Omzet Rp6 Juta Setiap Bulan, Komunitas Odong-odong Tolak Alih Profesi

Jum'at, 25 Oktober 2019 - 22:15 WIB
Omzet Rp6 Juta Setiap...
Omzet Rp6 Juta Setiap Bulan, Komunitas Odong-odong Tolak Alih Profesi
A A A
JAKARTA - Pemkot Jakarta Timur memberikan sejumlah solusi bagi para pengemudi mobil odong-odong terkait pelarangan operasional kendaraan tersebut. Solusi itu berupa alih profesi menjadi pengemudi bajaj, Jak Lingko ataupun kursus-kurus keterampilan.

Namun, solusi ini sepertinya tidak diterima anggota Komunitas Odong-odong dengan alasan penghasilan sebagai pengemudi odong-odong lebih menjanjikan daripada menjadi pengemudi bajaj atau Jak Lingko. Kepala Seksi Lalu lintas Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur Andreas Eman mengatakan, pemerintah akan mencarikan solusi terbaik setelah melakukan pelarangan operasional mobil odong-odong di Jakarta agar para sopir tidak kehilangan mata pencaharian.

"Jadi harus cari solusi, apakah jadi pengemudi bajaj, Jak Lingko atau kursus-kursus keterampilan. Jadi nanti pihak Pemkot juga membantu, nantinya didata sopir-sopirnya itu. Alasannya perut kan gitu," kata Eman kepada wartawan, Jumat (25/10/2019).

Sekretaris Komunitas Odong-odong Anglingdarma, Muhammad Yasin secara tegas menolak. Pasalnya, penghasilan menjadi sopir mobil odong-odong lebih baik ketimbang menjadi sopir bajaj. (Baca: Pelarangan Odong-odong Dinilai Matikan Mata Pencaharian)

"Kita dalam sebulan itu maksimum bisa dapat sekitar Rp6 juta itu kalau lagi ramai. Tapi kalau lagi sepi ya sekitar Rp3,5 juta sebulan itu cukup lah," kata Yasin kepada wartawan, Jumat (25/10/2019)

Yasin menambahkan, menjadi sopir mobil odong-odong bukanlah suatu pekerjaan yang merugikan orang lain. Sebab, kata dia, banyak warga sekitar yang memanfaatkan mobil odong-odong untuk keperluan aktivitas lainnya.

"Kita sudah lama jadi sopir odong-odong sudah melekat dan nyaman. Kalau dilarang beroperasi harus ada solusi yang menjamin. Kalau direkrut jadi sopir transportasi di Jakarta, di sini juga sudah pada tua dan pendidikannya banyak yang tidak sekolah, pasti bakal jadi halangan," ucapnya.
(whb)
Berita Terkait
Sopir Odong-odong Tertabrak...
Sopir Odong-odong Tertabrak Kereta di Serang Jadi Tersangka
Rombongan Odong-odong...
Rombongan Odong-odong Pembawa Wisatawan Dihentikan, Penumpang Diturunkan
Odong-odong Tina Turner...
Odong-odong Tina Turner Ternyata Menjadi Incaran Selebritis Dunia
Korban Odong-odong Maut...
Korban Odong-odong Maut di Serang Bertambah Jadi 10 Orang
Kesaksian Mengerikan...
Kesaksian Mengerikan Warga, Dengar Benturan Keras Lihat Korban Odong-odong Berserakan
Ratusan Sopir Angkot...
Ratusan Sopir Angkot Datangi Kantor Bupati Karawang Protes Mobil Odong-odong
Berita Terkini
Pembangunan Jalan Tol...
Pembangunan Jalan Tol Akses Pelabuhan Patimban Capai 68%
1 jam yang lalu
Pemberdayaan Masyarakat...
Pemberdayaan Masyarakat Unusa, Tingkatkan Kesadaran tentang Penyakit Kulit
2 jam yang lalu
Bea Cukai Bali Nusra...
Bea Cukai Bali Nusra Musnahkan Barang Ilegal Senilai Lebih dari Rp11,2 Miliar
3 jam yang lalu
MNC Peduli Gelar Operasi...
MNC Peduli Gelar Operasi Bibir Sumbing Gratis di Bogor
3 jam yang lalu
Gagas GEBRAK, Perindo...
Gagas GEBRAK, Perindo Badung Cetak Lebih Banyak Pencipta Lapangan Kerja di Bali
4 jam yang lalu
3 Warga Sipil Tewas...
3 Warga Sipil Tewas Ditembak OPM, Koops TNI Habema Buru para Pelaku
4 jam yang lalu
Infografis
Profil Abdul Wahid yang...
Profil Abdul Wahid yang Terjaring OTT KPK, Baru 8 Bulan Jadi Gubernur Riau
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved