Bantuan Logistik ke Desa Terisolir Terdampak Banjir dan Longsor Akhirnya Tembus
Kamis, 09 Januari 2020 - 18:02 WIB
Bantuan Logistik ke Desa Terisolir Terdampak Banjir dan Longsor Akhirnya Tembus
A
A
A
BOGOR - Bantuan logistik ke sejumlah perkampungan lokasi banjir dan tanah longsor yang sulit dijangkau akhirnya bisa sampai setelah diakses malalui udara. Salah satunya Desa Cileuksa yang berada di kaki Gunung Halimun.
"Alhamdulillah, sudah kita tembus menggunakan helikopter TNI AU Lanud Atang Sendjaja dan BNPB. Alhamdulillah sembako atau makanan terbagi semua, tidak ada yang berebut karena didampingi prajurit atau anggota TNI-Polri," ujar Komandan Pelaksana Penanganan Bencana dan Pengungsian Kabupaten Bogor, Dandim 0621/ Kabupaten Bogor, Letkol Inf Harry Eko Sutrisno, saat dihubungi melalui telepon seluler, Kamis (09/01/2020). (Baca juga: 11 Desa di Kabupaten Bogor Terisolasi Akibat Jalan Tertimbun Tanah Longsor)
Menurut dia, masih ada empat desa, yakni Desa Cileuksa, Kiara Pandak, Cisarua dan Malasari, yang terisolir dan sedang diupayakan membuka akses jalan. Minimal logistik bisa masuk. "Kita juga sudah membangun rumah hunian sementara bagi korban atau pengungsi di desa terisolir itu," katanya.
Ia mengimbau kepada masyarakat yang hendak memberikan bantuan, sebaiknya ke posko bencana terpadu di Kantor Kecamatan Sukajaya dan Cibinong, Kabupaten Bogor. "Sebab kalau langsung mengirim ke lokasi bencana khawatir terjadi insiden kecelakaan, karena kendaraan harus yang rekomended (mobil offroad 4x4 atau double gardan). Apalagi jalan yang sudah terbuka pun masih dipenuhi lumpur bahkan berpotensi terjadi longsor susulan," tukasnya. (Baca juga: Sudah Sepekan Desa Malasari Bogor Terisolir Akibat 20 Titik Longsor)
Saat ini, kata dia, tim gabungan yang melakukan proses evakuasi para pengungsi masih bekerja keras, baik membuka jalan-jalan tertutup longsor maupun memasok logistik ke sejumlah desa terisolir. "Fokus kita sekarang adalah bagaimana caranya semua bantuan, baik sembako maupun pakaian, selimut, dan tenda, sampai ke para pengungsi atau masyarakat yang desanya terisolir," paparnya.
Pihaknya sudah mengerahkan seluruh Babinsa dan Babinkamtibnas maupun aparat desa untuk menyuplai logistik ke kampung-kampung yang memang lokasinya berada di perbukitan dan tebingan pegunungan. "Baik melalui jalur darat menggunakan kendaraan 4X4 milik TNI-Polri maupun udara menggunakan dua helikopter milik TNI AU dan BNPB, bantuan logistik sudah sampai ke masyarakat yang mengungsi di desa-desa terdampak secara merata," katanya. (Baca juga: Hari Terakhir Pencarian, 3 Korban Tanah Longsor di Bogor Belum Ditemukan)
Terkait pencarian korban hilang akibat tertimbun longsor, sudah diputuskan diperpanjang hingga tiga hari ke depan. Saat ini pihaknya masih kesulitan melakukan pencarian akibat medan yang berat. "Lumpur di lokasi tertimbunnya tiga korban longsor di Desa Harkat Jaya ini setinggi 10-15 meter. Bahkan tiap hari hujan, menyebabkan sulitnya proses pencarian yang dilakukan oleh Basarnas, TNI-Polri, BPBD, BNPB, bahkan Brimob maupun Kopassus turun ke lokasi," ungkap Harry yang saat ini sedang berada di Desa Urug.
Ia mengaku segala macam cara proses pencarian sudah dilakukan, mulai dari alkon (penyemprotan lumpur menggunakan air), penyisiran, mengerahkan tiga anjing K-9, hingga membuat sumur bor. "Tapi sampai hari kedelapan ini belum juga membuahkan hasil. Yang jelas kita di sini sudah berupaya maksimal," ungkapnya. (Baca juga: Pencarian Korban Dilanjutkan, 14 Ribu Warga Bogor Masih Mengungsi)
Walapun ada indikasi, seperti bau bangkai, namun ternyata berasal dari beberapa hewan ternak yang tertimbun. "Mudah-mudahan di hari berikutnya atau hingga batas waktu tambahan ini, korban bisa ditemukan. Kita semua berdoa, karena khususnya keluarga, berharap ketiga korban ini segera ditemukan," bebernya.
"Alhamdulillah, sudah kita tembus menggunakan helikopter TNI AU Lanud Atang Sendjaja dan BNPB. Alhamdulillah sembako atau makanan terbagi semua, tidak ada yang berebut karena didampingi prajurit atau anggota TNI-Polri," ujar Komandan Pelaksana Penanganan Bencana dan Pengungsian Kabupaten Bogor, Dandim 0621/ Kabupaten Bogor, Letkol Inf Harry Eko Sutrisno, saat dihubungi melalui telepon seluler, Kamis (09/01/2020). (Baca juga: 11 Desa di Kabupaten Bogor Terisolasi Akibat Jalan Tertimbun Tanah Longsor)
Menurut dia, masih ada empat desa, yakni Desa Cileuksa, Kiara Pandak, Cisarua dan Malasari, yang terisolir dan sedang diupayakan membuka akses jalan. Minimal logistik bisa masuk. "Kita juga sudah membangun rumah hunian sementara bagi korban atau pengungsi di desa terisolir itu," katanya.
Ia mengimbau kepada masyarakat yang hendak memberikan bantuan, sebaiknya ke posko bencana terpadu di Kantor Kecamatan Sukajaya dan Cibinong, Kabupaten Bogor. "Sebab kalau langsung mengirim ke lokasi bencana khawatir terjadi insiden kecelakaan, karena kendaraan harus yang rekomended (mobil offroad 4x4 atau double gardan). Apalagi jalan yang sudah terbuka pun masih dipenuhi lumpur bahkan berpotensi terjadi longsor susulan," tukasnya. (Baca juga: Sudah Sepekan Desa Malasari Bogor Terisolir Akibat 20 Titik Longsor)
Saat ini, kata dia, tim gabungan yang melakukan proses evakuasi para pengungsi masih bekerja keras, baik membuka jalan-jalan tertutup longsor maupun memasok logistik ke sejumlah desa terisolir. "Fokus kita sekarang adalah bagaimana caranya semua bantuan, baik sembako maupun pakaian, selimut, dan tenda, sampai ke para pengungsi atau masyarakat yang desanya terisolir," paparnya.
Pihaknya sudah mengerahkan seluruh Babinsa dan Babinkamtibnas maupun aparat desa untuk menyuplai logistik ke kampung-kampung yang memang lokasinya berada di perbukitan dan tebingan pegunungan. "Baik melalui jalur darat menggunakan kendaraan 4X4 milik TNI-Polri maupun udara menggunakan dua helikopter milik TNI AU dan BNPB, bantuan logistik sudah sampai ke masyarakat yang mengungsi di desa-desa terdampak secara merata," katanya. (Baca juga: Hari Terakhir Pencarian, 3 Korban Tanah Longsor di Bogor Belum Ditemukan)
Terkait pencarian korban hilang akibat tertimbun longsor, sudah diputuskan diperpanjang hingga tiga hari ke depan. Saat ini pihaknya masih kesulitan melakukan pencarian akibat medan yang berat. "Lumpur di lokasi tertimbunnya tiga korban longsor di Desa Harkat Jaya ini setinggi 10-15 meter. Bahkan tiap hari hujan, menyebabkan sulitnya proses pencarian yang dilakukan oleh Basarnas, TNI-Polri, BPBD, BNPB, bahkan Brimob maupun Kopassus turun ke lokasi," ungkap Harry yang saat ini sedang berada di Desa Urug.
Ia mengaku segala macam cara proses pencarian sudah dilakukan, mulai dari alkon (penyemprotan lumpur menggunakan air), penyisiran, mengerahkan tiga anjing K-9, hingga membuat sumur bor. "Tapi sampai hari kedelapan ini belum juga membuahkan hasil. Yang jelas kita di sini sudah berupaya maksimal," ungkapnya. (Baca juga: Pencarian Korban Dilanjutkan, 14 Ribu Warga Bogor Masih Mengungsi)
Walapun ada indikasi, seperti bau bangkai, namun ternyata berasal dari beberapa hewan ternak yang tertimbun. "Mudah-mudahan di hari berikutnya atau hingga batas waktu tambahan ini, korban bisa ditemukan. Kita semua berdoa, karena khususnya keluarga, berharap ketiga korban ini segera ditemukan," bebernya.
(thm)