Mahasiswa S3 Fakultas Biologi UGM Temukan Spesies Baru Bakteri Penghasil Antibiotik

Jum'at, 14 Februari 2020 - 17:39 WIB
Mahasiswa S3 Fakultas...
Mahasiswa S3 Fakultas Biologi UGM Temukan Spesies Baru Bakteri Penghasil Antibiotik
A A A
YOGYAKARTA - Mahasiswa program doktoral (S3) Fakultas Biologi UGM, Ambarwati, berhasil menemukan spesies baru bakteri Streptomyces penghasil antibiotik yang memilkki senyawa bioaktif atau antibiotik yang berspektrum luas.

Ambarwati mengatakan, penemuan ini karena banyak antibiotik yang digunakan untuk mengobati penyakit akibat infeksi bakteri banyak terjadi resistensi bakteri patogen terhadap berbagai macam antibiotik.

Untuk itu, harus ada solusi untuk mengatasi masalah tersebut. “Itulah yang mendorong saya melakukan penelitian ini,” kata Ambarwati di UGM, Jumat (14/2/2020).

Ambarwati menjelaskan untuk peneltian dengan mengeksplorasi bakteri penghasil antibiotik, yakni Streptomyces dengan metode Whole Genome Sequencing (WGS) atau metode sekuensing genom utuh.

Bakteri jenis ini dipilih karena mampu menghasilkan antibiotik terbanyak. Sampel bakteri yang digunakan berasal dari dwwwataran tinggi Cemoro Sewu, Magetan, Jawa Timur.

“Dari peneltian itu, berhasil menemukan satu spesies bakteri Streptomyces baru penghasil antibiotik,” katanya di Fakultas Biologi UGM.

Menurut Ambarwati spesies baru yang dia temukan tersebut memiliki potensi penghasil senyawa bioaktif atau antibiotik yang berspektrum luas. Artinya, spesies ini tidak hanya mampu menghambat bakteri gram positif, tetapi juga bakteri gram negatif bahkan anticandida (anti jamur candida).

“Temuan lain menunjukkan bahwa spesies bakteri baru itu memiliki 53 kelompok gen penghasil senyawa bioaktif,” terang dosen di Prodi Kesmas FIK Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Streptomyces baru ini menghasilkan 8 senyawa yang telah ditemukan sebelumnya pada Streptomyces lain dengan kemiripan 100% dengan 6 senyawa yang telah diketahui strukturnya. Selain itu Spesies baru ini juga berpotensi menghasilkan 9 golongan senyawa baru,” tuturnya.

Selain itu, spesies baru ini juga berpotensi menghasilkan senyawa malasidin yang memiliki kemampuan menghambat bakteri gram positif patogen yang telah resisten terhadap antibiotik. Sleain itu juga bisa menyembuhkan infeksi kulit akibat Staphylococcus aureus yang resisten terhadap metilisin.

“Sekuen hasil WGS dari spesies baru ini dalam proses submit ke National Center for Biotechnology Information (NCBI) dam diajukan namanya sebagai Streptomyces cemorosewuensis sp. Nov,” paparnya.
(zil)
Berita Terkait
3 Fakultas di UGM yang...
3 Fakultas di UGM yang Menyediakan Sarapan bagi Mahasiswanya saat Ujian
Mahasiswa UGM Sabet...
Mahasiswa UGM Sabet 6 Juara di Lomba UPES Dehradun India
UGM Terapkan Kurikulum...
UGM Terapkan Kurikulum Baru Mulai 2026, Ini yang Akan Dipelajari Mahasiswa
Mahasiswa UGM Gagas...
Mahasiswa UGM Gagas Detergen Ramah Lingkungan
Mahasiswa Program Doktor...
Mahasiswa Program Doktor UGM Teliti Efek Anti Diabetes pada Tempe
60 Mahasiswa UGM Raih...
60 Mahasiswa UGM Raih Beasiswa Freeport Indonesia
Berita Terkini
Dukung Fatwa MUI Jatim,...
Dukung Fatwa MUI Jatim, APVI Ajak Perkuat Kolaborasi Cegah Penyalahgunaan Narkotika
9 menit yang lalu
Dukung KNMP, SPHC Dorong...
Dukung KNMP, SPHC Dorong Penguatan Kapasitas Nelayan di Kabupaten Pati
10 jam yang lalu
Restoran Steak di Menteng...
Restoran Steak di Menteng Kebakaran, 6 Mobil Damkar Dikerahkan
11 jam yang lalu
Jakarta Ecotourism Festival...
Jakarta Ecotourism Festival 2026, Siswa SMKN 8 Jakarta Diajak Belajar Kelola Sampah
11 jam yang lalu
Unusa Gandeng Gapoktan...
Unusa Gandeng Gapoktan Tingkatkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Petani Tuban
12 jam yang lalu
Bupati Lombok Barat...
Bupati Lombok Barat Terjaring OTT KPK, 7 Orang Langsung Diboyong ke Jakarta
14 jam yang lalu
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved