Naga Siluman, Keris Pangeran Diponegoro Dikembalikan Belanda ke Yogya

Kamis, 05 Maret 2020 - 17:23 WIB
Naga Siluman, Keris...
Naga Siluman, Keris Pangeran Diponegoro Dikembalikan Belanda ke Yogya
A A A
YOGYAKARTA - Penemuan keris Kyai Naga Siluman milik Pangeran Diponegoro di Belanda melalui penelitian panjang. Bahkan, dimulai dari penelitian tiga keris yang diduga milik Diponegoro sebelum menentukan keris milik pahlawan nasional yang sangat terkenal saat perang Jawa tersebut. (Baca juga: Lama Hilang, Keris Pangeran Diponegoro Ditemukan di Belanda)

Anggota Tim Verifikasi Keris Pangeran Diponegoro Sri Margana mengatakan, museum Volkenkunde di Leiden, Belanda, sudah lama mencoba mencari Keris Diponegoro yang ada di koleksinya sejak tahun 1984.

Orang pertama yang melakukan upaya ini adalah Pieter Pott, kurator museum dan kemudian menjadi direktur Museum. Penelitian tersebut diikuti oleh Prof Susan Legene dari Frije Universiteit Amsterdam, Johanna Leifeldt (1917), dan Tom Quist (2019).

“Dari penelitian empat peneliti itu, ditemukan ada tiga keris yang diduga milik Pangeran Diponegoro," terang Sri Margana kepada SINDOnews, Kamis (5/3/2020).

Dia menjelaskan, pada tahun 2019 peneliti lain, Tom Quist sepakat dengan pendapat Johanna Leifeldt bahwa dua keris yang lain yang ditemukan oleh Pieter Pott dan Susan Legense dipastikan bukan keris Pangeran Diponegoro.

Kepastian bahwa keris Diponegoro ada di Belanda dibuktikan dari tiga dokumen penting, yaitu korespondensi antara De Secretaris van Staat dengan Directeur General van het department voor Waterstaat, Nationale Nijverheid en Colonies antara tanggal 11-15 Januari 1831.

Dalam korespondensi itu, disebutkan bahwa Kolonel JB Clerens menawarkan kepada Raja Belanda Willem I sebuah keris dari Diponegoro. Keris tersebut kemudian di simpan di Koninkelijk Kabinet van Zelfzaamheden (KKVZ). Setelah itu pada tahun 1883 keris ini diserahkan ke Museum Volkenkunde Leiden.

Dokumen kedua adalah kesaksian dari Sentot Prawirodirjo yang ditulis dalam Bahasa Jawa kemudian diterjemahkan dalam Bahasa Belanda. Dalam surat itu, Sentot menyatakan bahwa ia melihat sendiri Pangeran Diponegoro menghadiahkan Keris Kyai Naga Siluman kepada Kolonel Clerens.

Dokumen ketiga adalah catatan dari Raden Saleh, pelukis yang pernah tinggal di Belanda dan melukis penangkapan Pangeran Diponegoro. Catatan Raden Saleh ini, dituliskan di bagian sisi kanan surat kesaksian Sentot Prawirodirjo.

Dalam catatan itu, Raden Saleh yang telah melihat dengan mata kepala sendiri keris itu di Belanda menjelaskan makna Keris Naga Siluman dan ciri-ciri fisik keris itu.

Dari ketiga dokumen itu para peneliti di Belanda yakin bahwa keris koleksi Museum Volkenkunde Leiden dengan nomor seri 360-8084 lah yang dianggap paling mendekati dengan kesaksian tiga dokumen itu.

Pada bulan Januari 2020 Tim verifikasi dari Viena, Austria, Dr Habil Jani Kuhnt-Saptodewo yang diminta memverifikasi temuan tim Belanda menyatakan yakin bahwa Tom Quist dan Johanna Leijfeldt telah menghadirkan dokumen dan arsip arsip yang meyakinkan untuk menyatakan bahwa keris itu milik Pangeran Dipnegoro.

Bulan Februari 2020 lalu, dia diminta oleh Dirjend Kebudayaan Kementrian Pendidikan dan kebudayaan untuk menverifikasi hasil temuan Provenant Research di Museum Volkenkunde Leiden itu, untuk memastikan bahwa keris itu milik Pangeran Diponegoro.

"Dalam proses verifikasi itu, saya memiliki sedikit perbedaan pendapat dengan tim peneliti Belanda tentang salah satu dari tiga binatang yang diukirkan pada keris itu. Tim sebelumnya menyatakan bahwa binatang ketiga itu adalah singa, harimau atau gajah. Namun setelah saya melihat langsung objeknya, saya dapat memastikan bahwa binatang yang diinterpretasikan sebagai gajah, singa atau harimau itu sebenarnya adalah Naga Siluman Jawa, “ tutur sejarawan UGM ini.

Sri Margana melanjutkan, dari ukiran Naga Siluman Jawa ini, keris Naga Siluman adalah keris Pangeran Diponegoro.

“Keris itu yang dinamai Naga Siluman. Kesimpulan saya, diamini oleh Dirjend Kebudayaan Dr Hilmar Farid, yang juga seorang sejarawan, Duta Besar RI untuk Belanda, dan juga saudara Bonnie Triyana sejarawan yang juga jurnalis yang menjadi bagian dari delegasi Indonesia" pungkasnya.
(sms)
Berita Terkait
Perang Lawan Belanda,...
Perang Lawan Belanda, Pangeran Diponegoro Dapat Sumbangan Emas dan Permata dari Para Priyayi
Pangeran Diponegoro...
Pangeran Diponegoro dan Sri Sultan HB IV Berselisih Akibat Kebijakan Sewa Tanah yang Merugikan Pribumi
Kisah Spiritual Pangeran...
Kisah Spiritual Pangeran Diponegoro dari Pantai Selatan hingga Bersemedi di Imogiri
Prahara Kesultanan Yogyakarta...
Prahara Kesultanan Yogyakarta dan Surakarta Pascaperang Diponegoro
Perlawanan Mertua Pangeran...
Perlawanan Mertua Pangeran Diponegoro dan Para Bupati Terhadap Belanda karena Politisasi Kayu
Kisah Pangeran Diponegoro...
Kisah Pangeran Diponegoro Berguru ke Kiai Guru Taptojani dan Ponpes Tegalrejo
Berita Terkini
Tragis! Wanita Tewas...
Tragis! Wanita Tewas usai Jatuh dari Lantai 27 Apartemen di Cempaka Putih
13 menit yang lalu
KORPRI Lebak Tantang...
KORPRI Lebak Tantang 1.700 Pelari di Ajang RUNK5BITUNG 2026
2 jam yang lalu
Momen Siswa SRMP 17...
Momen Siswa SRMP 17 Tabanan Curhat ke Prabowo
3 jam yang lalu
Tembus 16,46 Juta Pengguna,...
Tembus 16,46 Juta Pengguna, LinkUMKM BRI Sukses Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas
3 jam yang lalu
Ciangir Disiapkan Jadi...
Ciangir Disiapkan Jadi Penampungan Kompos, Pramono Yakin 9.000 Ton Sampah Jakarta Bisa Tertangani
4 jam yang lalu
Pramono Tegaskan 2.843...
Pramono Tegaskan 2.843 Lowongan Padat Karya Program Jangka Pendek
4 jam yang lalu
Infografis
Daftar Lengkap Pelatih...
Daftar Lengkap Pelatih Timnas Indonesia dari Masa ke Masa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved