9 Regu Beradu Inovasi Cipta Menu di Festival Pangan
Rabu, 11 Maret 2020 - 21:29 WIB
9 Regu Beradu Inovasi Cipta Menu di Festival Pangan
A
A
A
KOTA GORONTALO - Sebanyak 9 regu dari berbagai organisasi wanita, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Gorontalo, beradu inovasi menu di festival pangan yang dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota Gorontalo Ryan F. Kono, di Gedung Bele Li Mbui, Rabu (11/3/2020).
Menurut Kepala Dinas Pangan Kota Gorontalo Tomy Jahja, kegiatan tersebut bagian dari rangkaian dalam menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) 292 Kota Gorontalo, yang jatuh pada 19 Maret mendatang.
"Selama empat tahun lamanya, sejak tahun 2017 sampai dengan tahun ini, program kegiatan ini terus mengalami peningkatan. Khususnya dari segi jumlah peserta, yang sebelumnya hanya diikuti oleh kader PKK dari tingkat kelurahan, kecamatan dan kota. Kini bertambah lagi, sudah ada dari unsur BUMN, BUMD dan GOW Kota Gorontalo," ujar Tomy.
Sementara itu Wakil Wali Kota Gorontalo Ryan F. Kono jelaskan, lomba cipta menu ini sangat gencar dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Gorontalo. Salah satunya melakukan ferivikasi dan tidak mengganti secara total produk beras, namun mengubah pola konsumsi masyarakat dari pangan lokal. Sehingga masyarakat dapat mengonsumsi beragam pangan, baik itu bersumber dari karbodhirat, protein, mineral dan pangan penuh dengan vitamin.
"Ini sangat penting juga, apalagi akhir-akhir ini kita di Gorontalo dihebohkan dengan isu penyebaran virus corona. Dan untuk menangkal itu, tentu dibutuhkan tubuh kita tetap bugar, dan daya tahan tubuh yang baik dan hidup bersih. Kegiatan ini pula, sangat penting karena bertujuan untuk menumbuhkan minat masyarakat dalam mengelolah bahan pangan lokal, menjadi pangan yang sehat dan aman. Disamping itu, dapat memberikan nilai ekonomis dan produk pangan lokal yang berkelanjutan," ungkap Ryan.
Lain lagi ditambahkan oleh Ketua GOW Kota Gorontalo Jusmiati Taha K. Demak, bahwa kegiatan ini bukan hanya sekedar ajang seremonial belaka. Namun dapat memberikan dampak motivasi terhadap seluruh masyarakat, organisasi wanita lain dan khususnya pelaku UMKM daerah. Selain itu, program ini merupakan pencanangan yang sebelumnya sudah dilakukan oleh Pemerintah Pusat, yang dikemas dalam program B2SA atau disebut Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman.
"Dengan artian, bahwa semua menu yang ditampilkan dalam festival ini harus benar-benar berbahan pangan lokal, tidak ada campuran bahan kimia atau dari prodak luar. Dampak terhadap masyarakat maupun UMKM, tentu sangat baik. Dimana melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Gorontalo dalam hal ini Dinas Pangan Kota Gorontalo, akan menilai juga produk seperti apa yang bisa dikomersilkan. Bahkan jika berkemungkinan, Dinas Pangan Kota Gorontalo dan Dinas Perdagangan Kota Gorontalo, dapat memfasilitasi untuk pemasaran prodak pangan lokal dari UMKM," terang Jusmiati.
Menurut Kepala Dinas Pangan Kota Gorontalo Tomy Jahja, kegiatan tersebut bagian dari rangkaian dalam menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) 292 Kota Gorontalo, yang jatuh pada 19 Maret mendatang.
"Selama empat tahun lamanya, sejak tahun 2017 sampai dengan tahun ini, program kegiatan ini terus mengalami peningkatan. Khususnya dari segi jumlah peserta, yang sebelumnya hanya diikuti oleh kader PKK dari tingkat kelurahan, kecamatan dan kota. Kini bertambah lagi, sudah ada dari unsur BUMN, BUMD dan GOW Kota Gorontalo," ujar Tomy.
Sementara itu Wakil Wali Kota Gorontalo Ryan F. Kono jelaskan, lomba cipta menu ini sangat gencar dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Gorontalo. Salah satunya melakukan ferivikasi dan tidak mengganti secara total produk beras, namun mengubah pola konsumsi masyarakat dari pangan lokal. Sehingga masyarakat dapat mengonsumsi beragam pangan, baik itu bersumber dari karbodhirat, protein, mineral dan pangan penuh dengan vitamin.
"Ini sangat penting juga, apalagi akhir-akhir ini kita di Gorontalo dihebohkan dengan isu penyebaran virus corona. Dan untuk menangkal itu, tentu dibutuhkan tubuh kita tetap bugar, dan daya tahan tubuh yang baik dan hidup bersih. Kegiatan ini pula, sangat penting karena bertujuan untuk menumbuhkan minat masyarakat dalam mengelolah bahan pangan lokal, menjadi pangan yang sehat dan aman. Disamping itu, dapat memberikan nilai ekonomis dan produk pangan lokal yang berkelanjutan," ungkap Ryan.
Lain lagi ditambahkan oleh Ketua GOW Kota Gorontalo Jusmiati Taha K. Demak, bahwa kegiatan ini bukan hanya sekedar ajang seremonial belaka. Namun dapat memberikan dampak motivasi terhadap seluruh masyarakat, organisasi wanita lain dan khususnya pelaku UMKM daerah. Selain itu, program ini merupakan pencanangan yang sebelumnya sudah dilakukan oleh Pemerintah Pusat, yang dikemas dalam program B2SA atau disebut Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman.
"Dengan artian, bahwa semua menu yang ditampilkan dalam festival ini harus benar-benar berbahan pangan lokal, tidak ada campuran bahan kimia atau dari prodak luar. Dampak terhadap masyarakat maupun UMKM, tentu sangat baik. Dimana melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Gorontalo dalam hal ini Dinas Pangan Kota Gorontalo, akan menilai juga produk seperti apa yang bisa dikomersilkan. Bahkan jika berkemungkinan, Dinas Pangan Kota Gorontalo dan Dinas Perdagangan Kota Gorontalo, dapat memfasilitasi untuk pemasaran prodak pangan lokal dari UMKM," terang Jusmiati.
(akn)