PKS Tegaskan Koalisi Pengusung Anies-Sandi Tidak Pecah Kongsi
Selasa, 19 November 2019 - 14:01 WIB
PKS Tegaskan Koalisi Pengusung Anies-Sandi Tidak Pecah Kongsi
A
A
A
JAKARTA - Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta menyatakan koalisi partai pengusung Anies-Sandi pada Pilkada DKI 2017 lalu hingga kini masih utuh. PKS maupun Gerindra tidak pecah kongsi, meskipun saat ini Gerindra mengajukan empat nama cawagub DKI .
Anggota Fraksi PKS DPRD DKI, Abdurrahman Suhaimi mengatakan, DPP PKS hungga kini belum mengubah keputusan terhadap dua nama kadernya Ahmad Syaiku dan Agung Yulianto. Meskipun Partai Gerindra mengaku telah mengajukan empat nama kandidat cawagub.
"Kalau soal Gerindra mengajukan nama, itu komunikasinya dengan DPP PKS. Kalau kami di PKS Jakarta posisinya menerima apapun keputusan DPP. Tapi sampai saat ini dua nama yang diajukan itu belum berubah di DPP," kata Suhaimi kepada wartawan, Selasa (19/11/2019).
Suhaimi menambahkan, apabila kemudian Gerindra mengajukan nama, putusan tetap dari DPP PKS Meskipun DPW PKS DKI Jakarta mungkin juga ikut tandatangan. Suhaimi menilai sikap mendadak Gerindra ini merupakan hal yang wajar dalam dinamika politik. (Baca: Gerindra Ajukan Empat Nama Cawagub, Taufik: PKS Tinggal Pilih Saja)
Dia menegaskan koalisi partai pengusung Anies-Sandi pada Pilkada DKI 2017 tidak pecah kongsi."Jadi gini, namanya politik itukan dinamis, dan itu biasa saja. Tapi sudut pandangnya jangan pecah dong, kalau terbelah atau satu itulah sudut pandang yang terbelah. Jadi kalau ada dinamika, ada pandangan lain setelah dinamika, dalam politik itu biasa saja. Jadi kita tidak melihat ini terbelah atau terpecah," tegas Suhaimi.
Diketahui beberapa waktu lalu, Partai Gerindra secara mendadak mengajukan empat nama cawagub DKI ke DPP PKS.Keempat nama tersebut adalah Dewan Penasihat DPP Gerindra Arnes Lukman, Wakil Ketua Umum Gerindra Ferry J Yuliantoro, Sekretaris Jenderal Gerindra Ariza Patria, dan Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah.
Anggota Fraksi PKS DPRD DKI, Abdurrahman Suhaimi mengatakan, DPP PKS hungga kini belum mengubah keputusan terhadap dua nama kadernya Ahmad Syaiku dan Agung Yulianto. Meskipun Partai Gerindra mengaku telah mengajukan empat nama kandidat cawagub.
"Kalau soal Gerindra mengajukan nama, itu komunikasinya dengan DPP PKS. Kalau kami di PKS Jakarta posisinya menerima apapun keputusan DPP. Tapi sampai saat ini dua nama yang diajukan itu belum berubah di DPP," kata Suhaimi kepada wartawan, Selasa (19/11/2019).
Suhaimi menambahkan, apabila kemudian Gerindra mengajukan nama, putusan tetap dari DPP PKS Meskipun DPW PKS DKI Jakarta mungkin juga ikut tandatangan. Suhaimi menilai sikap mendadak Gerindra ini merupakan hal yang wajar dalam dinamika politik. (Baca: Gerindra Ajukan Empat Nama Cawagub, Taufik: PKS Tinggal Pilih Saja)
Dia menegaskan koalisi partai pengusung Anies-Sandi pada Pilkada DKI 2017 tidak pecah kongsi."Jadi gini, namanya politik itukan dinamis, dan itu biasa saja. Tapi sudut pandangnya jangan pecah dong, kalau terbelah atau satu itulah sudut pandang yang terbelah. Jadi kalau ada dinamika, ada pandangan lain setelah dinamika, dalam politik itu biasa saja. Jadi kita tidak melihat ini terbelah atau terpecah," tegas Suhaimi.
Diketahui beberapa waktu lalu, Partai Gerindra secara mendadak mengajukan empat nama cawagub DKI ke DPP PKS.Keempat nama tersebut adalah Dewan Penasihat DPP Gerindra Arnes Lukman, Wakil Ketua Umum Gerindra Ferry J Yuliantoro, Sekretaris Jenderal Gerindra Ariza Patria, dan Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah.
(whb)