Bakal Terapkan ERP, DKI Akan Terus Kembangkan Transportasi Massal

Senin, 21 Oktober 2019 - 11:02 WIB
Bakal Terapkan ERP,...
Bakal Terapkan ERP, DKI Akan Terus Kembangkan Transportasi Massal
A A A
JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan menerapkan electronik road pricing (ERP) atau jalan berbayar untuk mengatasi kemacetan di Jakarta. Jika ERP diterapkan, Pemprov DKI akan menghapus kawasan ganjil genap di Jakarta.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta mengatakan, jika ERP sudah diterapkan, maka secara otomatis siatem ganjil genap tidak akan berlaku lagi. Menurut Syafrin, antara sistem ganjil genap dan penerapan ERP tidak akan mungkin keduanya dapat dipakai dalam waktu bersamaan. (Baca: Uji Coba ERP Ikut Sertakan Sepeda Motor )

"Jadi traffic rest train itu kan hanya urutannya, pertama kita sudah three ini one (tahapannya). Kemudian sekarang sudah menerapkan ganjil genap, habis ganjil genap baru tahapan selanjutnya itu ERP," kata Syafrin saat dihubungi SINDOnews, Senin (21/10/2019).

Selanjutnya Syafrin meyakini, bahwa dengan penerapan ERP akan sangat terasa dalam mengurangi kemacetan di kota Jakarta. Karena warga berpikir dual kali untuk melintas di jalanan padat yang akan berdampak pada sitem pembayaran yang sangat besar.

"Pasti akan mengurangi kemacetan, sangat mengurangi kemacetan. karena pertama prinsip ERP itu kan akan melakukan traffic rest train, sesuai dengan tingkat kepadatan jalan," imbuhnya. (Baca juga: Perluasan Sistem Ganjil Genap, Kualitas Udara di Jakarta Meningkat 16 Persen )

Terakhir Syafrin mengatakan, untuk saat ini pihaknya selain diberikan tugas untuk mengurus kelengkapan dokumen terkait ERP. DKI juga tengah mempersiapkan tambahan armada moda transportasi guna memberikan kemudahan bagi warga Jakarta.

Semoga apa yang diharapkan warga Jakarta untuk terhindar dari kemacetan dan polusi udara emisi gas kendaraan bermotor segera berkahir.

"Nah untuk mengurangi kemacetan itu kita akan dorong dengan ERP. Kemudian kita akan full dengan menyiapkan angkutan umum massal yang terintegrasi," pungkasnya.
(ysw)
Berita Terkait
Ganjil Genap di Jakarta...
Ganjil Genap di Jakarta Berlaku Jam Berapa?
Kurang Sosialisasi,...
Kurang Sosialisasi, Ganjil Genap di Kota Bogor Belum Efektif
4 Tips Hadapi Ganjil...
4 Tips Hadapi Ganjil Genap Jakarta, Nomor 2 Tinggal Duduk Manis
Polisi Pertimbangkan...
Polisi Pertimbangkan Sanksi Denda Bagi Pelanggar Ganjil Genap di Bogor
Jadwal dan Rute Ganjil...
Jadwal dan Rute Ganjil Genap Jakarta 2025
Larangan Ganjil Genap...
Larangan Ganjil Genap Makin Meluas, Ini Cara Menghindari Tilang Berbekal Google Maps
Berita Terkini
Hadir di IFBC Yogyakarta...
Hadir di IFBC Yogyakarta 2026, Booth Bingxue Dipadati Calon Mitra
32 menit yang lalu
Penyelundupan 3 Ton...
Penyelundupan 3 Ton Sisik Trenggiling ke Kamboja Terbongkar, Kemenhut Buru Jaringan Internasional
37 menit yang lalu
KDM Buka Lowongan Kerja,...
KDM Buka Lowongan Kerja, Buru Begal Komisi Rp50 Juta
54 menit yang lalu
Pemkab Bogor Tegaskan...
Pemkab Bogor Tegaskan Komitmen Jalankan Putusan PTUN Bandung Terkait Sentul City
3 jam yang lalu
Perjalanan KRL Bogor-Jakarta...
Perjalanan KRL Bogor-Jakarta Terganggu Imbas Vandalisme Alat Sinyal di Bojong Gede-Citayam
5 jam yang lalu
Berkali-kali Gagal Tes,...
Berkali-kali Gagal Tes, Anak Petani Sumbawa Bangga Dilantik Prabowo Jadi Perwira TNI
6 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Tidak Akan...
Pemprov DKI Tidak Akan Gelar Operasi Yustisi Pendatang Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved