Banjir di Kabupaten Tangerang Rusak Lahan Pertanian dan Fasilitas Umum

Kamis, 09 Januari 2020 - 06:33 WIB
Banjir di Kabupaten...
Banjir di Kabupaten Tangerang Rusak Lahan Pertanian dan Fasilitas Umum
A A A
TANGERANG - Kepala BPBD Kabupaten Tangerang Bambang Sapto mencatat, hanya sekitar 12% wilayah Kabupaten Tangerang yang tergenang banjir 1-2 Januari 2020.

Banjir tersebut, katanya akibat luapan sungai yang melintas di Kabupaten Tangerang. Sungai-sungai itu adalah Cisadane, Cirarab, Cimanceuri, Cidurian, dan Kalisabi. Sedikitnya, ada 5,6% warga yang terdampak. "Pertama di Sungai Cisadane. Menggenangi lima Kecamatan, yakni Kecamatan Curug, Legok, Sepatan, Pakuhaji, Teluknaga," kata Bambang, kepada wartawan, Rabu (8/1/2020) sore.

Di Sungai Cirarab, banjir menggenangi empat kecamatan, yakni Legok, Curug, Cikupa dan Pasar Kemis. Di Sungai Cimanceuri, banjir merendam sembilan kecamatan, terdiri dari Legok, Tigaraksa, Cikupa, Balaraja, Sukadiri, Jambe, Rajeg, Pagedangan dan Kronjo.

Sedang Sungai Cidurian menggenangi empat kecamatan, yakni Cisoka, Jayanti, Kresek, dan Kronjo. Untuk Sungai Kalisabi, luapannya menggenangi satu Kecamatan Kelapa Dua.

"Dampak banjir menyebabkan rusaknya lahan pertanian dan tambak, daerah pesisir dan pemukiman nelayan, pemukiman penduduk, industri dan pergudangan, fasilitas umum seperti sekolah, jalan dan lainnya, serta layanan kesehatan masyarakat," ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Tangerang A. Zaki Iskandar mengatakan, bencana banjir yang terjadi di Jabodetabek mempunyai keterkaitan yang sangat erat satu sama lain.

"Untuk itu perlu dilakukan koordinasi dan penanganan secara terpadu antara wilayah Jabodetabek dalam proses perencanaan pemanfaatan dan pengendalian tata ruang. Ini perlu dibahas bersama," sambungnya.

Menurutnya, curah hujan yang tinggi dan kiriman air dari hulu, merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya banjir di 12% wilayah Kabupaten Tangerang tersebut.

"Berkurangnya daerah resapan air, degradasi lingkungan, penyempitan, serta adanya pendangkalan sungai akibat sedimentasi lumpur, sampah dan belum tertatanya irigasi atau normalisasi sungai juga menjadi faktor lain yang harus diperhatikan," pungkasnya.
(nag)
Berita Terkait
BNPB: Kerugian Akibat...
BNPB: Kerugian Akibat Banjir Jabodetabek Capai Rp1,6 Triliun
Sejumlah Perumahan di...
Sejumlah Perumahan di Tangsel Terendam Banjir hingga 2 Meter
Banjir Priuk Tangerang...
Banjir Priuk Tangerang Masih Setinggi Atap Rumah, Warga Bertahan di Tempat Pengungsian
Banjir di Karang Tengah...
Banjir di Karang Tengah Tangerang, 9.092 Jiwa Terdampak
Hujan Deras Semalam,...
Hujan Deras Semalam, Perumahan Taman Asri Ciledug Banjir
12 RW di Kota Tangerang...
12 RW di Kota Tangerang Terendam Banjir
Berita Terkini
Program Berkelanjutan...
Program Berkelanjutan Kesehatan Jangkau Lebih dari 16.500 Orang
2 jam yang lalu
Perkuat Kolaborasi Inovasi...
Perkuat Kolaborasi Inovasi Perikanan, Bupati Bogor Tinjau Fasilitas Raiser Ikan Hias BRIN
6 jam yang lalu
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran...
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran Lama 09 Roboh, Pramono: Saya Baru Tahu Pas Viral
6 jam yang lalu
Integrasi Satuan Pendidikan,...
Integrasi Satuan Pendidikan, UIN Jakarta: Tak Bergantung pada Satu Putusan PTUN
7 jam yang lalu
2 Gudang Besar Narkoba...
2 Gudang Besar Narkoba di Bogor Dibongkar, Polisi Sita Jutaan Butir Obat Keras Ilegal
9 jam yang lalu
Pipa Gas Meledak di...
Pipa Gas Meledak di Medan, 1 Tewas dan 2 Orang Lainnya Masih Tertimbun
10 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved