Pemprov DKI Akan Intensifkan Pengerukan Endapan di Kali
Jum'at, 28 Februari 2020 - 13:59 WIB
Pemprov DKI Akan Intensifkan Pengerukan Endapan di Kali
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana melakukan pengerukan endapan atau sedimentasi di kali. Pasalnya, akibat endapan tersebut debit air sungai serta danau menjadi cepat naik.
"Kita sudah dapatkan bahwa ke depan pengerukan got-got saluran kecil, saluran penghubung kali besar, muara sungai, itu tidak bisa kita elakkan. Termasuk pengerukan embung-embung atau danau. Itu harus dilakukan secara masif di akhir 2020," ungkap Sekretaris Daerah (Sekda), Saefullah kepada wartawan Jumat (27/2/2020).
Menurut dia, pengerukan cukup efektif agar debit air tidak cepat naik. Kegiatan itu juga akan terus berlangsung hingga tahun depan.
Saefullah mencontohkan, sedimen di saluran air di kawasan Kampung Melayu bisa mencapai 5 hingga 10 cm usai kawasan ini terendam banjir. Bila hal ini didiamkan tentu bakal memicu banjir yang lebih besar lagi.
"Bagaimana kali yang dialiri 24 jam untuk kurun waktu mingguan, bulanan, tahun, bayangkan kalau tidak dilakukan pengerukan," ujarnya.
Pada awal musim hujan kali ini, Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta mengklaim telah melakukan berbagai persiapan untuk menghadapi banjir. Kepala Dinas SDA Juaini mengatakan, sudah mulai melakukan pengerukan waduk, sungai dan saluran penghubung mengantisipasi ancaman banjir.
Juani menuturkan, pengerukan dan pembersihan saluran-saluran penghubung itu melibatkan semua stake holder sampai ketingkat kecamatan."Untuk persiapan musim penghujan Dinas SDA dan Suku Dinas (Sudin) melakukan pengerukan di sungai-sungai atau waduk, saluran-saluran penghubung dan saluran mikro yang jadi kewenangan dinas maupun kewenangan sudin juga sampai tingkat kecamatan ikut dikuras juga," ujar Juani beberapa waktu lalu.
"Kita sudah dapatkan bahwa ke depan pengerukan got-got saluran kecil, saluran penghubung kali besar, muara sungai, itu tidak bisa kita elakkan. Termasuk pengerukan embung-embung atau danau. Itu harus dilakukan secara masif di akhir 2020," ungkap Sekretaris Daerah (Sekda), Saefullah kepada wartawan Jumat (27/2/2020).
Menurut dia, pengerukan cukup efektif agar debit air tidak cepat naik. Kegiatan itu juga akan terus berlangsung hingga tahun depan.
Saefullah mencontohkan, sedimen di saluran air di kawasan Kampung Melayu bisa mencapai 5 hingga 10 cm usai kawasan ini terendam banjir. Bila hal ini didiamkan tentu bakal memicu banjir yang lebih besar lagi.
"Bagaimana kali yang dialiri 24 jam untuk kurun waktu mingguan, bulanan, tahun, bayangkan kalau tidak dilakukan pengerukan," ujarnya.
Pada awal musim hujan kali ini, Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta mengklaim telah melakukan berbagai persiapan untuk menghadapi banjir. Kepala Dinas SDA Juaini mengatakan, sudah mulai melakukan pengerukan waduk, sungai dan saluran penghubung mengantisipasi ancaman banjir.
Juani menuturkan, pengerukan dan pembersihan saluran-saluran penghubung itu melibatkan semua stake holder sampai ketingkat kecamatan."Untuk persiapan musim penghujan Dinas SDA dan Suku Dinas (Sudin) melakukan pengerukan di sungai-sungai atau waduk, saluran-saluran penghubung dan saluran mikro yang jadi kewenangan dinas maupun kewenangan sudin juga sampai tingkat kecamatan ikut dikuras juga," ujar Juani beberapa waktu lalu.
(whb)