Pulihkan Wilayahnya Pascabanjir, Pemprov Jabar Gelontorkan Rp6 Miliar

Jum'at, 03 Januari 2020 - 23:01 WIB
Pulihkan Wilayahnya...
Pulihkan Wilayahnya Pascabanjir, Pemprov Jabar Gelontorkan Rp6 Miliar
A A A
BANDUNG - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat menyiapkan dana bantuan hingga Rp6 miliar dalam upaya penanganan dan pemulihan pascabencana banjir yang melanda sejumlah kabupaten/kota di Jabar.

Dana tersebut disiaakan menyusul penetapan status tanggap darurat di enam kabupaten/kota yang terdampak banjir, yakni Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bogor, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Karawang dan Indramayu. (Baca: 25 Ribu KK Warga Bekasi Mengungsi, 8.971 Anak-anak dan 7.914 Lansia )

Melalui penetapan status tersebut, Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengimbau semua pihak tidak saling menyalahkan atas bencana banjir yang telah terjadi. Penetapan status tanggap darurat dilakukan, agar semua pihak fokus pada situasi tanggap darurat pascabanjir.

Status tanggap darurat sendiri akan berlaku hingga dua pekan ke depan menyusul prediksi cuaca ekstrem yang masih akan terjadi lima hingga tujuh hari ke depan.

"Dengan adanya status tanggap darurat, maka kita akan memberikan bantuan mungkin sekitar Rp5 atau Rp6 miliar kepada daerah-daerah tersebut untuk recovery dan pertolongan tanggap darurat," sebutnya seusai Rapat Pimpinan (Rapim) di Kantor DP3AKB Jabar, Jalan Sumatera, Kota Bandung, Jumat (3/1/2020).

Gubernur yang akrab disapa Emil itu melanjutkan, secara teknis, pihaknya akan menyerahkan seluruh kewenangan penanganan pascabanjir kepada para kepala daerah yang terdampak banjir. (Baca juga: Bogor Tetapkan Status Darurat Bencana Selama 2 Pekan )

Namun, jika penanganan dirasa kurang maksimal, maka Pemprov Jabar akan turun tangan. Jika tetap tidak bisa terselesaikan, kata Emil, maka pemerintah pusat lah yang akan memegang kendali.

"Jadi bedanya (penanganan banjir di) DKI (Jakarta) dengan Jawa Barat, kalau di DKI itu gubernur bisa langsung ke teknis, kalau di Jawa Barat teknis itu adanya di bupati dan wali kota. Jadi saya itu tidak bisa semata-mata langsung begitu saja tanpa kulonawun dulu," jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Emil juga menekankan bahwa bencana banjir yang terjadi di Jabar, DKI Jakarta, dan Banten merupakan bagian dari musibah yang terjadi di seluruh Indonesia akibat cuaca ekstrem dimana curah hujan mencapai titik tertinggi sejak 2007 lalu.

"Data BNPB dan BMKG, ini tuh 12 tahun ini (curah hujan) paling tinggi. Disebut hujan yang besar itu kan sekitar 100 mm, ini di Halim itu 377 mm. Jadi memang pertahanan sistem yang normal ini mengalami banyak kendala," katanya.

Oleh karenanya, Emil juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap bencana alam mengingat curah hujan diprediksi masih tinggi. Pihaknya pun mengoptimalkan aplikasi Sapa Warga untuk menginformasikan segala pesan dari BMKG hingga imbauan BNPB kepada para RW di Jabar.

"Saya kira dukungan kita maksimal. Kita juga berharap, karena sudah lintas provinsi, ya harus ada rapat koordinasi oleh pemerintah pusat terkait menaikkan sistem pertahanan ke level ekstrem yang tercatat di tahun 2020 ini," tandasnya.
(ysw)
Berita Terkait
BNPB: Kerugian Akibat...
BNPB: Kerugian Akibat Banjir Jabodetabek Capai Rp1,6 Triliun
Sejumlah Wilayah di...
Sejumlah Wilayah di Bekasi Masih Tergenang Banjir
Sempat Banjir 1,5 Meter,...
Sempat Banjir 1,5 Meter, Ketinggian Air di Villa Nusa Indah 2 Bogor Sudah Surut
Sebelum Surut, Basarnas...
Sebelum Surut, Basarnas Evakuasi 25 Korban Banjir di Bekasi dan Bogor
Banjir Parah di Bekasi,...
Banjir Parah di Bekasi, Rata-rata Ketinggian Air di Atas 3 Meter
Perlu Solusi Jangka...
Perlu Solusi Jangka Panjang dan Kesadaran Masyarakat Atasi Banjir di Bekasi
Berita Terkini
Perkuat Kolaborasi Inovasi...
Perkuat Kolaborasi Inovasi Perikanan, Bupati Bogor Tinjau Fasilitas Raiser Ikan Hias BRIN
4 jam yang lalu
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran...
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran Lama 09 Roboh, Pramono: Saya Baru Tahu Pas Viral
4 jam yang lalu
Integrasi Satuan Pendidikan,...
Integrasi Satuan Pendidikan, UIN Jakarta: Tak Bergantung pada Satu Putusan PTUN
4 jam yang lalu
2 Gudang Besar Narkoba...
2 Gudang Besar Narkoba di Bogor Dibongkar, Polisi Sita Jutaan Butir Obat Keras Ilegal
6 jam yang lalu
Pipa Gas Meledak di...
Pipa Gas Meledak di Medan, 1 Tewas dan 2 Orang Lainnya Masih Tertimbun
7 jam yang lalu
Dukung Fatwa MUI Jatim,...
Dukung Fatwa MUI Jatim, APVI Ajak Perkuat Kolaborasi Cegah Penyalahgunaan Narkotika
9 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Larang Ondel-ondel Digunakan untuk Ngamen di Jalanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved