Guru Besar UT Nilai Wali Kota Tangerang Gagal Lindungi Warga dari Banjir Bandang

Kamis, 06 Februari 2020 - 21:37 WIB
Guru Besar UT Nilai...
Guru Besar UT Nilai Wali Kota Tangerang Gagal Lindungi Warga dari Banjir Bandang
A A A
JAKARTA - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang dua kali kedodoran menghadapi banjir bandang. Pertama awal Januari 2020 dan kedua awal Februari ini.

Awal Januari, banjir terjadi hampir merata di seluruh Kota Tangerang. Bahkan, hingga menyebabkan 6 orang meninggal. Awal Februari, titik banjir jauh lebih kecil dan tidak ada korban jiwa.

Berbeda dengan banjir bandang besar di awal tahun yang cepat surut, banjir pada bulan ini terjadi berhari-hari dengan ketinggian hingga atap rumah.

Guru Besar Universitas Terbuka (UT) Hanif Nurcholis mengatakan, Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah gagal dalam melindungi warganya dari bencana banjir. "Pemkot tidak boleh cuci tangan karena punya fungsi perlindungan masyarakat seperti wajib melindungi rakyatnya dari bencana alam," ujarnya, Kamis (6/2/2020).

Meski demikian, tanggung jawab penanganan banjir di Kota Tangerang tidak sepenuhnya menjadi kesalahan Pemkot Tangerang, pemerintah pusat juga mesti bertanggungjawab untuk sama-sama mengatasi banjir.

"Dalam kasus banjir sepanjang masalah itu drainase kota, maka menjadi tugas pemerintah kota. Namun, masalah yang berkaitan dengan pengaturan aliran sungai adalah tugas pemerintah pusat," ungkapnya.

Menurut Hanif, permasalahan utama saat ini tidak adanya kejelasan tanggung jawab dan koordinasi antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat. "Dalam UU Nomor 23 Tahun 2014 jelas disebutkan pemerintah kota disuruh mengatur dan mengurus semua urusan pemerintahan. Praktiknya pemerintah kota tidak mengatur dan mengurusnya," ucapnya.

Seluruh kepentingan dan kebutuhan masyarakat daerah tanggung jawab pemerintah daerah. Sayangnya, sistem pemerintahan daerah di Indonesia tidak didesain sesuai ilmu pengetahuan. "Tugas utama pemerintah lokal adalah mengatur dan mengurus urusan pemerintahan yang langsung berhubungan dengan berbagai kebutuhan dan kepentingan masyarakat daerah," ujar Hanif.
(jon)
Berita Terkait
Sejumlah Perumahan di...
Sejumlah Perumahan di Tangsel Terendam Banjir hingga 2 Meter
Hujan Deras, 9 Titik...
Hujan Deras, 9 Titik di Kota Tangerang Tergenang Banjir
Puluhan Warga Periuk...
Puluhan Warga Periuk Tangerang Panik Tempat Pengungsian Ikut Terendam Banjir
Sepekan Terkena Banjir,...
Sepekan Terkena Banjir, Warga Benda Tangerang Terserang Penyakit Kulit
12 RW di Kota Tangerang...
12 RW di Kota Tangerang Terendam Banjir, Tempat Pengungsian dan Dapur Umum Didirikan
Jalan Ciledug Indah...
Jalan Ciledug Indah I Terputus Akibat Banjir, Pemkot Tangerang Buat Jembatan Apung
Berita Terkini
516 Unit Layanan di...
516 Unit Layanan di Wilayah 3T, PNM Perluas Akses Pembiayaan bagi Masyarakat Prasejahtera
5 jam yang lalu
Pengirim Teror Bom di...
Pengirim Teror Bom di SDN Jaksel Ternyata Orang Tua Siswa, Sempat Jemput Anak usai Kirim Ancaman
5 jam yang lalu
Dua Proyek Sekolah Rakyat...
Dua Proyek Sekolah Rakyat Nindya Karya di Medan dan Kediri Capai 100 Persen
6 jam yang lalu
PINTU Kolaborasi dengan...
PINTU Kolaborasi dengan Universitas Paramadina Beri Edukasi Literasi Digital ke Warga Bekasi
6 jam yang lalu
Bakal Dihadiri 3.000...
Bakal Dihadiri 3.000 Peserta, Gus Ipul Ungkap Persiapan Muktamar ke-35 NU di Tambakberas
8 jam yang lalu
Generasi Muda NTB Didorong...
Generasi Muda NTB Didorong Jadi Agen Perubahan melalui Inovasi
8 jam yang lalu
Infografis
26 Miliarder Gagal Cegah...
26 Miliarder Gagal Cegah Zohran Mamdani Jadi Wali Kota Muslim New York
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved