alexametrics

Desa Wisata Perlu Diwujudkan Guna Menurunkan Tingkat Kemiskinan di Banyuasin

loading...
A+ A-
PANGKALAN BALAI - Berbagai cara dilakukan oleh Bupati Banyusin H Askolani guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Banyuasin, terutama di dalam menurunkan tingkat kemiskinan.

Indikator utama menurunkan tingkat kemiskinan masyarakat salah satunya dengan melakukan strategi mewujudkan bangkitan bangkitan wisata yang pada akhirnya dapat mengangkat pemberdayaan masyarakat dengan terbukanya peluang pekerjaan dan pendapatan masyarakat.

Hal ini disampaikan oleh Bupati Banyuasin Askolani melalui Kepala Bappeda litbang kabupaten Banyuasin Erwin Ibrahim pada bimtek pengembangan daya tarik wisata berbasis desa wisata kepada kepala desa dan pengelola BUMdes di lingkungan Kabupaten Banyuasin, Jumat (10/3/2020).



Menurut Erwin, tujuan dari pembentukan Desa Wisata adalah untuk meningkatkan posisi dan peran masyarakat sebagai subjek atau pelaku penting dalam pembangunan kepariwisataan, serta dapat bersinergi dan bermitra dengan pemangku kepentingan terkait dalam meningkatkan kualitas perkembangan kepariwisataan di daerah, membangun dan menumbuhkan sikap dan dukungan positif masyarakat sebagai tuan rumah melalui perwujudan nilai-nilai Sapta Pesona bagi tumbuh dan berkembangnya kepariwisataan di daerah dan manfaatnya bagi pembangunan daerah maupun kesejahteraan masyarakat dan memperkenalkan, melestarikan dan memanfaatkan potensi daya tarik wisata yang ada di masing-masing daerah.

Fungsi Desa Wisata merupakan sebagai wadah langsung bagi masyarakat akan kesadaran adanya potensi Wisata dan terciptanya Sapta Pesona di lingkungan wilayah di destinasi wisata dan sebagai unsur kemitran baik bagi Pemerintah propinsi maupun pemerintah daerah (kabupaten/kota) dalam upaya perwujudan dan pengembangan kepariwisataan di daerah.

Di Kabupaten Banyuasin sendiri ada beberapa titik wisata yang akan dikembangkan menjadi paket paket trip wisata Banyuasin, antara lain Desa Wisata Sungsang, Wisata Kampung Nelayan, Wisata Hutang Nipah Sungsang, Wisata Gajah Desa Air Gading, dan Wisata Kopi Liberia Muara Sugihan.

Semua lokasi tersebut harus dikelola, disusun, diviralkan dengan melibatkan multipihak secara konsisten dan komitmen, sehingga lokasi tersebut dapat memiliki nilai jual dan tentunya dapat menjadi peluang pemberdayaan bagi masyarakat desa.

Membangun desa wisata, tidak hanya bermodalkan pemandangan indah. Ada beberapa kritertia dan hal-hal penting yang harus diperhatikan. "Alam, budaya dan kreatif adalah modal untuk desa wisata,” kata Erwin.
(akn)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top