alexametrics

Besok, Bandara Ngurah Rai Batalkan 164 Jadwal Penerbangan Bali-China PP

loading...
Besok, Bandara Ngurah Rai Batalkan 164 Jadwal Penerbangan Bali-China PP
Besok, Bandara Ngurah Rai Batalkan 164 Jadwal Penerbangan Bali-China PP
A+ A-
DENPASAR - Sebanyak 164 jadwal penerbangan dari Bandara Ngurah Rai Bali menuju China dan sebaliknya mulai Rabu (5/2/2020) dibatalkan. Keputusan ini menindaklanjuti kebijakan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya terkait penundaan sementara penerbangan dari dan ke China.

Communication and Legal Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai, Arie Ahsanurrohim menjelaskan, jumlah penerbangan dari Bandara Ngurah Rai menuju China dan sebaliknya tercatat ada 247 penerbangan tiap pekannya. Jumlah itu termasuk 55 penerbangan menuju Hong Kong dan Makau. (Baca juga: Cegah Virus Corona, Penerbangan Wuhan ke Bali Ditutup 10 Hari)



Namun, pembatalan jadwal penerbangan hanya berlaku terhadap 164 jadwal penerbangan dari dan ke China saja. Sementara 55 jadwal penerbangan dari dan ke Hong Kong serta Makau tetap beroperasi. Hal itu karena dua lokasi itu tidak termasuk dalam kebijakan pembatalan penerbangan yang dirilis Menhub.

"Saat ini kami masih menunggu arahan teknis yang ditetapkan Kementerian Perhubungan terhadap seluruh airlines ,” kata Arie Ahsanurrohim, Selasa (4/2/2020).

Pembatalan 164 jadwal penerbangan itu diperkirakan akan berdampak pada 26.000 penumpang. Angka tersebut berdasarkan estimasi tiap maskapai rata-rata mengangkut 140 penumpang dalam sekali penerbangan.

Arie mengatakan, Bandara Ngurah Rai juga telah menyiapkan beberapa opsi terkait pembatalan jadwal penerbangan ini. Salah satunya dengan membuka help desk bagi penumpang yang jadwal penerbangannya mengalami pembatalan.



Diketahui sejak merebaknya virus Corona di berbagai negara, penerbangan dari Bandara Ngurah Rai ke China, dan sebaliknya mulai 13 Januari 2020 sampai 2 Februari 2020 hanya ada 804 penerbangan. Sementara jumlah penumpang yang diangkut sebanyak 154.483 orang.
(shf)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak