Ratusan Korban Likuifaksi di Palu Masih Tinggal di Tenda

Senin, 28 Oktober 2019 - 15:25 WIB
Ratusan Korban Likuifaksi...
Ratusan Korban Likuifaksi di Palu Masih Tinggal di Tenda
A A A
PALU - Sekitar dua ratus kepala keluarga (KK) korban likuifaksi di Kelurahan Balaroa, Kota Palu , Sulawesi Tengah masih bertahan tinggal di tenda-tenda pengungsian.

Mereka masih menunggu pembangunan hunian tetap (huntap) yang akan di bangun oleh pemerintah dan pihak lainnya yang akan menjadi donatur.
Ratusan Korban Likuifaksi di Palu Masih Tinggal di Tenda

Sudah setahun lebih ratusan kepala keluarga korban likuifaksi atau permukaan tanah tiba-tiba bergerak dan ambles menghancurkan bangunan di atasnya ini masih tinggal di tenda tenda terpal bantuan dari lembaga kemanusiaan. Mereka masih menunggu pembangunan hunian tetap yang akan di bangun di Kelurahan Balaroa yang jaraknya dekat dengan lokasi tenda mereka sekarang ini.

Salah satu pengungsi, Milham mengaku bersama dua ratus kepala keluarga lainnya masih bertahan di tenda pengungsian karena tidak punya pilihan lain. Sebab, hunian sementara yang dibangun untuk warga Balaroa, jauh dari tempat tinggal mereka yang dulu. Sehingga jauh dari tempat mereka beraktivitas.

Milhan mengatakan, awalnya pengungsi yang berada di Shelter Balaroa ini berjumlah kurang lebih tujuh ratusan kepala keluarga. Saat ini yang masih bertahan saat ini masih tersia sekitar dua ratusan kepala keluarga.

Mereka menunggu pembangunan hunian tetap yang di janjikan pemerintah untuk dua ratusan kepala keluarga tersebut di Kelurahan Balaroa.

Pembangunan hunian tetap ini baru saja di mulai untuk dua tahapan. Pada tahap pertama yang akan di bangun sejumlah 123 unit. Milhan masih menunggu jatah hunian tetap untuk tahap yang kedua di tahun 2020.

Hingga saat ini, masih banyak pengungsi korban bencana alam, likuifaksi, gempa dan tsunami di Palu Sulawesi Tengah, masih tinggal di tenda pengungsian. maupun hunian sementara.

Bantuan pemerintah pasca satu tahun bencana seperti jaminan hidup, santunan duka dan dana stimulan sudah di distribusikan. Meski demikian, belum seluruh penyintas telah menerimanya. Di antaranya seperti di Kelurahan Balaroa tercatat ada 3.119 korban. Sedangkan yang telah menerima jaminan hidup tahap pertama baru sebanyak 1.600 korban. Hingga saat ini masih tersisa sekitar 1.000 lebih yang belum menerima bantuan.
(shf)
Berita Terkait
Gempa M5,0 Guncang Palu...
Gempa M5,0 Guncang Palu Pagi Ini, Tidak Berpotensi Tsunami
Bahas Penanganan Likuifaksi,...
Bahas Penanganan Likuifaksi, Aktivis Perempuan Palu Wakili Indonesia di AYIMUN 2022
Wali Kota Palu Ajak...
Wali Kota Palu Ajak Semua Pihak Bangun Kota Palu
Ziarah Empat Tahun Bencana...
Ziarah Empat Tahun Bencana Gempa Palu
Tiga Tahun Berlalu,...
Tiga Tahun Berlalu, 3.000 Lebih Korban Gempa Palu Masih Tinggal di Hunian Sementara
Profil Kolonel I Made...
Profil Kolonel I Made Maha Yudhiksa, Dandim Jakarta Barat yang Terlibat Penanganan Gempa dan Tsunami Palu
Berita Terkini
Dukung KNMP, SPHC Dorong...
Dukung KNMP, SPHC Dorong Penguatan Kapasitas Nelayan di Kabupaten Pati
6 jam yang lalu
Restoran Steak di Menteng...
Restoran Steak di Menteng Kebakaran, 6 Mobil Damkar Dikerahkan
7 jam yang lalu
Jakarta Ecotourism Festival...
Jakarta Ecotourism Festival 2026, Siswa SMKN 8 Jakarta Diajak Belajar Kelola Sampah
7 jam yang lalu
Unusa Gandeng Gapoktan...
Unusa Gandeng Gapoktan Tingkatkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Petani Tuban
8 jam yang lalu
Bupati Lombok Barat...
Bupati Lombok Barat Terjaring OTT KPK, 7 Orang Langsung Diboyong ke Jakarta
10 jam yang lalu
Polisi Tembak Pelaku...
Polisi Tembak Pelaku Curanmor yang Melawan, Sahroni: Sudah Tepat dan Terukur!
10 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved