Raja Keraton Agung Sejagat Dianggap Kemunculan Ratu Adil

Jum'at, 17 Januari 2020 - 20:27 WIB
Raja Keraton Agung Sejagat...
Raja Keraton Agung Sejagat Dianggap Kemunculan Ratu Adil
A A A
PURWOREJO - Sosok Toto Santoso (42) mendadak terkenal setelah muncul sebagai Raja Keraton Agung Sejagat di Purworejo Jawa Tengah. Foto dan videonya mengenakan pakaian ala bangsawan beredar di media sosial hingga menghiasi layar televisi. (Baca: Usai Pinjam Uang Rp1,3 Miliar, Raja Keraton Agung Sejagat Kabur)

Pria asal Jakarta Utara itu mendeklarasikan diri sebagai raja bergelar Rakai Mataram Agung. Saat bertahta di singgasana, dia didampingi permaisuri Fanni Aminadia (41) yang bergelar Kanjeng Ratu Dyah Gitarja.

Penampilan dan gaya bicara keduanya berhasil menarik perhatian ratusan orang untuk menjadi pengikut. Bahkan, mereka rela membayar hingga puluhan juta rupiah demi menjadi punggawa kerajaan.

Pengikut juga dijanjikan jabatan dan gaji besar. Saat perekrutan mereka didoktrin, jika tak mengakui dengan keraton maka akan mendapat banyak malapetaka, sementara jika bergabung bakal merasakan perubahan nasib menjadi lebih baik.

"Biasanya dalam kajian antropologi religi fenomena seperti itu muncul itu ketika masyarakat dalam kondisi yang tidak stabil. Semacam keresahan, ada gejolak, misalnya karena politik, ekonomi, dan lain-lain," kata Antropolog Universitas Negeri Semarang (Unnes), Nugroho Trisnu Brata, Jumat (17/1/2020).

"Masyarakat mengharapkan datangnya sosok sebagai juru selamat, juru damai, yang membebaskan masyarakat dari kondisi tidak nyaman berkepanjangan," tambahnya.

Dia menjelaskan, sosok yang dianggap sebagai juru selamat atau Ratu Adil sebelumnya juga pernah terjadi. Apalagi, pada zaman penjajahan kondisi rakyat menderita hingga merindukan tokoh yang bisa menyelamatkan mereka.

"Dulu pernah Pangeran Diponegoro itu dianggap sebagai Ratu Adil atau Mesias, karena masyarakat dijajah kemudian terpuruk secara ekonomi juga tertindas. Pangeran Diponegoro muncul dan dianggap sebagai Ratu Adil, sebagai Imam Mahdi dalam pandangan Islam," terangnya.

"Sebelumnya Pangeran Mangkubumi Raja Yogja , dianggap juga sebagai Mesias," singkat dosen Antropologi Unnes tersebut.

Trisnu melanjutkan, pada kondisi sekarang masih banyak masyarakat yang belum mendapatkan penghidupan layak. Mereka kesulitan mencari pekerjaan sehingga timbul keinginan mendapatkan kekayaan maupun jabatan secara instan.

"Banyak orang yang gelisah mungkin, ingin mendapat kekayaan dengan cara instan, cepat tanpa harus bekerja keras. Juga ingin dapat kedudukan, pangkat dengan instan," timpalnya.
"Fenomena masyarakat yang gelisah seperti itu cari kerja, cari uang dengan jalan pintas ditangkap oleh beberapa orang yang cerdik, pintar bicara meyakinkan orang, membuat halusinasi. Seperti Toto Santoso ini orang yang bisa menangkap (masyarakat galau)," beber dia.

Sebelum mendirikan keraton di Desa Pogung Jurutengah, Kecamatan Bayan Purworejo, Toto pernah melakukan hal serupa di Yogyakarta. Namun, dia mendapat penolakan masyarakat sehingga mencari tempat lain untuk memuluskan rencananya.

"Di Yogya dia pernah sampaikan tapi tidak laku, kemudian bergeser ke Purworejo akhirnya laku. Ketemu di situ, antara orang yang pingin cepet kaya, cepet punya pangkat dengan sosok yang seolah bisa memberikan harapan-harapan seperti itu," ujarnya.

"Kemudian halusinasi yang sebenarnya muncul seolah-olah kalau mau bergabung (dengan keraton) maka cepet kaya, punya jabatan juga pangkat seperti perdana menteri, panglima, itu semuanya bayar. Seolah-olah mereka sudah terpenuhi keinginannya, padahal sebenarnya mereka sebenarnya dihisab juga oleh si Toto yang katanya raja dan sinuhun itu," tandas dia.
(sms)
Berita Terkait
Enam Kerajaan Fiktif...
Enam Kerajaan Fiktif di Indonesia yang Muncul dan Bikin Geger
Kabar Terakhir Raja...
Kabar Terakhir Raja Agung Sejagat, Divonis Empat Tahun Penjara
Kisah Keraton Dalem...
Kisah Keraton Dalem Agung Pakungwati, Kasultanan Cirebon dan Banten
Penampakan Rumah Termahal...
Penampakan Rumah Termahal Sejagat Milik Putra Mahkota Arab Saudi
Masjid Agung Surakarta,...
Masjid Agung Surakarta, Simbol Historis Dinasti Mataram Islam
Haul Sultan Agung Peringati...
Haul Sultan Agung Peringati Perjuangan untuk Bangsa
Berita Terkini
Pesawat PT AMA Diduga...
Pesawat PT AMA Diduga Ditembaki hingga Dibakar KKB Baru Pimpinan M Mbalingga
1 jam yang lalu
Perkuat Pelayanan Masyarakat,...
Perkuat Pelayanan Masyarakat, Partai Perindo Hadirkan Pemeriksaan Kesehatan dan LBH Gratis di Pati
1 jam yang lalu
Konser HS Hey Slank...
Konser HS Hey Slank Sambangi Bandung, Spirit Dukung Industri Kreatif
1 jam yang lalu
Update, 3 Polisi Gugur...
Update, 3 Polisi Gugur saat Penggerebekan Bandar Narkoba di Kalteng
3 jam yang lalu
Kostrad Run 2026 di...
Kostrad Run 2026 di Monas, Warga Senang Lihat Alutsista
5 jam yang lalu
PM Singapura Kunjungi...
PM Singapura Kunjungi Indonesia, 8 Ruas Jalan Ini Ditutup Sementara
7 jam yang lalu
Infografis
20 Negara yang Pernah...
20 Negara yang Pernah Dijajah Alexander Agung, dari Pakistan hingga Palestina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved