Ojol dan Opang Tak Bisa Lagi Memenuhi Jalan di Empat Stasiun Jakarta
Jum'at, 06 Maret 2020 - 16:57 WIB
Ojol dan Opang Tak Bisa Lagi Memenuhi Jalan di Empat Stasiun Jakarta
A
A
A
JAKARTA - Penataan empat stasiun kereta api di Jakarta ditargetkan rampung pada akhir Maret ini. Nantinya, tidak ada lagi ojek online dan ojek pangkalan yang memenuhi jalan di kawasan stasiun.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta , Syafrin Liputo mengatakan, salah satu tujuan penataan stasiun kereta api itu untuk mengatur tertib lalu lintas dari angkutan ojek online. Sehingga, dalam penataan, pihaknya menyiapkan area pengendapan untuk ojek online dan pangkalan.
"Jadi di seluruh stasiun tadi, itu kami siapkan area pengendapan untuk ojek pangkalan dan online," kata Syafrin di Balaikota DKI Jakarta, Jumat (6/3/2020). (Baca: Penataan Empat Stasiun Kereta Api Selesai Akhir Maret Ini)
Syafrin menjelaskan, untuk ojek online karena namanya transportasi yang mengimplementasikan teknologi tinggi, area pangkalannya terpisah dengan area pikap atau drop off mereka. Seperti misalnya di Stasiun Juanda. Dimana, untuk area pangkalan ojek online itu ada di sisi utara stasiun. Kemudian untuk area titik penjemputan ataupun drop-off nya itu ada di sisi selatan atau di depan Stasiun Juanda
Demikian pula halnya untuk beberapa stasiun lainnya. Seperti contoh di Stasiun Senen yang pengendaliannya dilakukan di Jalan Stasiun Senen area PD Pasar Jaya."Di seberangnya itu ada area pengendapan untuk ojek online, sehingga mereka tidak mengokupansi ruang jalan lagi. Demikian pula halnya di Stasiun Tanah Abang dan Sudirman," ungkapnya.
Syafrin mengakui memang ada sedikit kendala khususnya terkait dengan penetapan titik untuk area dropoff maupun pikap ojek online, karena itu ada di dekat dengan ojek pangkalan. Namun setelah dibangun komunikasi dengan ojek pangkalan, prinsip penataan didukung penuh.
Terpenting, kata Syafrin, kriteria penentuan ojek pangkalan dan ojek online harus dibedakan. Untuk ojek pangkalan diletakkan pada lokasi yang sifatnya statis karena mereka tidak ada aplikasi teknologi yang digunakan untuk memesan, jadi langsung dia dekat dengan area plaza pejalan kaki. Kemudian untuk ojek online, pihaknya meletakan arealnya yang dekat juga dengan plaza pedesterian.
"Tetapi untuk pengendapan ojek online, kita letakkan lebih kepada ruang yang tersedia. Tujuannya adalah terjadi ruang ini menjadi buffer zone-nya (ruang penyangga). Sehingga mereka tidak lagi berada di jalan-jalan dan mengganggu kelancaran lalu lintas di kawasan stasiun. Nantinya kita sama-sama melakukan pengawasan di dalam implementasinya," ujarnya.
Adapun sanksi bagi ojek online yang masih memenuhi jalan di empat stasiun yang sudah ditata itu, Syafrin menyebut bahwa pihaknya sudah berkordinasi dengan perusahaan aplikasi. Menurutnya, perusahaan aplikasi itu memiliki teknologi geofencing yang berfungsi untuk menetapkan bahwa akses aplikasi baik dari sisi pengemudi ataupun pengguna hanya ada di area pengendapannya saja.
"Saat ini teknologinya itu sedang diuji coba di Stasiun Juanda. Setelah ini, bisa kita lihat ke sana. Rekan-rekan wartawan bisa mengecek ke sana seperti apa teknologinya. Sehingga ojek online tidak lagi berada di ruang-ruang lalu lintas yang selama ini mereka ovulasi," ucapnya.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta , Syafrin Liputo mengatakan, salah satu tujuan penataan stasiun kereta api itu untuk mengatur tertib lalu lintas dari angkutan ojek online. Sehingga, dalam penataan, pihaknya menyiapkan area pengendapan untuk ojek online dan pangkalan.
"Jadi di seluruh stasiun tadi, itu kami siapkan area pengendapan untuk ojek pangkalan dan online," kata Syafrin di Balaikota DKI Jakarta, Jumat (6/3/2020). (Baca: Penataan Empat Stasiun Kereta Api Selesai Akhir Maret Ini)
Syafrin menjelaskan, untuk ojek online karena namanya transportasi yang mengimplementasikan teknologi tinggi, area pangkalannya terpisah dengan area pikap atau drop off mereka. Seperti misalnya di Stasiun Juanda. Dimana, untuk area pangkalan ojek online itu ada di sisi utara stasiun. Kemudian untuk area titik penjemputan ataupun drop-off nya itu ada di sisi selatan atau di depan Stasiun Juanda
Demikian pula halnya untuk beberapa stasiun lainnya. Seperti contoh di Stasiun Senen yang pengendaliannya dilakukan di Jalan Stasiun Senen area PD Pasar Jaya."Di seberangnya itu ada area pengendapan untuk ojek online, sehingga mereka tidak mengokupansi ruang jalan lagi. Demikian pula halnya di Stasiun Tanah Abang dan Sudirman," ungkapnya.
Syafrin mengakui memang ada sedikit kendala khususnya terkait dengan penetapan titik untuk area dropoff maupun pikap ojek online, karena itu ada di dekat dengan ojek pangkalan. Namun setelah dibangun komunikasi dengan ojek pangkalan, prinsip penataan didukung penuh.
Terpenting, kata Syafrin, kriteria penentuan ojek pangkalan dan ojek online harus dibedakan. Untuk ojek pangkalan diletakkan pada lokasi yang sifatnya statis karena mereka tidak ada aplikasi teknologi yang digunakan untuk memesan, jadi langsung dia dekat dengan area plaza pejalan kaki. Kemudian untuk ojek online, pihaknya meletakan arealnya yang dekat juga dengan plaza pedesterian.
"Tetapi untuk pengendapan ojek online, kita letakkan lebih kepada ruang yang tersedia. Tujuannya adalah terjadi ruang ini menjadi buffer zone-nya (ruang penyangga). Sehingga mereka tidak lagi berada di jalan-jalan dan mengganggu kelancaran lalu lintas di kawasan stasiun. Nantinya kita sama-sama melakukan pengawasan di dalam implementasinya," ujarnya.
Adapun sanksi bagi ojek online yang masih memenuhi jalan di empat stasiun yang sudah ditata itu, Syafrin menyebut bahwa pihaknya sudah berkordinasi dengan perusahaan aplikasi. Menurutnya, perusahaan aplikasi itu memiliki teknologi geofencing yang berfungsi untuk menetapkan bahwa akses aplikasi baik dari sisi pengemudi ataupun pengguna hanya ada di area pengendapannya saja.
"Saat ini teknologinya itu sedang diuji coba di Stasiun Juanda. Setelah ini, bisa kita lihat ke sana. Rekan-rekan wartawan bisa mengecek ke sana seperti apa teknologinya. Sehingga ojek online tidak lagi berada di ruang-ruang lalu lintas yang selama ini mereka ovulasi," ucapnya.
(whb)