Tagih Kompensasi Tumpahan Minyak, Nelayan Karawang Mengadu ke DPR

Selasa, 28 Januari 2020 - 21:01 WIB
Tagih Kompensasi Tumpahan...
Tagih Kompensasi Tumpahan Minyak, Nelayan Karawang Mengadu ke DPR
A A A
JAKARTA - Kasus tumpahnya minyak di Perairan Karawang , Jawa Barat yang terjadi sejak Juli 2019 lalu, ternyata masih belum terselesaikan secara utuh hingga sekrang.

Meski tak sebanyak dulu, di pinggiran Perairan Karawang masih sering ditemukan minyak tergenang. Keluhan tersebut disampaikan sejumlah perwakilan nelayan Karawang yang mendatangi Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (28/1/2020). Ironisnya, kompensasi untuk masyarakat pun disinyalir masih terhambat. Karena itu, mereka mengadu ke DPR untuk meminta bantuan. (Baca juga: Sisa Tumpahan Minyak Muncul di Laut Karawang)

Nur Hakim, perwakilan nelayan dari Desa Sungai Buntu menyebut kalau selama ini nelayan seolah "dininabobokan" dengan janji kompensasi. Semula mereka dijanjikan pembayaran selesai pada September 2019. Namun hingga kini, ganti rugi bagi nelayan yang terdampak belum juga tuntas. Padahal selama perairan belum bersih, nelayan tak bisa melaut hingga 5 bulan lamanya.

"Pernah berapa kali Pertamina menjanjikan, bulan September, November, kemudian Desember, dan sampai saat ini belum juga terealisasi," kata Hakim. Diakui Hakim, pendataan sejak awal memang sudah dilakukan. Sebagian dari warga terdampak yang terdiri dari nelayan, petambak, dan pedagang di pesisir pantai pun sudah menerima kompensasi tersebut.

Namun besaran kompensasi yang diterima tak sesuai dengan kerugian mereka. Menurutnya, satu warga terdampak hanya mendapat Rp1.800.000 yang merupakan kompensasi untuk dua bulan kerugian yang mereka terima, imbas dari tumpahan minyak Pertamina.

"Berarti kerugian sebulan hanya dihitung Rp900.000, padahal rata-rata nelayan itu bisa pulang dengan membawa Rp150.000 per hari. Mestinya itu dikalikan dengan 30 hari dan dikalikan lagi dengan lima bulan karena sejak Juli sampai November (2019) kami kan tak bisa melaut. Belum lagi di lapangan masih banyak juga yang sudah terdaftar tapi tak kunjung dicairkan dan sebagian lagi yang masih mengurus daftar susulan," ucap dia.

Perwakilan nelayan dari Desa Pakis Jaya Utara, Waspin Apandi juga menyatakan hal serupa. Menurut dia, sampai saat ini bahkan kerugian karena kerusakan lingkungan masih berdampak besar, terutama bagi nelayan kerang dara. Pasalnya, sisa minyak masih sering ditemukan menempel di pinggiran pantai tempat kerang dara bersarang.

"Ketika kerangnya baru ditangkap dari laut memang nggak berbau. Tapi setelah dimasak banyak yang mengadu ada bau dan rasa solarnya. Ini kan kami dirugikan lagi kalau begitu," ucap Waspin. Pihaknya pun mengaku selama ini sudah mengadu ke banyak pihak mulai dari tingkat desa, dinas, pemkab, hingga DPRD Provinsi.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDIP Ono Surono akan mendorong komisinya untuk segera mengundang Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta Pertamina terkait pencemaran laut di Kabupaten Karawang.

"Saya yakin setiap pencemaran yang dilakukan indusrti migas tidak seketika akan ter-recovery dalam waktu dekat. Pasti ada proses sehingga harus ada pendampingan kepada nelayan yang dirugikan," kata Ono.

Anggota legislatif dari Indramayu, Jawa Barat ini, menuturkan, Pertamina hendaknya memberi kompensasi sesuai dengan penghasilan nelayan per hari. Akibat pencemaran yang terjadi, akses masyarakat untuk mencari nafkah terhambat. "Oleh karena itu kami akan meminta KKP berkoordinasi dengan dinas terkait agar ganti rugi sesuai dengan kerugian yang dialami masyarakat," katanya.
(shf)
Berita Terkait
Pipa Pertamina Bocor,...
Pipa Pertamina Bocor, Warga Berebut Ambil Tumpahan Minyak
30 Hektare Sawah Gagal...
30 Hektare Sawah Gagal Panen Imbas Kebocoran Pipa Minyak Vale di Sulsel
Bupati Cellica Mundur,...
Bupati Cellica Mundur, Devisit Anggaran Karawang Tembus Rp1 Triliun
Dampak Kebocoran Pipa...
Dampak Kebocoran Pipa Gas Rusia, 79.000 Kg Metana Terbuang Setiap Jam
Pipa Minyak Mesir Bocor...
Pipa Minyak Mesir Bocor dan Terbakar, Belasan Orang Terluka
Kebocoran Pipa Gas di...
Kebocoran Pipa Gas di Jalan MT Haryono Jakarta
Berita Terkini
Perjalanan KRL Bogor-Jakarta...
Perjalanan KRL Bogor-Jakarta Terganggu Imbas Vandalisme Alat Sinyal di Bojong Gede-Citayam
59 menit yang lalu
Berkali-kali Gagal Tes,...
Berkali-kali Gagal Tes, Anak Petani Sumbawa Bangga Dilantik Prabowo Jadi Perwira TNI
1 jam yang lalu
PSN Papua Perkuat Pemerataan...
PSN Papua Perkuat Pemerataan Pembangunan Indonesia
1 jam yang lalu
Bangun Harapan dari...
Bangun Harapan dari Wilayah 3T, PNM Peduli Tingkatkan Fasilitas SD Inpres Wae Moto
1 jam yang lalu
Di Kongres Nasional...
Di Kongres Nasional PMKRI, Sudirman Said Ajak Mahasiswa Bangun Kepemimpinan Intrinsik
2 jam yang lalu
PASTI INDONESIA Kawal...
PASTI INDONESIA Kawal Praperadilan dan Penangguhan Penahanan Babe Aldo
3 jam yang lalu
Infografis
Waspada! Ini Gejala...
Waspada! Ini Gejala Super Flu yang Masuk ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved