Siswi SMPN Jaktim Ditinggal Ibu hingga Nekat Bunuh Diri
Senin, 20 Januari 2020 - 21:04 WIB
Siswi SMPN Jaktim Ditinggal Ibu hingga Nekat Bunuh Diri
A
A
A
JAKARTA - Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bidang Pendidikan, Retno Listyarti menyatakan bahwa siswi SMPN Jakarta Timur murni melakukan bunuh diri akibat ada persoalan keluarga.
Retno mengatakan, di media sosialnya itu memang muncul kalimat-kalimat kangen dengan sang ibu. Adapun sang ibu sudah meninggal sementara si ibunya ini dianggap yang paling tahu tentang dirinya, tempat mengadu dan tempat berlindung.
"Jadi dia merasa kehilangan betul. Nah perasaan kehilangan ini kan belum sembuh yah. orang tuanya bercerai saja berat bagi anak, dia belum pulih secara psikologi muncul problem ibunya meninggal," kata Retno di lokasi, Senin (20/1/2020).
Menurut Retno, situasi tersebut merupakan hal terberat bagi seorang anak dalam menghadapi problema kehidupan. "Sementara problem yang dimunculkam adalah kehilangan sang ibu itu yang paling memukul sanga anak. Jadi perubahan sikap yang paling kuat adalah ketika ibunya meninggal," ujar Retno.
Sebelum peristiwa itu terjadi, Retno menuturkan, bahwa sang anak sering mengalami sakit sehingga membuat pihak sekolah ingin tahu penyebab pasti dan karena itu memanggil orang tua siswi tersebut. Namun, belum sempat keluarga datang dan siswi tersebut bicara dengan keluarga, dia sudah lompat dari lantai 4.
"Mau diobrolin oleh keluarganya mau diobrolin, kenapa sih sering pusing, sering sakit? Ada hal yang mai dibicarakan dengan keluarga," ucapnya. Sebelumnya diberitakan, SN (14) siswi SMPN sekolah di Jakarta Timur nekat mengakhiri hidupnya dengan cara meloncat dari gedung lantai 4 sekolahnya pada Selesa 14 Januari 2020. (Baca: Terjun dari Lantai 4, Siswi SMPN Tewas)
Atas kejadian tersebut SN sempat mendapatkan perawatan intensif Rumah Sakit Polri Kramat Jati. Namun nahas baginya karena mendapatkan luka dalam yang sangat serius sehingga menyebabka SN menghembuskan nafas terakhir pada Kamis 16 Januari 2020.
Retno mengatakan, di media sosialnya itu memang muncul kalimat-kalimat kangen dengan sang ibu. Adapun sang ibu sudah meninggal sementara si ibunya ini dianggap yang paling tahu tentang dirinya, tempat mengadu dan tempat berlindung.
"Jadi dia merasa kehilangan betul. Nah perasaan kehilangan ini kan belum sembuh yah. orang tuanya bercerai saja berat bagi anak, dia belum pulih secara psikologi muncul problem ibunya meninggal," kata Retno di lokasi, Senin (20/1/2020).
Menurut Retno, situasi tersebut merupakan hal terberat bagi seorang anak dalam menghadapi problema kehidupan. "Sementara problem yang dimunculkam adalah kehilangan sang ibu itu yang paling memukul sanga anak. Jadi perubahan sikap yang paling kuat adalah ketika ibunya meninggal," ujar Retno.
Sebelum peristiwa itu terjadi, Retno menuturkan, bahwa sang anak sering mengalami sakit sehingga membuat pihak sekolah ingin tahu penyebab pasti dan karena itu memanggil orang tua siswi tersebut. Namun, belum sempat keluarga datang dan siswi tersebut bicara dengan keluarga, dia sudah lompat dari lantai 4.
"Mau diobrolin oleh keluarganya mau diobrolin, kenapa sih sering pusing, sering sakit? Ada hal yang mai dibicarakan dengan keluarga," ucapnya. Sebelumnya diberitakan, SN (14) siswi SMPN sekolah di Jakarta Timur nekat mengakhiri hidupnya dengan cara meloncat dari gedung lantai 4 sekolahnya pada Selesa 14 Januari 2020. (Baca: Terjun dari Lantai 4, Siswi SMPN Tewas)
Atas kejadian tersebut SN sempat mendapatkan perawatan intensif Rumah Sakit Polri Kramat Jati. Namun nahas baginya karena mendapatkan luka dalam yang sangat serius sehingga menyebabka SN menghembuskan nafas terakhir pada Kamis 16 Januari 2020.
(whb)