Berikan Kenyamanan, Polda Metro Perketat Keamanan di 316 Gereja
Selasa, 24 Desember 2019 - 14:11 WIB
Berikan Kenyamanan, Polda Metro Perketat Keamanan di 316 Gereja
A
A
A
JAKARTA - Polda Metro Jaya berikan pengamanan khusus kepada 316 gereja di wilayah hukumnya. Pengamanan itu untuk memberikan rasa aman bagi umat kristiani guna menjalankan ibadah Natal.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, jumlah gereja yang ada di wilayah hukum Polda Metro Jaya sebanyak 1.558. Namun, karena ada prioritas lebih hanya 316 gereja yang mendapat pengamanan khusus sesuai hasil pertimbangan.
"Kenapa, pertama ada 4 Gereja besar. Kedua ada gereja yang sebelahnya itu rumah ibadah lain, masjid misalnya. Lalu gereja yang masuk wilayah khusus, kampung misalnya," kata Yusri di Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (24/12/2019).
Dia menambahkan, untuk pengamanan lalu lintas Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 pihaknya telah menenrjunkan pasukan gabungan sejak 23 Desember 2019. Nantinya para petugas akan berjaga untuk mengamankan lalu lintas hingga 1 Januari 2020.
Selain itu, pihaknya juga melakukan koordinasi dengan organisasi masyarakat untuk membantu menjaga keamanan dan kenyamanan bagi umat kristiani yang tengah menjalankan ibadah di hari Natal.
"Kurang lebih ada 700 anggota Ormas agama, Ormas pemuda, yang menyatakan kesiapan untuk bantu kita. Tetapi penempatan mengikuti arahan para petugas TNI-Polri," tuturnya.
Dia melanjutkan, untuk pengamanan di dalam gereja pihaknya pun berkoordinasi dengan panitia penyelenggara di masing-masing gereja.
"Kita kedepankan panitia dari gereja, personel TNI-Polri hanya mendampingi (panitia pelaksanaan Natal) saja. Tetapi sterilisasi tetap kita jalankan," ucapnya.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, jumlah gereja yang ada di wilayah hukum Polda Metro Jaya sebanyak 1.558. Namun, karena ada prioritas lebih hanya 316 gereja yang mendapat pengamanan khusus sesuai hasil pertimbangan.
"Kenapa, pertama ada 4 Gereja besar. Kedua ada gereja yang sebelahnya itu rumah ibadah lain, masjid misalnya. Lalu gereja yang masuk wilayah khusus, kampung misalnya," kata Yusri di Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (24/12/2019).
Dia menambahkan, untuk pengamanan lalu lintas Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 pihaknya telah menenrjunkan pasukan gabungan sejak 23 Desember 2019. Nantinya para petugas akan berjaga untuk mengamankan lalu lintas hingga 1 Januari 2020.
Selain itu, pihaknya juga melakukan koordinasi dengan organisasi masyarakat untuk membantu menjaga keamanan dan kenyamanan bagi umat kristiani yang tengah menjalankan ibadah di hari Natal.
"Kurang lebih ada 700 anggota Ormas agama, Ormas pemuda, yang menyatakan kesiapan untuk bantu kita. Tetapi penempatan mengikuti arahan para petugas TNI-Polri," tuturnya.
Dia melanjutkan, untuk pengamanan di dalam gereja pihaknya pun berkoordinasi dengan panitia penyelenggara di masing-masing gereja.
"Kita kedepankan panitia dari gereja, personel TNI-Polri hanya mendampingi (panitia pelaksanaan Natal) saja. Tetapi sterilisasi tetap kita jalankan," ucapnya.
(mhd)