Pelaku Bullying Diusulkan Jalani Pendidikan Militer Selama 3 Bulan

Kamis, 13 Februari 2020 - 16:58 WIB
Pelaku Bullying Diusulkan...
Pelaku Bullying Diusulkan Jalani Pendidikan Militer Selama 3 Bulan
A A A
SEMARANG - Unggahan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo terhadap kasus bullying Siswi SMP di Purworejo melalui akun media sosial mendapat respon masyarakat. Di akun sosial instagramnya, terdapat 6.096 netizen yang memberikan komentar.

Mayoritas komentar mengecam perlakuan pelaku pembulian. Mereka meminta agar para pelaku dihukum seberat-beratnya, bahkan dikeluarkan di sekolah.

Namun Ganjar kurang sepakat dengan usulan itu. Meski mengecam pelaku, Ganjar masih mempertimbangkan masa depan pelaku yang masih anak-anak.

"Kalau dihukum dan dikeluarkan, lalu mereka sekolahnya gimana,?" jawab Ganjar terhadap komentar-komentar itu.

Namun ada beberapa komentar netijen yang menarik perhatian. Ada yang mengusulkan, para pelaku dihukum dengan cara 'disekolahkan' bersama TNI selama tiga bulan.

"Pak tolong jangan berdamai dengan bullying. Kasih mereka pendidikan tiga bulan bersama TNI. Bikin sejera-jeranya," ucap akun @keiijurohyugaa.

Ditemui di ruang kerjanya, Ganjar mengatakan bahwa ide menghukum para pelaku mengikuti pendidikan ala militer merupakan ide yang sangat bagus. Menurutnya, hal itu akan lebih mengena, daripada mereka dihukum seperti pelaku pidana lainnya.

"Kan mereka masih anak-anak, jadi perlakuannya jangan seperti pidana lain. Mungkin hukumannya dimasukkan ke tempat khusus yang membuat dia disilin dan mengerti. Itu ada yang usul seperti itu di medsos saya, dan menurut saya idenya bagus," kata Ganjar, Kamis (13/2).

Selain ide menyekolahkan para pelaku ke militer, ada juga pihak yang mengusulkan agar para pelaku dihukum dengan cara sosial. Karena yang dibully adalah penyandang disabilitas, maka para pelaku diminta menjadi relawan di yayasan atau rumah difabel.

"Ada pengelola Rumah Disabilitas atau Rumah D di Semarang yang kontak saya. Beliau usul para pelaku menjadi relawan di rumah penyandang disabilitas agar mereka bisa mengerti dan muncul kepekaan. Saya saja sampai merinding mendengar usul ini," tegasnya.

Maka lanjut Ganjar, dua usulan itu menurutnya lebih pantas diberikan kepada para pelaku. Mudah-mudahan, mereka akan tersentuh dan tidak akan mengulangi perbuatannya lagi. "Efek jeranya bisa kena, tapi dengan cara yang baik," pungkasnya.
(pur)
Berita Terkait
Sanksi Tegas Kekerasan...
Sanksi Tegas Kekerasan di Sekolah
Pendidikan Antiintoleransi,...
Pendidikan Antiintoleransi, Kekerasan, dan Bullying Lahirkan Manusia Unggul Beradab
Sekolah Tanpa Kekerasan,...
Sekolah Tanpa Kekerasan, Syarat Pendidikan Bermutu untuk Semua
Wapres Minta Kekerasan...
Wapres Minta Kekerasan dalam Dunia Pendidikan Dihentikan
Kesal Sering Di-bully,...
Kesal Sering Di-bully, Pria di Tambora Sulutkan Korek Api ke Anak Rekan Kerjanya
Antisipasi Bullying,...
Antisipasi Bullying, Waspada Tindak Kekerasan oleh Anak
Berita Terkini
Rooting for Future,...
Rooting for Future, PAMA Bersama UGM dan OIKN Penanaman Pohon Bersama
40 menit yang lalu
Kasus Penyelundupan...
Kasus Penyelundupan 796 Kg Sisik Trenggiling, WN Vietnam Diserahkan ke Kejari Cilegon
43 menit yang lalu
Pemprov Jakarta Gelar...
Pemprov Jakarta Gelar Atraksi Budaya Betawi di CFD Rasuna Said
43 menit yang lalu
Puluhan Keluarga di...
Puluhan Keluarga di HSS Miliki Kepastian Hukum atas Tanahnya lewat Reforma Agraria Badan Bank Tanah
56 menit yang lalu
Calon Ketum PBNU Gus...
Calon Ketum PBNU Gus Salam Sowan ke Rais Syuriyah dan Ketua PWNU Sulsel
1 jam yang lalu
Hari Lingkungan Hidup,...
Hari Lingkungan Hidup, Masyarakat Tangerang Pelajari Kelola Minyak Jelantah
3 jam yang lalu
Infografis
Perbandingan Kekuatan...
Perbandingan Kekuatan Militer Pakistan vs Afghanistan: Bak David vs Goliath
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved