Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja Ancaman Bagi Buruh

Senin, 20 Januari 2020 - 13:36 WIB
Omnibus Law Cipta Lapangan...
Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja Ancaman Bagi Buruh
A A A
JAKARTA - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menolak Omnibus Law cipta lapangan kerja karena ada poin yang menyiratkan untuk menghapus sistem upah minimum. Ke depan akan mendegradasi sistem upah minimum dan digantikan dengan upah per jam.

"Buruh akan dihitung per jam dalam jam kerjanya. Kalau dia bekerja dalam satu bulan hanya dua minggu, maka dipastikan upahnya hanya sepertiga atau paling tinggi setengah dari nilai upah minimum yang berlaku di suatu daerah," ujar Said di DPR, Jakarta, Senin (20/1/2020).

Menurut dia, seharusnya omnibus law tak perlu diatur jika itu untuk pekerja paruh waktu atau tenaga ahli. Sebab, akan membuat buruh kembali menjadi absolut miskin. "Karena itu kami menolak karena akan menghapuskan upah minimum," tuturnya. (Baca juga: Demo Buruh di Depan DPR, Penutupan Jalan Bersifat Situasional)

Selain itu, omnibus law mengakibatkan hilangnya pesangon. Walaupun Menko Perekonomian dan Menteri Perindustrian serta Menaker menyatakan pesangon tetap ada, tapi akan diberikan on the top yaitu disebut dengan tunjangan PHK sebesar 6 bulan upah.

"Tidak mungkin dibayar. Darimana biaya untuk memberikan upah kalau seorang pekerja di Jakarta upahnya Rp4,2 juta kali 6 bulan, satu orang berarti Rp24 juta dia dapat. Darimana uangnya?" katanya.

Said mengatakan, jaminan pensiun dan jaminan kesehatan seketika hilang karena orang yang bekerja di bawah upah minimum dibayar pengusaha. Kalau RUU ini disahkan mengakibatkan pengusaha tidak punya kewajiban membayar uang jaminan pensiun dan jaminan kesehatan.

"Siapa yang bayar? Sudah upah di bawah minimum, tidak ada lagi jaminan. Ini mengancam masa depan tenaga kerja lokal dimana negara tidak bisa melindungi," ujarnya.
(jon)
Berita Terkait
Ratusan Buruh Bongkar...
Ratusan Buruh Bongkar Gelar Demo di Gudang Bulog Kelapa Gading
10 Demonstrasi Terbesar...
10 Demonstrasi Terbesar dalam Sejarah, Salah Satunya Pawai Perempuan
Massa Buruh Ogah Pulang,...
Massa Buruh Ogah Pulang, KASBI: Kami Bertahan, Menunggu Respons Pemerintah!
Buruh Ancam Gelar Aksi...
Buruh Ancam Gelar Aksi Nasional jika Program Tapera Tak Dibatalkan
May Day 2024, Massa...
May Day 2024, Massa Mulai Bergerak di Jalan MH Thamrin Menuju Patung Kuda
May Day, Massa Buruh...
May Day, Massa Buruh Mulai Long March dari Balai Kota Jakarta ke Patung Kuda
Berita Terkini
Teladani KH. Wahab Hasbullah,...
Teladani KH. Wahab Hasbullah, Menag Dorong Pesantren Cetak Generasi Unggul
36 menit yang lalu
24 RW di Jakarta Bakal...
24 RW di Jakarta Bakal Alami Gangguan Air Bersih, Ini Penyebabnya
1 jam yang lalu
Tarif Sejumlah Rute...
Tarif Sejumlah Rute Transjabodetabek Bakal Dinaikkan, Termasuk Blok M-Bandara Soetta
2 jam yang lalu
CFD Rasuna Said Tetap...
CFD Rasuna Said Tetap Digelar Minggu 7 Juni, Catat Waktunya!
2 jam yang lalu
Kebakaran Permukiman...
Kebakaran Permukiman Warga di Cideng, 5 Orang Terluka dan 1 Tewas
4 jam yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Berangsur Normal setelah Kebakaran di Sekitar Rel Dipadamkan
4 jam yang lalu
Infografis
Ancaman Perang Kian...
Ancaman Perang Kian Nyata, 8 Negara Minta Warganya Tinggalkan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved