Diserbu Warga, Menteri Yassona Minta Maaf Soal Tanjung Priok Kriminal

Kamis, 23 Januari 2020 - 08:29 WIB
Diserbu Warga, Menteri...
Diserbu Warga, Menteri Yassona Minta Maaf Soal Tanjung Priok Kriminal
A A A
JAKARTA - Setelah mendapat kritikan dari berbagai tokoh dan kalangan masyarakat serta aksi demontrasi besarbesaran, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkum HAM) Yasonna Laoly akhirnya meminta maaf atas pernyataan ”kriminal di Priok” yang dilontarkan dan menjadi
kontroversi. Dia mengatakan tak bermaksud menyinggung perasaan warga Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Kontroversinya ini bermula saat Yasonna berbicara soal kriminalitas yang di hubungkan
dengan daerah kumuh di kawasan Tanjung Priok saat acara Resolusi Pe masyarakatan 2020 di Lapas Narkotika Kelas II-A Ja karta.

”Maka saya menyampaikan permohonan maaf. Akan tetapi, sekali lagi, ingin saya sampaikan saya sedikit pun tidak punya maksud itu,” kata Yasonna di Kantor Kemen kumham, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, kemarin

Sebelumnya ribuan warga Tanjung Priok menggeruduk Kantor Kemenkum HAM. Massa mendesak Yasonna meminta maaf karena telah memberikan stigma negatif Tanjung Priok sebagai daerah penghasil kriminalitas.

Pengamat politik Sabang Merauke Circle Syahganda Nainggolan mengatakan, Yasonna memiliki tiga wajah, yaitu sebagai menteri yang mewakili negara, petinggi PDIP, dan sebagai profesor. Dalam konteks elite bangsa, Yasonna tidak bisa menguraikan sebuah komparasi yang membangun stigma jelek pada sebuah ko munitas maupun masyarakat. ”Seorang penguasa bukanlah pembuat wacana, melainkan bertugas memecahkan masa lah,” katanya.
Anggota Komisi III dari Fraksi Demokrat Santoso menyebut Yasonna sebagai pejabat tinggi negara yang seharusnya turut bertanggung jawab memperbaiki kondisi sosial, ekonomi, dan budaya. Bukan justru sebaliknya, memperkeruh kondisi sosial masyarakat dengan pernyataan kontra produktif.

Karena itu, dia meminta Yasonna menarik kembali ucapannya seputar Priok sebagai
daerah miskin yang melahirkan premanisme dan kriminal yang menimbulkan polemik dan menyulut kemarahan warga Priok. ”Bapak Yasonna harus tarik kembali ucapannya agar
polemik ini tidak semakin panas,” tandas nya.

Santoso menyinggung latar belakang Yasonna se bagai profesor kriminologi bukan menjadi dalil pembenar melontarkan sebuah pernyataan yang memiliki risiko menciptakan gesekan di mas yarakat.

”Bukankah se orang menteri seharusnya mengayomi masyarakat, menciptakan keteduhan, bukan sebaliknya, menciptakan kegaduhan,”
imbuhnya.

Yasonna, menurut Santoso, seharusnya memper timbangkan sejarah sosialyang hidup di masyarakat Priok sebelum memberi penilaian, apalagi melabelkan dengan daerah miskin dan
kriminal.Sejarah membuktikan bagaimana masyarakat Priok berani menentang rezim Orde Baru yang kemudian dikenal dengan ”Pe ris tiwa Tanjung Priok”. ”Artinya, warga Priok tidak pernah takut menentang kezaliman sekalipun itu harus berhadapan dengan pengua sa,” katanya. (Helmi Syarif)
(ysw)
Berita Terkait
Mencekam! Bentrokan...
Mencekam! Bentrokan Pecah di Konawe, Warga Protes Debu Batu Bara Dibalas Tembakan Gas Air Mata
Kantor Bawaslu Bengkulu...
Kantor Bawaslu Bengkulu Selatan Kembali Didemo, Massa Bawa Keranda Mayat
Terancam, Tenaga Medis...
Terancam, Tenaga Medis dan Warga Pendatang Mengungsi Tinggalkan Kobakma Papua
Camat Parung Panjang...
Camat Parung Panjang Ngumpet di Kantor, Massa Demo dan Aparat Saling Dorong
Warga Ramai-ramai Kepung...
Warga Ramai-ramai Kepung Kantor Camat Parung Panjang, Sindir Pungli: Ada Uang Seratus, Jalan Lu Mulus
Diluruk Puluhan Warganya,...
Diluruk Puluhan Warganya, Kades di Gresik Ini Pilih Kabur
Berita Terkini
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
8 jam yang lalu
Gelar Pernas XIII di...
Gelar Pernas XIII di Klaten, FMKI Keluarkan Seruan Moral
8 jam yang lalu
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
9 jam yang lalu
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
9 jam yang lalu
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
11 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
12 jam yang lalu
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved