Labuan Bajo Jadi Pilot Project Manajemen Krisis Bencana di 5 Destinasi Super Prioritas

Rabu, 22 Januari 2020 - 17:05 WIB
Labuan Bajo Jadi Pilot...
Labuan Bajo Jadi Pilot Project Manajemen Krisis Bencana di 5 Destinasi Super Prioritas
A A A
LABUAN BAJO - Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOPLBF) bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melakukan komunikasi dan penjajakan awal dalam rangka membangun sistem Manajemen Krisis Bencana di Labuan Bajo, Selasa, 21 Januari 2020. ( Baca: Rini Berharap Marina Labuan Bajo Dapat Dimanfaatkan Semua Kalangan)

Pertemuan yang dilakukan di Kantor BOPLBF tersebut sekaligus untuk menindaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo saat berkunjung ke Labuan Bajo tentang perlunya mengembangkan pariwisata kedepannya yang lebih baik, salah satunya memberi jaminan keamanan bagi para wisatawan yang berkunjung ke Labuan Bajo dan sekaligus menunjang kebutuhan Labuan Bajo sebagai Destinasi Pariwisata Super Premium.

“Perlu sekali melakukan integrasi baik berkaitan dengan kerapian, kebersihan, kenyamanan dan keamanan bagi para wisatawan yang datang,” ungkap Presiden dalam Rapat Terbatas di Villa Resort Plataran Labuan Bajo, Minggu 20 Januari 2020.

Rapat dihadiri oleh antara lain, Direktur Destinasi BOPLBF Heribertus GL Nabit; Kepala BPBD Kabupaten Manggarai Barat Dominikus Hawan; Team advance BNPB dan para staf BOPLBF tersebut membahas hal-hal yang perlu dilakukan terkait mitigasi bencana dan menyepakati hal-hal yang perlu untuk ditindaklanjuti sebagai langkah awal keseriusan pemerintah dalam upaya penanggulangan bencana.

Dalam rapat tersebut disepakati beberapa hal, antara lain dengan membangun koordinasi bersama Pemda melalui berbagai dinas terkait. Kolaborasi lintas kewenangan dan lembaga ini memastikan Labuan Bajo sebagai pilot project Manajemen Krisis Bencana dari lima destinasi super prioritas yang sudah ditetapkan.

Selain itu, perlu adanya kantor bersama yang mengandung unsur dari dinas dan lembaga yang saling berkaloborasi untuk mitigasi bencana.

Direktur Destinasi BOPLBF, Heribertus GL Nabit mengungkapkan optimismenya. Menurut Heri, mitigasi bencana perlu mendapat perhatian serius dalam menunjang aspek keamanan wisatawan di daerah pariwisata.

"Setiap tahun Labuan Bajo mengalami kenaikan jumlah pengunjung, sementara disisi lain kondisi alam kadang tidak bisa kita prediksi, begitupun bencana tidak bisa kita hindari, tetapi membangun sistem mitigasi yang kuat melalui kolaborasi lintas kewenangan dan kelembagaan saya yakini apapun keadaannya dapat ditangani dengan sigap dan cekatan," tegas Heri.

Selain itu Heri juga menjelaskan, sistem mitigasi bencana yang mumpuni tidak saja memberi jaminan keamanan bagi para wisatawan tetapi juga memberi jaminan keamanan bagi masyarakat Manggarai Barat secara keseluruhan.

"Penguatan sistem mitigasi bencana ini kan dibangun dan diterapkan bukan hanya karena Labuan Bajo sebagai destinasi wisata saja, tetapi juga bisa bermanfaat bagi masyarakat Labuan Bajo. Potensi bencana setidaknya bisa kita antisipasi lebih dini," lanjut Heri.

Kepala BPBD Kabupaten Manggarai Barat, Dominikus Hawan menyambut baik rencana kolaborasi penguatan sistem mitigasi bencana ini. Menurut Dominikus, pihaknya sejauh ini masih terus membutuhkan dukungan terutama terkait SDM.

"Kami sejauh ini masih mengalami kendala di SDM kami. Dengan adanya sinergi ini, apalagi dengan rencana membangun kantor bersama kami berharap makin bisa memperkuat SDM kami, terutama sistem mitigasi dengan kolaborasi lintas kewenangan ini akan menjadi pilot project destinasi super prioritas," ungkap Dominikus.

Sebagai tahap awal, dalam beberapa hari ini 3 Tim Ahli BNPB akan turun ke Labuan Bajo dan sementara berkantor di Kantor BOPLBF sebelum akhirnya bersama semua unsur terkait membangun kantor bersama yang juga akan menjadi crisis center, sekaligus posko permanen.

Selama berada di Labuan Bajo Tim Ahli BNPB akan melakukan penelusuran terkait kebutuhan mitigasi bencana dan pengumpulan data untuk memastikan kesiapan penanggulangan bencana.

Berdasarkan Data Informasi Bencana Indonesia BNPB, selama 10 tahun terakhir, Labuan Bajo (Manggarai Barat) bencana yang mendominasi adalah:

1.) Cuaca ekstrim (puting beliung) yakni sebesar 54.5%.
2.) Bencana hidrometeorologi lainnya seperti banjir longsor dan puting beliung pernah terjadi pada tahun 2004, 2006, 2009, 2012, 2014, 2017, 2018

Berdasarkan Kajian Risiko Bencana 10 tahun terakhir di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Gempa bumi merupakan bencana yang paling banyak jumlah penduduk berpotensi terpapar sebanyak 256 ribu jiwa di Manggarai barat.

Secara alami kondisi topografi memberikan tanah yang tinggi di dekat objek wisata sehingga menguntungkan untuk evakuasi vertikal. Akan tetapi perlu dibuat petunjuk arah dan papan informasi lokasi Tempat Evakuasi Sementara dengan enam bahasa resmi PBB (Arab, Tionghoa, Spanyol, Inggris, Prancis, Rusia) serta desain jalur evakuasi yang tepat.
(sms)
Berita Terkait
Kebut Pemulihan Sektor...
Kebut Pemulihan Sektor Parekraf, Sandiaga Uno Gandeng PT MRT Jakarta Hadirkan Lima Destinasi Super Prioritas di Ibu Kota
Sinergi Mendorong Perkembangan...
Sinergi Mendorong Perkembangan Pariwisata di Labuan Bajo
Labuan Bajo Siap Jadi...
Labuan Bajo Siap Jadi Venue Side Event G20, Diharapkan Tingkatkan Kunjungan Wisatawan
Labuan Bajo Masuk 10...
Labuan Bajo Masuk 10 Destinasi Wisata Terbaik di Asia 2026 Versi Condé Nast Traveler
Pengembangan 5 Destinasi...
Pengembangan 5 Destinasi Pariwisata Super Prioritas di NTT Dipercepat
4 Fakta Menarik Labuan...
4 Fakta Menarik Labuan Bajo, Kota Seribu Sunset
Berita Terkini
Kang Cucun Ajak Pesantren...
Kang Cucun Ajak Pesantren Cetak Santri Unggul Berjiwa Wirausaha dan Literasi Digital
4 menit yang lalu
Peringati Tahun Baru...
Peringati Tahun Baru Islam, DPP PSI Santuni 100 Anak Yatim dan Duafa
25 menit yang lalu
KAMMI Sesalkan Pembubaran...
KAMMI Sesalkan Pembubaran Forum Diskusi di UGM
34 menit yang lalu
Gempa Magnitudo 6,7...
Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sulteng, 1 Warga Sigi Meninggal Dunia
51 menit yang lalu
Yayasan Syarif Hidayatullah...
Yayasan Syarif Hidayatullah Dipakai Tanpa Izin, UIN Jakarta Siapkan Langkah Hukum
1 jam yang lalu
Gunung Merapi Erupsi,...
Gunung Merapi Erupsi, Guguran Lava Meluncur 2 Kilometer ke Arah Barat
1 jam yang lalu
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved