Banjir Besar, Peneliti ITB Sebut Hujan di Jabodetabek Kejadian Langka

Jum'at, 10 Januari 2020 - 19:13 WIB
Banjir Besar, Peneliti...
Banjir Besar, Peneliti ITB Sebut Hujan di Jabodetabek Kejadian Langka
A A A
JAKARTA - Peneliti dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Tri Wahyu Hadi menyebutkan, hujan yang terjadi pada 31 Desember 2019 hingga 1 Januari 2010 merupakan kejadian langka yang jarang terjadi di Jabodetabek pada kurun waktu tertentu.

Menurut Tri, hujan yang terjadi di Jabodetabek sebenarnya sudah tergambarkan oleh beberapa citra satelit dan radar cuaca. Namun saat itu tidak bisa diprediksi kapan dan durasi terjadinya hujan. Bahkan, hujan di wilayah itu membentuk sistem garis (squall line), walaupun perlu dikonfirmasi lebih lanjut untuk analisis ini.

"Memang kali ini berbeda kasusnya. Ada air kiriman (dari hulu), ditambah hujan tinggi di hilir. Memang pada tanggal 29 Desember, prediksi curah hujan sampai 30%. Tanggal 31 sampai 70-80% dan itu naik drastis. Itu sudah diprediksi oleh model cuaca," kata dia pada diskusi LPPM ITB di CC Timur ITB, Kota Bandung, Jumat (10/1/2020).

Menurut dia, yang membedakan dari hujan di Jabodetabek, terjadi hingga 24 jam. Hujan dengan durasi lama dan tinggi, jarang terjadi di utara jawa dengan kondisi awan yang terjadi antara 50 hingga 100 tahun. Walaupun di Sumatera sudah sering terjadi untuk awan squale line.

Data dari berbagai sumber, curah hujan di Jabodetabek tinggi, Stasiun BMKG tercatat sampai 370 mm/hari. Tetapi, menariknya DAS Ciliwung tidak banyak terima hujan. Padahal biasanya banjir Jakarta dari terjadi akibat luapan Sungai Ciliwung.

Hal itu bisa dilihat pada tinggi air di pintu air Katulampa pada tanggal itu 1,8 meter dan Depok 4,3 meter. Sementara di hilir, terjadi kenaikan di Pintu Air Manggarai 9,6 meter. Artinya, curah hujan tinggi di hilir.

"Ini memang belum puncak musim hujan. Tetapi apakah hujan dengan curah hujan tinggi bakal terjadi lagi, tidak bisa diprediksi untuk kasus yang sama seperti ini. Apakah sampai 24 atau berdurasi sebentar," imbuh dia.
(ysw)
Berita Terkait
BNPB: Kerugian Akibat...
BNPB: Kerugian Akibat Banjir Jabodetabek Capai Rp1,6 Triliun
Sejumlah Wilayah di...
Sejumlah Wilayah di Bekasi Masih Tergenang Banjir
Sejumlah Wilayah Bekasi...
Sejumlah Wilayah Bekasi Masih Terendam Banjir, Jalan Perjuangan Lumpuh
Banjir Bekasi Seatap...
Banjir Bekasi Seatap Rumah Warga, Lebih Parah dari 2020
Presiden AS Joe Biden:...
Presiden AS Joe Biden: Jakarta Tenggelam 10 Tahun Mendatang
Sebelum Surut, Basarnas...
Sebelum Surut, Basarnas Evakuasi 25 Korban Banjir di Bekasi dan Bogor
Berita Terkini
Usai Jadi Tersangka,...
Usai Jadi Tersangka, Rumah Dinas Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Sepi Tanpa Aktivitas
3 jam yang lalu
Pekan Dekranasda Tangsel...
Pekan Dekranasda Tangsel 2026, Momentum Perkenalkan Produk Lokal UMKM
4 jam yang lalu
Komitmen Berkelanjutan,...
Komitmen Berkelanjutan, Tracon Industri Kolaborasi Tanam 500 Mangrove di Karawang
6 jam yang lalu
2 Pencuri Kabel Rp143...
2 Pencuri Kabel Rp143 Juta di Cikarang Selatan Ditangkap saat Beraksi
8 jam yang lalu
Jangan Lewatkan Bebas...
Jangan Lewatkan Bebas Denda Pajak Kendaraan, Gerai Samsat Hadir di PRJ
8 jam yang lalu
MUI Kecam Keras 27 Pelaku...
MUI Kecam Keras 27 Pelaku Rudapaksa Remaja di Madura: Hukuman Berat Harus Diberlakukan
8 jam yang lalu
Infografis
Upaya Mengatasi Banjir...
Upaya Mengatasi Banjir di Jakarta, 13 Sungai Dikeruk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved