Belasan Rumah di Griya Cimanggu Indah Bogor Diterjang Longsor dan Banjir
Minggu, 25 Oktober 2020 - 21:08 WIB
loading...
Wali Kota Bogor Bima Arya memantau titik banjir di permukiman Griya Cimanggu Indah, Kedung Badak, Tanah Sareal, Kota Bogor, Minggu (25/10/2020). Foto: SINDOnews/Haryudi
A
A
A
BOGOR - Wali Kota Bogor Bima Arya memantau titik banjir di permukiman Griya Cimanggu Indah, Kedung Badak, Tanah Sareal, Kota Bogor, Minggu (25/10/2020). Banjir di kawasan ini disebabkan longsor yang menutup saluran drainase.
Alat berat pun diturunkan untuk mengurai sumbatan drainase. Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor juga melakukan evakuasi warga di 17 rumah yang terdampak dengan perahu karet.
Sementara Dinas Sosial Kota Bogor menurunkan bantuan berupa natura bagi warga terdampak. Hingga saat ini, petugas gabungan masih berusaha melakukan penanganan secara maksimal dengan pompa apung. (Baca juga: Banjir Tak Kunjung Surut, Warga Griya Cimanggu Indah Akhirnya Mengungsi)
Bima Arya yang tiba di lokasi memimpin langsung penanganan banjir di kawasan tersebut. Bima Arya juga sempat mengunjungi rumah-rumah warga yang terdampak untuk mengetahui kebutuhan apa saja yang dibutuhkan. Tidak ada korban jiwa dalam bencana ini.
“Ada bangunan liar yang longsor kemudian puing-puingnya itu menutupi saluran air. Sudah ketemu titiknya tapi kita sedang usahakan agar dipercepat dilakukan normalisasi. Sekarang masih dikerjakan. Karena itu longsor dan mampet makanya air tidak bisa mengalir. Petugas masih berusaha mengurainya,” ungkap Bima Arya di lokasi.
Menurut Bima, ada 17 rumah yang terdampak. Sebagian sudah dievakuasi oleh petugas, sementara sisanya masih bertahan di lantai dua rumah tersebut. (Baca juga: Cuaca Ekstrem Mengancam, Bupati Bogor Ajak Warga Sadar Jaga Lingkungan)
“Terus kita pantau. Yang penting sekarang percepatan pengerjaan di situ dan dibantu untuk memindahkan barang-barangnya. Saya minta untuk diperhatikan naturanya (bantuan kebutuhan warga), obat-obatan, makanan dan lain-lain,” jelas Bima.
Alat berat pun diturunkan untuk mengurai sumbatan drainase. Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor juga melakukan evakuasi warga di 17 rumah yang terdampak dengan perahu karet.
Sementara Dinas Sosial Kota Bogor menurunkan bantuan berupa natura bagi warga terdampak. Hingga saat ini, petugas gabungan masih berusaha melakukan penanganan secara maksimal dengan pompa apung. (Baca juga: Banjir Tak Kunjung Surut, Warga Griya Cimanggu Indah Akhirnya Mengungsi)
Bima Arya yang tiba di lokasi memimpin langsung penanganan banjir di kawasan tersebut. Bima Arya juga sempat mengunjungi rumah-rumah warga yang terdampak untuk mengetahui kebutuhan apa saja yang dibutuhkan. Tidak ada korban jiwa dalam bencana ini.
“Ada bangunan liar yang longsor kemudian puing-puingnya itu menutupi saluran air. Sudah ketemu titiknya tapi kita sedang usahakan agar dipercepat dilakukan normalisasi. Sekarang masih dikerjakan. Karena itu longsor dan mampet makanya air tidak bisa mengalir. Petugas masih berusaha mengurainya,” ungkap Bima Arya di lokasi.
Menurut Bima, ada 17 rumah yang terdampak. Sebagian sudah dievakuasi oleh petugas, sementara sisanya masih bertahan di lantai dua rumah tersebut. (Baca juga: Cuaca Ekstrem Mengancam, Bupati Bogor Ajak Warga Sadar Jaga Lingkungan)
“Terus kita pantau. Yang penting sekarang percepatan pengerjaan di situ dan dibantu untuk memindahkan barang-barangnya. Saya minta untuk diperhatikan naturanya (bantuan kebutuhan warga), obat-obatan, makanan dan lain-lain,” jelas Bima.
Lihat Juga :