Banjir Mojokerto Mulai Surut, Warga Bersihkan Sampah dan Lumpur

Rabu, 08 Januari 2020 - 09:44 WIB
Banjir Mojokerto Mulai...
Banjir Mojokerto Mulai Surut, Warga Bersihkan Sampah dan Lumpur
A A A
MOJOKERTO - Banjir yang merendam puluhan rumah warga di Desa Banyulegi, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur mulai surut, Rabu (8/1/2020). Sejumlah warga pun mulai membersihkan rumahnya dari lumpur dan sampah yang terbawa saat banjir.

Seperti yang dilakukan Amel, warga Dusun Balong, Desa Banyulegi. Sejak pagi, dia sibuk membersihkan lantai rumahnya dari lumpur dan sampah yang terbawa air saat banjir pada Selasa (7/1/2020) dini hari. Kala itu, banjir menggenangi rumahnya hingga setinggi lutut orang dewasa.

"Sejak kemarin sore sudah bersih-bersih karena air memang mulai surut. Tapi pagi ini di bersihkan lagi, soalnya banyak lumpur dan sampah yang terbawa saat banjir. Jika tidak cepat dibersihkan, justru akan kesulitan," kata Amel, Rabu (8/1/2019).

Kendati sempat tergenang banjir, namun kata Amel, tidak ada perabotan berharga yang rusak. Dia mengaku sudah melakukan langkah antisipasi sebelum banjir menerjang. Dia menempatkan benda-benda berharga seperti barang elektronik dan kasur di tempat yang cukup tinggi.

"Kemarin air kan tidak begitu tinggi di dalam rumah, jadi masih aman. Sebab semua peralatan langsung diamankan setelah air mulai menggenangi jalan. Jadi sebenarnya sudah persiapan. Beda dengan tahun lalu, banyak perabotan yang terendam, karena di dalam rumah sampai 60 cm," imbuhnya.

Terjangan banjir ini sudah menjadi hal biasa bagi Amel. Lantaran, sejak puluhan tahun Sungai Lamong yang tak jauh dari rumahnya selalu meluap saat musim penghujan tiba. Pemilik usaha salon kecantikan ini pun mengaku sudah terbiasa menjadi langganan banjir.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, Muhammad Zaini mengimbau kepada warga untuk siaga. Lantaran, cuaca ekstrem masih akan menerjang wilayah Kabupaten Mojokerto hingga April 2020.

"Potensi bencana masih cukup tinggi. Sesuai informasi dari BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika) Surabaya, disebutkan bahwa perubahan iklim berpotensi menimbulkan bencana. Kami mengimbau kepada masyarakat untuk siaga. Utamanya daerah-daerah rawan bencana," katanya.
(wib)
Berita Terkait
Tanggul Sungai Utama...
Tanggul Sungai Utama di Mojokerto Longsor 6 Titik, Warga Kawatir Kebanjiran
Lahan Terendam Banjir,...
Lahan Terendam Banjir, Petani di Mojokerto Dipastikan Gagal Panen
Sejak Tahun Baru, Banjir...
Sejak Tahun Baru, Banjir Rendam Ratusan Rumah Warga Tempuran Mojokerto
Trawas Hujan Lebat,...
Trawas Hujan Lebat, Jalur Mojokerto-Pasuruan Lumpuh Kebanjiran
Banjir Tak Kunjung Surut,...
Banjir Tak Kunjung Surut, Dinsos Mojokerto Dirikan Dapur Umum
Tiga Tahun Mengabdi,...
Tiga Tahun Mengabdi, Ning Ita Banjir Penghargaan
Berita Terkini
Ciangir Disiapkan Jadi...
Ciangir Disiapkan Jadi Penampungan Kompos, Pramono Yakin 9.000 Ton Sampah Jakarta Bisa Tertangani
29 menit yang lalu
Pramono Tegaskan 2.843...
Pramono Tegaskan 2.843 Lowongan Padat Karya Program Jangka Pendek
1 jam yang lalu
Prabowo Tinjau SRMP...
Prabowo Tinjau SRMP 17 Tabanan, Disambut Yel-yel hingga Tari Kecak dari Siswa
2 jam yang lalu
Pramono Yakin CFD Rasuna...
Pramono Yakin CFD Rasuna Said Jadi Ikon Baru Jakarta, Dilirik Wisatawan Mancanegara
2 jam yang lalu
Gempa 5,3 Magnitudo...
Gempa 5,3 Magnitudo Guncang Maluku Barat Daya
3 jam yang lalu
Dokter Gigi Asal Vietnam...
Dokter Gigi Asal Vietnam Buka Praktik di Ciputat Pakai Izin Tinggal Kunjungan, Endingnya Dideportasi
4 jam yang lalu
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved