Kesadaran Melapor Korban Kekerasan Anak di Pangandaran Rendah

Senin, 14 Oktober 2019 - 17:49 WIB
Kesadaran Melapor Korban...
Kesadaran Melapor Korban Kekerasan Anak di Pangandaran Rendah
A A A
PANGANDARAN - Salah satu anggota DPRD Pangandaran dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Yenyen Windiani meminta perlindungan anak harus dimaksimalkan.

Kejadian kekerasan terhadap anak seperti prilaku seks menyimpang yang menimpa terhadap anak bawah umur bisa saja terjadi. "Kami harap Pemerintah dan DPRD juga masyarakat aktif memberikan kesadaran terhadap orang tua dalam mengawasi anak," kata Yenyen.

Yenyen menambahkan, biasanya kejadian seks menyimpang yang terjadi terhadap anak dinilai oleh masyarakat hal yang tabu.

"Masyarakat lebih memilih diam jika terjadi kekerasan atau seks menyimpang terhadap anak lantaran malu, sehingga penanganan dari Pemerintah masih belum menyentuh secara maksimal," tambahnya.

Yenyen menerangkan, persoalan ketabuan atas kasus kekerasan anak dan seks menyimpang yang menimpa anak harus diselesaikan secara tuntas. "Apabila kasus kekerasan anak dan seks menyimpang dianggap hal yang cukup diselesaikan secara kekeluargaan, maka dampak kedepan akan terjadi hal lainnya yang lebih fatal," terang Yenyen.

Advokasi, pendampingan, pembinaan dan pemulihan mental kepada anak korban kekerasan dan seks menyimpang perlu ditempuh agar hal yang dinilai berbahaya dikemudian hari tidak terulang.

Menyikapi hal tersebut Plt Kepala Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBP3A) Kabupaten Pangandaran Tonton Guntari mengatakan, pihaknya telah melakukan penertiban administrasi dan dokumentasi soal perlindungan anak. "Kami dari KBP3A sudah melangkah membenahi personil dan menata dokumen SK dari tingkat Desa, Kecamatan hingga Kabupaten," kata Tonton.

Tonton mengaku, kesadaran masyarakat sebagai keluarga korban saat terjadi kekerasan terhadap anak dan tindakan seks menyimpang untuk melapor masih rendah.

"Kedepan kami akan terus menggelar sosialisasi melalui kader dan penggerak di tingkat Desa agar kesadaran masyarakat atas pentinggnya perlindungan anak menjadi hal penting," tambahnya.

Selain itu, Tonton menjelaskan di tahun 2019 akhir Pangandaran sudah menjuluki predikat Kabupaten Layak Anak (KLA). "Saat ini Pangandaran masuk pada 4 Kabupaten/Kota di Jawa Barat yang belum memiliki predikat Kabupaten Layak Anak," papar Tonton.

Tonton tidak ingin Kabupaten Pangandaran menjadi ganjalan bagi Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mendapat predikat Provinsi Layak Anak.
(nag)
Berita Terkait
KPPB Ajak Masyarakat...
KPPB Ajak Masyarakat Tolak Aksi Kekerasan Terhadap Perempuan
Survei Kemen PPPA: Jumlah...
Survei Kemen PPPA: Jumlah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak Menurun
Ketua RPA Perindo: Jangan...
Ketua RPA Perindo: Jangan Sungkan Lapor, Pendampingan Kami Gratis!
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Serius Tangani Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak
Kampanye 16 Hari Anti...
Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak
Pemkot Depok Minta Warga...
Pemkot Depok Minta Warga Tak Takut Laporkan Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak via Hotline
Berita Terkini
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Pemprov DKI Hapus Sanksi Administratif PKB dan BBNKB
17 menit yang lalu
Gunung Dukono Kembali...
Gunung Dukono Kembali Erupsi Pagi Ini, Luncurkan Abu Vulkanik 1.000 Meter
43 menit yang lalu
Gunung Semeru Erupsi,...
Gunung Semeru Erupsi, Tinggi Kolom Abu Capai 1.200 Meter di Atas Puncak
2 jam yang lalu
687 Orang Laporkan Dugaan...
687 Orang Laporkan Dugaan Penipuan Umrah Hanania Travel ke Polda Metro Jaya
2 jam yang lalu
Kasus Penipuan Hanania...
Kasus Penipuan Hanania Travel, Polda Metro Periksa 70 Saksi
8 jam yang lalu
Kuasa Hukum Roy Suryo...
Kuasa Hukum Roy Suryo Beberkan Konstruksi Laporan Terhadap Lechumanan dan Rismon
9 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved