Jalan Berbayar Diterapkan 2020, Pengamat: Biar Negara Dapat Duit

Senin, 18 November 2019 - 15:45 WIB
Jalan Berbayar Diterapkan...
Jalan Berbayar Diterapkan 2020, Pengamat: Biar Negara Dapat Duit
A A A
JAKARTA - Rencana Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) untuk menerapkan jalan berbayar atau electronic road pricing (ERP) di ruas Jalan Margonda (Depok), Jalan Daan Mogot (Jakarta Barat), dan Jalan Kalimalang (Jakarta Timur), mendapat respons positif dari pengamat transportasi Djoko Setijowarno.

Djoko menilai manfaat dari penerapan ERP di tiga ruas jalan tersebut tidak lain harapnnya untuk mendapatkan pemasukan dan secara perlahan mengganti sistem ganjil genap. (Baca juga: Sah! BPTJ Pastikan Jalan Berbayar Diterapkan di Jakarta dan Depok)

"ERP itu enggak perlu orang jaga-jaga lagi kan, enggak kasih honor, juga teriak-teriak. Kalau sudah pakai ERP, enggak keluar duit tapi dapat duit. Sekarang kalau ganjil genap kan keluar duit, terus enggak dapat duit. Ini kita dapat uang, uangnya kita kumpulkan untuk perbaikan public transport," ujar Djoko saat dihubungi SINDOnews, Senin (18/11/2019).

Menurut Djoko, penerapan sistem ERP di tiga ruas jalan non tol tersebut sudah melalui kajian mendalam, dan merupakan usaha pemerintah untuk menekan penggunaan kendaraan pribadi. "Kajiannya sudah ada, seperti menerapkan ganjil genap, kan oleh Dishub DKI dan BPTJ ada yang di jalan tol itu," kata Djoko. (Baca juga: Jalan Berbayar untuk Halau 88 Juta Pergerakan Kendaraan Masuk Jakarta)

Djoko menjelaskan, ketiga ruas jalan tersebut secara langsung akan dikelola oleh pemerintah pusat. Sehingga tidak ada sangkut pautnya dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Mengingat wacana DKI Jakarta juga akan menerapkan sistem ERP di Jalan Rasuna Said, namun hingga kini tak kunjung terealisasi.

"Itu dua hal yang berbeda. Jadi kalau yang BPTJ itu kan dia pemerintah pusat, dia mengelola yang hubungan antara kabupaten dengan kota dan dengan provinsi. Kalau Jakarta yang enggak jadi-jadi itu lelangnya. Jadi lelangnya berbeda dan anggarannya pun berbeda. Sehingga BPTJ dia hanya melakukan yang masuk Jakarta saja," pungkasnya.
(thm)
Berita Terkait
Pemprov DKI Diminta...
Pemprov DKI Diminta Tak Terburu-buru Terapkan ERP untuk Atasi Kemacetan
Penerapan ERP, Driver...
Penerapan ERP, Driver Ojol Khawatir Makin Susah Dapat Orderan
Pengamat Ingatkan Pemprov...
Pengamat Ingatkan Pemprov DKI Belajar dari Penolakan ERP di Kota-kota Besar Dunia
Proses Panjang ERP,...
Proses Panjang ERP, Belum Dibahas Dewan hingga Lemahnya Sosialisasi
Heru Budi: ERP Baru...
Heru Budi: ERP Baru Bisa Diterapkan Jika Transportasi Umum Lengkap
Atasi Kemacetan, Polda...
Atasi Kemacetan, Polda Metro Dukung Rencana 25 Jalan Berbayar di Jakarta
Berita Terkini
Bongkar Gudang Penyimpanan...
Bongkar Gudang Penyimpanan Kosmetik Impor Ilegal di Tangerang, BPOM Ungkap Modus Operandi dan Peredaran
25 menit yang lalu
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
2 jam yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
3 jam yang lalu
Raih Penghargaan MURI,...
Raih Penghargaan MURI, BPJPH Diapresiasi Berbagai Pihak
3 jam yang lalu
Diserahkan Polda Metro...
Diserahkan Polda Metro Jaya ke Kejati Banten, Richard Lee Segera Jalani Sidang
4 jam yang lalu
Pra SPMB 2026 Dibuka,...
Pra SPMB 2026 Dibuka, Pemkot Tangsel Siapkan 9.976 Kuota untuk SMP Negeri
4 jam yang lalu
Infografis
Tanpa Italia, Ini Daftar...
Tanpa Italia, Ini Daftar Lengkap 48 Negara Kontestan Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved