Gara-gara Bola, Siswa SD di Palembang Dapat Kekerasan Fisik dari Guru

Kamis, 17 Oktober 2019 - 05:06 WIB
Gara-gara Bola, Siswa...
Gara-gara Bola, Siswa SD di Palembang Dapat Kekerasan Fisik dari Guru
A A A
PALEMBANG - Aksi kekerasan terhadap murid di sekolah terulang kembali, Kali ini, MI (12), seorang siswa Sekolah Dasar Negeri di Palembang yang masih duduk di Kelas V ini diduga mendapatkan kekerasan fisik oleh oknum guru hingga mengalami luka lebam di pipi dan luka di bagian bibir dalam.

MI yang bertempat tinggal di Jalan Silaberanti RT 29 Kecamatan Jakabaring Palembang ini merupakan anak dari pasangan suami istri Ajmi (55) dan Aliya (50) mendapatkan kekerasan fisik karena di gampar oleh oknum guru yakni AI yang mengajar disekolah tersebut.

Menurut keterangan korban MI ,saat kejadian berawal dari bermain bola antar siswa kelas lima A dan kelas lima B, dan terjadilah saling olok. Lalu salah satu murid kelas Lima B mengadukan ke guru tersebut.

Sebagai wali murid guru kelas lima B tersebut tersinggung dan menghampiri korban. Dengan bertanya apa maksud olokan IM kepada siswanya. Tapi IM pun tak berani menjawab hingga sang guru langsung menggampar IM sampai ke dalam kelas.

Usai melakukan pemukulan terhadap IM, guru tersebut mengancam agar permasalah ini jangan sampai diberi tahu kepada siapa pun termasuk orang tuanya. Mendengar kabar anaknya mendapat perlakuan tindak kekerasan dari sang guru, membuat orang tua korban, Ajmi, tidak terima.

Namun pihaknya belum membawa kasus kekerasan oknum guru itu ke pihak berwajib. "Saya selaku orang tua masih menunggu itikad baik guru itu. Seandainya dia mendatangi kami untuk memintak maaf akan kami terima, walaupun anak saya trauma apa yang sudah dialaminya sekarang" ujarnya saat SINDOnews menyambangi di kediamannya, Rabu (16/10/2019).

Sementara itu, saat mencoba mengkonfirmasi permasalahan tersebut, hingga saat ini belum ada satu pun pihak sekolah yang bersedia memberikan pernyataan dikarenakan sekolah dalam keadaan libur dikarenakan kabut asap.

"Nanti saja pak, tunggu Kepala Sekolah saja karna saya hanya guru piket tidak berani menyampaikan apa yang bapak tanya," ujar guru piket SD Negeri 87 Plaju yang enggan menyebutkan namanya ini.
(maf)
Berita Terkait
KPPB Ajak Masyarakat...
KPPB Ajak Masyarakat Tolak Aksi Kekerasan Terhadap Perempuan
Survei Kemen PPPA: Jumlah...
Survei Kemen PPPA: Jumlah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak Menurun
Ketua RPA Perindo: Jangan...
Ketua RPA Perindo: Jangan Sungkan Lapor, Pendampingan Kami Gratis!
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Serius Tangani Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak
Kampanye 16 Hari Anti...
Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak
Pemkot Depok Minta Warga...
Pemkot Depok Minta Warga Tak Takut Laporkan Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak via Hotline
Berita Terkini
Dinkes Apresiasi Operasi...
Dinkes Apresiasi Operasi Bibir Sumbing Gratis MNC Peduli dan RS Azra Bogor
2 jam yang lalu
MNC Peduli dan Yayasan...
MNC Peduli dan Yayasan Jalinan Kasih Sudah Operasi Lebih dari 5.000 Pasien Bibir Sumbing Sejak 2004
4 jam yang lalu
Gelar Operasi Sumbing...
Gelar Operasi Sumbing Gratis, MNC Peduli dan Smiletrain Indonesia Gandeng RS Azra Bogor
4 jam yang lalu
Energy Executive Award...
Energy Executive Award 2026 Tegaskan Pentingnya Kepemimpinan Wujudkan Ketahanan Energi
4 jam yang lalu
Pembangunan Jalan Tol...
Pembangunan Jalan Tol Akses Pelabuhan Patimban Capai 68%
5 jam yang lalu
Pemberdayaan Masyarakat...
Pemberdayaan Masyarakat Unusa, Tingkatkan Kesadaran tentang Penyakit Kulit
7 jam yang lalu
Infografis
5 Fakta Jeffrey Epstein:...
5 Fakta Jeffrey Epstein: dari Guru Tanpa Ijazah hingga Dugaan Agen Mossad
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved