Pengaruh Kerajaan Sriwijaya dalam Kebudayaan Banyuasin

Selasa, 04 Februari 2020 - 20:45 WIB
Pengaruh Kerajaan Sriwijaya...
Pengaruh Kerajaan Sriwijaya dalam Kebudayaan Banyuasin
A A A
PANGKALAN BALAI - Penemuan situs pecahan kapal Sriwijaya di Desa Sumirejo Mariana Banyuasin I, Kabupaten Banyuasin oleh pusat arkeologi Indonesia beberapa tahun lalu menunjukkan bahwa Kerajaan Sriwijaya memiliki hubungan erat dengan kebudayaan masyarakat Kabupaten Banyuasin.

“Luas wilayah kabupaten Banyuasin didominasi oleh Daerah Aliran Sungai (DAS) yang merupakan jalur transportasi utama kerajaan Sriwijaya di masa lalu.,” kata Bupati Banyuasin H Askolani, melalui Kepala Bappeda dan Litbang Erwin Ibrahim, Selasa (4/2/2020).

Menurut Erwin, gerbang transportasi utama kerajaan Sriwijaya bermuara di aliran sungai dan laut sungai Musi, yang saat ini masuk dalam wilayah kabupaten Banyuasin sampai ke sungai Musi kota Palembang. “Oleh karena itu, kemungkinan peninggalan sejarah itu sangat mungkin ada di wilayah Kabupaten Banyuasin,” jelas dia.

Kerajaan Sriwijaya, merupakan kerajaan Melayu yang berada di pulau Sumatera serta memiliki pengaruh besar terhadap Nusantara. Daerah kekuasaan Kerajaan Sriwijaya meliputi Kamboja, Thailand, Semenanjung Malaya, bahkan hingga Pulau Jawa.

“Ini membuat nama Kerajaan Sriwijaya dikenal di seluruh Nusantara. Tidak hanya dari Nusantara saja, akan tetapi juga kerajaan ini dikenal hingga ke mancanegara. Dengan adanya keberadaan situs pecahan kapal Sriwijaya di Banyuasin ini, membuka peluang kebangkitan budaya yang tentunya diharapkan dapat memiliki nilai jual terhadap khazanah budaya Sumatera Selatan dan Indonesia,” ujar dia.

Kondisi situs tersebut, katanya, berada di bawah pengawasan dan otoritas pusat arkeologi nasional. “Yang tentunya kita berharap dapat dikoordinasikan dengan lembaga tersebut untuk dieksploitasi guna pembangunan budaya untuk pemberdayaan masyarakat. Juga menjadi kebangkitan wisata masyarakat Banyuasin.”

“Selain itu kami dibantu beberapa pihak, salah satu nya Yayasan Tandipulau yang akan membuat kajian dan mengangkat ikon kapal Sriwijaya sebagai ikon Pemkab Banyuasin, untuk menjadi pintu gerbang Kerajaan Sriwijaya,” ungkap dia.

Ikon tersebut dapat dikaji dan dipertimbangkan sebagai khazanah budaya kabupaten Banyuasin. Dan perlu ditindaklanjuti dalam bentuk kajian ilmiah dalam waktu sesingkat singkatnya, agar budaya kabupaten Banyuasin dapat terangkat.

“Bappeda Litbang Kabupaten Banyuasin dalam waktu dekat akan mengundang OPD dan stakeholder terkait, untuk melakukan FGD, mengenalkan dan mengkaji secara detail. Juga mengajak multipihak terlibat bersama-sama mengupas sejarah Kerajaan Sriwijaya di Kabupaten Banyuasin,” imbuh dia.

“Diharapkan ke depan ikon kapal tersebut akan didesain dalam bentuk museum budaya yang terintegrasi, menceritakan sejarah Sriwijaya, sejarah budaya Banyuasin, pemerintahan Banyuasin sampai budaya seni, pendidikan, pertanian dan seluruh potensi Banyuasin,” tandasnya.
(akn)
Berita Terkait
Tolak Bergabung ke Kabupaten...
Tolak Bergabung ke Kabupaten Banyuasin, Ratusan Warga Baca Yasin di Kantor Gubernur Sumsel
Pemerintah Kabupaten...
Pemerintah Kabupaten Banyuasin Salurkan Bantuan di 21 Kecamatan
Banjir Landa Kabupaten...
Banjir Landa Kabupaten Musi Banyuasin di Sumsel
Investasi di Kabupaten...
Investasi di Kabupaten Musi Banyuasin Tawarkan Peluang Usaha Ekonomi Hijau
KPK Dalami Dugaan Fee...
KPK Dalami Dugaan Fee 40 Proyek di Kabupaten Musi Banyuasin
Jelang Tengah Malam,...
Jelang Tengah Malam, KPK Segel Kantor PUPR Kabupaten Musi Banyuasin
Berita Terkini
China Bakal Bangun Pusat...
China Bakal Bangun Pusat Padi dan Sekolah Vokasi di Papua
3 jam yang lalu
GTV Targetkan Ribuan...
GTV Targetkan Ribuan Peserta Liga Bintang Juara, Siapkan Babak Nasional di Jakarta
4 jam yang lalu
Kadisdik Tangerang:...
Kadisdik Tangerang: Liga Bintang Juara Jadi Ajang Pemerataan dan Kreativitas Siswa
4 jam yang lalu
Wali Kota Tangerang...
Wali Kota Tangerang Apresiasi Liga Bintang Juara, Dorong Generasi Berpikir Cepat dan Tepat
5 jam yang lalu
Kembangkan Kasus Gading...
Kembangkan Kasus Gading Gajah, Polda Riau Telusuri Aliran Dana Rp1,8 Miliar
5 jam yang lalu
Pramono Buka Jakarta...
Pramono Buka Jakarta Fair Kemayoran 2026, Transaksi UMKM Ditarget Capai Rp8 Triliun
5 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved