Kurang Diminati, Penumpang LRT Jakarta Hanya di Kisaran 4.000 per Hari

Jum'at, 07 Februari 2020 - 06:32 WIB
Kurang Diminati, Penumpang...
Kurang Diminati, Penumpang LRT Jakarta Hanya di Kisaran 4.000 per Hari
A A A
JAKARTA - Penumpang Light Rail Transit (LRT) Jakarta Velodrome-Kelapa Gading hanya rata rata mencapai 4.000 per hari sepanjang Januari 2020. Jumlah penumpang tertinggi hanya terjadi pada 18 Januari yakni mencapai 4.628 penumpang.

Meski demikian, jumlah ini masih jauh dari target sebanyak 14.000 penumpang per hari. Padahal saat masa uji coba, penumpang tembus rata-rata 7.000 orang per hari.

Manager Humas LRT Jakarta, Melisa Suciati, mengatakan, kenaikan penumpang pada Sabtu (18/1) itu kemungkinan merupakan dampak dari beberapa kegiatan yang berlangsung di sekitar stasiun LRT Jakarta, khususnya di Summarecon Mall Kelapa Gading. Seperti pertunjukan Akrobatik dan One Day Sale yang diselenggarakan oleh pihak mal.

Dalam upaya mendongkrak jumlah penumpang, PT LRT Jakarta telah melakukan penandatanganan kerja sama dengan pihak Summarecon Mall Kelapa Gading, dalam hal penyediaan area Park and Ride khusus untuk pelanggan LRT Jakarta dengan tarif plat sebesar Rp5.000.

"Hal ini merupakan salah satu upaya kami dalam meningkatkan fasilitas dan kenyamanan warga dalam mengakses transportasi publik," ujar Mellisa, Kamis 6 Fabruari 2020. (Baca juga: Penumpang Sepi, Ini yang Dilakukan PT LRT Rangsang Minat Masyarakat)

Selain itu, PT LRT Jakarta juga masih mempelajari perkembangan trend pelanggan Januari dan Februari ini, sembari mempersiapkan agenda program kegiatan dan peningkatan fasilitas publik di stasiun untuk meningkatkan engagement pelanggan.

Berdasarkan data PT LRT Jakarta, penumpang LRT sejak beroperasi resmi 1 hingga 17 Desember 2019 tercatat sebanyak 74.184. Dengan rincian pekan pertama terdapat 31.433 orang, lalu pada pekan kedua 29.673 orang, dan pekan ketiga 13.081 orang. (Baca juga: Berbayar, Penumpang LRT Jakarta Turun Drastis dan Jauh dari Target)

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, mengatakan, penurunan ridership LRT memang terjadi pasca dinyatakan berbayar. Berdasarkan evaluasi sementara, penurunan penumpang LRT disebabkan oleh trase yang baru sekitar 5,8 kilometer dan coverage area juga terbatas. Sehingga, masyarakat lebih memilih moda transportasi lain dalam bertransportasi.
(thm)
Berita Terkait
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Lanjutkan Proyek LRT Jakarta Fase 2A
LRT Jabodebek akan Launching...
LRT Jabodebek akan Launching pada Tanggal 12 Juli 2023
ADHI Torehkan Prestasi...
ADHI Torehkan Prestasi Baru, Terapkan U-Shaped Girder Pertama dan Terpanjang di Indonesia
KAI Pastikan Tak Ada...
KAI Pastikan Tak Ada Lagi Pembengkakan Biaya Proyek LRT Jabodebek
Jelang Beroperasinya...
Jelang Beroperasinya LRT Jabodebek, Ini Tanggapan Warga Sekitar Proyek
LRT Jabodebek Batal...
LRT Jabodebek Batal Gratiskan Tarif Selama Periode Soft Launching
Berita Terkini
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Pemprov DKI Hapus Sanksi Administratif PKB dan BBNKB
12 menit yang lalu
Gunung Dukono Kembali...
Gunung Dukono Kembali Erupsi Pagi Ini, Luncurkan Abu Vulkanik 1.000 Meter
37 menit yang lalu
Gunung Semeru Erupsi,...
Gunung Semeru Erupsi, Tinggi Kolom Abu Capai 1.200 Meter di Atas Puncak
1 jam yang lalu
687 Orang Laporkan Dugaan...
687 Orang Laporkan Dugaan Penipuan Umrah Hanania Travel ke Polda Metro Jaya
2 jam yang lalu
Kasus Penipuan Hanania...
Kasus Penipuan Hanania Travel, Polda Metro Periksa 70 Saksi
8 jam yang lalu
Kuasa Hukum Roy Suryo...
Kuasa Hukum Roy Suryo Beberkan Konstruksi Laporan Terhadap Lechumanan dan Rismon
9 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved