Agar Bandung Jadi Rumah Bagi Ahli TI, Pemkot Diminta Wadahi Kreator Muda

Sabtu, 21 Desember 2019 - 11:13 WIB
Agar Bandung Jadi Rumah...
Agar Bandung Jadi Rumah Bagi Ahli TI, Pemkot Diminta Wadahi Kreator Muda
A A A
BANDUNG - Pemkot Bandung diminta mewadahi para kreator muda yang bergerak di bidang teknologi informasi (TI), agar Kota Bandung benar-benar menjadi rumah bagi para ahli TI.

Dorongan tersebut mengemuka dalam Forum Diskusi yang digelar Bandung Kolaborasi (Fokus BDG) bertajuk "Optimalisasi Peran Pemuda dalam Membangun Kota Bandung yang Nyaman, Unggul dan Sejahtera" di Bober Cafe Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Jumat (20/12/2019) malam.

Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Kota Bandung Batara Surya Kartika didampingi Bendahara Umum HIPMI Kota Bandung Fardi N Annafi mengatakan, Kota Bandung memiliki segudang kreator yang bergerak di bidang TI, namun mereka cenderung bergerak sendiri-sendiri.

Meski menjadi tempat lahirnya kreator-kreator TI andal, namun julukan Kota Bandung sebagai rumahnya para ahli TI belum sepenuhnya terwujud. Dia mencontohkan, banyak developer muda asal Bandung eksis di unicorn-unicorn Indonesia, bahkan luar negeri. Namun, perkembangan startup di Kota Bandung sendiri belum menonjol.

"Padahal Bandung ini core-nya unicorn Indonesia, Bandung itu technology power house. Nah, di sini peran pemerintah juga penting hadir," ujarnya.

Surya melanjutkan, peran yang dapat dilakukan Pemkot Bandung, di antaranya dengan ikut mempromosikan karya-karya kreator TI Kota Bandung dan merangkul komunitas-komunitasnya, agar ekosistem TI tumbuh dan berkembang.

"Pemerintah harus lebih aktif dalam upaya promosi. Pemkot bisa mencoba buat katalog aplikasi apa saja yang dibuat anak Bandung," imbuhnya.

Selain bidang TI, Surya juga menyebutkan, mengacu pada karakteristik Kota Bandung, sektor usaha lain yang bisa digarap anak-anak muda Kota Bandung, yakni industri kreatif lainnya dan jasa pariwisata. Kedua sektor usaha tersebut dinilai berpeluang besar dikembangkan di Kota Bandung.

Dalam kesempatan itu, dia juga menekankan, peran pemuda dalam pembangunan sangat penting, salah satunya dalam pertumbuhan ekonomi dengan mencetak banyak wirausahawan muda. Dengan semakin banyak anak muda menjadi pengusaha, lapangan kerja pun terbuka luas dan otomatis ekonomi pun tumbuh.

"Ke depan, Pemkot Bandung juga harus lebih aktif menjemput bola untuk update data spesifik terkait perkembangan usaha. Tidak hanya orangnya saja, namun dibedah juga usahanya, sehingga diperoleh data yang lebih detail dan spesifik," katanya.

Pihaknya pun mengapresiasi Fokus BDG yang menghadirkan sejumlah pembicara sebagai salah satu cara mendorong pembangunan ekonomi, khususnya bidang kewirausahaan. Sebab, kata dia, pembangunan bidang kewirausahaan membutuhkan keterlibatan semua pihak.

"Kita butuh forum diskusi antarstakeholder ini secara berkala untuk meng-update program pemerintah, asosiasi, dan pemahaman masyarakat Bandung dan kewirausahaan," pungkasnya.

Kepala Bidang Kepemudaan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bandung, Dadang Setiawan yang juga hadir dalam diskusi menyatakan, pihaknya akan berupaya mewadahi para kreator muda TI di Kota Bandung. Terlebih, kata dia, Kota Bandung memiliki program Bandung Smart City.

"Mereka akan diberdayakan untuk mengelola smart city, jadi otomatis para developer ini terwadahi. Peluang juga banyak, tidak hanya pemerintahan saja," katanya.

Dadang mengakui, sejauh ini, Pemkot Bandung memang belum melakukan pembinaan secara berkala terhadap kreator-kreator muda TI. Namun ke depan, pihaknya berjanji untuk melakukan pembinaan secara berkala. "Pembinaan lebih lanjut memang belum, tapi ini jadi masukan buat kami ke depannya," katanya.

Sementara itu, Koordinator Bandung Kolaborasi, Ronny S Rochman mengungkapkan, Fokus BDG merupakan kegiatan yang efektif untuk menyerap seluruh aspirasi dan masukan positif dari berbagai elemen baik pemerintah, komunitas, organisasi kepemudaan, mahasiswa hingga pelajar di Kota Bandung.

"Kami meyakini bahwa Kota Bandung yang dipimpin oleh Mang Oded saat ini sangat mengerti dan memahami kebutuhan serta keinginan anak-anak muda dalam mengaktualisasikan peranannya," katanya.
(zil)
Berita Terkait
Kota Bandung Kembangkan...
Kota Bandung Kembangkan Sistem Pengolahan Sampah Berbasis Teknologi Informasi
Pengamat Teknologi Informasi...
Pengamat Teknologi Informasi Soroti Konsep Metaverse Pemkot Makassar
15 Peserta Berprestasi...
15 Peserta Berprestasi Ikuti Bootcamp Coding For Indonesia
Pembentukan Badan Intelejen...
Pembentukan Badan Intelejen Teknologi, Informasi & Keuangan
Bandung Dikepung Kemacetan,...
Bandung Dikepung Kemacetan, Pemkot Jajaki Teknologi ATCS
Akselerasi Transformasi...
Akselerasi Transformasi Digital, Tingkatkan Pelayanan Pemerintah Daerah
Berita Terkini
BMKG: Peringatan Dini...
BMKG: Peringatan Dini Tsunami Akibat Gempa M7,7 di Filipina Berakhir
24 menit yang lalu
Tsunami Tercatat di...
Tsunami Tercatat di 9 Wilayah Indonesia Pascagempa M7,7 di Filipina
54 menit yang lalu
Gempa M7,7 Filipina...
Gempa M7,7 Filipina Picu Tsunami di Indonesia, BMKG: Tidak Masuk Zona Megathrust
1 jam yang lalu
10 Sampel DNA Keluarga...
10 Sampel DNA Keluarga Korban Ledakan Bom Peninggalan PD II di Biak Dikirim ke Puslabfor
1 jam yang lalu
Tsunami Terjadi di 3...
Tsunami Terjadi di 3 Wilayah Indonesia Pascagempa 7,7 di Filipina, BMKG: Ketinggian 9-18 Cm
1 jam yang lalu
Bertemu PWNU dan PCNU...
Bertemu PWNU dan PCNU se-Bengkulu, Gus Salam: Soliditasnya Bisa Jadi Teladan PBNU
2 jam yang lalu
Infografis
Tapera bagi Pekerja...
Tapera bagi Pekerja hanya Akan Membebani Keuangan Rumah Tangga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved