakapan di media sosial. Ini memberi gambaran mengenai langkah-langkah yang dapat dilakukan.
(zil)
Berita Terkait
Prodi Rekayasa Tekstil...
Prodi Rekayasa Tekstil UII Bikin Masker dan Baju Hazmat Antibakteri
Gelar Aksi Tabur Bunga,...
Gelar Aksi Tabur Bunga, Rektor UII Yogyakarta: Demokrasi telah Mati di Tangan Jokowi
Dosen UII Yogyakarta...
Dosen UII Yogyakarta Hilang setelah Kunjungi Norwegia, Seperti Ini Sososknya di Mata Warga
Pembuatan KTA, IKA UII-Bank...
Pembuatan KTA, IKA UII-Bank Mandiri Sepakati Kerja Sama
Ikut Demonstrasi Gejayan...
Ikut Demonstrasi Gejayan Memanggil, Guru Besar UII Sebut Sekarang Musim Gugur Demokrasi
Rektor UII Yogyakarta:...
Rektor UII Yogyakarta: Terjadi Kemunduran Demokrasi di Indonesia
Berita Terkini
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
5 jam yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
6 jam yang lalu
300 Siswa-Warga Dapatkan...
300 Siswa-Warga Dapatkan Pemeriksaan Mata dan Kacamata Gratis
6 jam yang lalu
Bongkar Gudang Penyimpanan...
Bongkar Gudang Penyimpanan Kosmetik Impor Ilegal di Tangerang, BPOM Ungkap Modus Operandi dan Peredaran
6 jam yang lalu
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
8 jam yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
10 jam yang lalu
Infografis
Peta Geopolitik 2025:...
Peta Geopolitik 2025: Tantangan Global Kian Kompleks
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved