Ribuan Polisi Dikerahkan Amankan Rumah Warga yang Ditinggal Mengungsi
Jum'at, 03 Januari 2020 - 22:13 WIB
Ribuan Polisi Dikerahkan Amankan Rumah Warga yang Ditinggal Mengungsi
A
A
A
JAKARTA - Polisi mengklaim, kawasan perumahan warga yang terdampak banjir di Jakarta Pusat dalam kondisi aman dan tak jadi sasaran aksi pencurian. Pasalnya, personel kepolisian menjaga kawasan tersebut.
Kapolres Jakarta Pusat, Kombes Heru Novianto mengatakan, sejauh ini belum ada laporan dari warga yang terdampak banjir di Jakarta Pusat kalau rumahnya itu menjadi sasaran aksi pencurian. Apalagi, pihaknya mengerahkan personelnya ke titik banjir, baik untuk membantu warga ataupun melakukan patroli di kawasan itu.
"Laporan dari Polsek dan Koramil, soal gangguan keamanan tak ada. Sistem pengamanan kami apabila warga mengungsi, kring serse kami bergerak memantau warga. Titik yang kira-kira warga meninggalkan rumah akan tetap dijaga, saat airnya tinggi, kami gunakan perahu karet untuk berpatroli," ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (3/1/2020).
Menurutnya, anggotanya dimaksimalkan untuk menjaga kawasan perumahan warga yang kosong ataupun ditinggal mengungsi, malahan setiap Polsek ada posko guna memantau adanya ancaman kejahatan. Ada ribuan personel dikerahkannya guna membantu warga sejak banjir menyerang hingga saat ini.
Meski banjir di wilayah hukumnya dipastikan sudah surut semua, tambahnya, perahu karet tetap disiagakan dan tambang guna mengevakuasi warga sewaktu-waktu banjir kembali melanda. Apalagi, curah hujan diprediksi masih akan tinggi.
"Intinya kami maksimalkan personel yang jumlahnya 1.500 personel. Prioritas kami menyalamatkan warga yang terjebak atau lainnya," katanya.
Kapolres Jakarta Pusat, Kombes Heru Novianto mengatakan, sejauh ini belum ada laporan dari warga yang terdampak banjir di Jakarta Pusat kalau rumahnya itu menjadi sasaran aksi pencurian. Apalagi, pihaknya mengerahkan personelnya ke titik banjir, baik untuk membantu warga ataupun melakukan patroli di kawasan itu.
"Laporan dari Polsek dan Koramil, soal gangguan keamanan tak ada. Sistem pengamanan kami apabila warga mengungsi, kring serse kami bergerak memantau warga. Titik yang kira-kira warga meninggalkan rumah akan tetap dijaga, saat airnya tinggi, kami gunakan perahu karet untuk berpatroli," ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (3/1/2020).
Menurutnya, anggotanya dimaksimalkan untuk menjaga kawasan perumahan warga yang kosong ataupun ditinggal mengungsi, malahan setiap Polsek ada posko guna memantau adanya ancaman kejahatan. Ada ribuan personel dikerahkannya guna membantu warga sejak banjir menyerang hingga saat ini.
Meski banjir di wilayah hukumnya dipastikan sudah surut semua, tambahnya, perahu karet tetap disiagakan dan tambang guna mengevakuasi warga sewaktu-waktu banjir kembali melanda. Apalagi, curah hujan diprediksi masih akan tinggi.
"Intinya kami maksimalkan personel yang jumlahnya 1.500 personel. Prioritas kami menyalamatkan warga yang terjebak atau lainnya," katanya.
(ysw)