Hati-hati, Pendompleng Aksi Mahasiswa Bawa Agenda Inkonstitusional

Kamis, 26 September 2019 - 17:53 WIB
Hati-hati, Pendompleng...
Hati-hati, Pendompleng Aksi Mahasiswa Bawa Agenda Inkonstitusional
A A A
JAKARTA - Beberapa hari terakhir kondisi politik nasional terus memanas sejalan dengan aksi demonstrasi mahasiswa di sejumlah kota. Tidak hanya di Jakarta, unjuk rasa juga berlangsung di sejumlah kota besar.

Unjuk rasa juga diikuti oleh ribuan pelajar dan akhirnya kembali berujung ricuh. Pengamat intelijen Ridlwan Habib menilai, setidaknya ada tiga karakter kelompok yang turun ke jalan beberapa hari terakhir. Karakter kelompok tersebut tercermin dari jenis tuntutan dan pola aksi yang dilakukan.

Karakter pertama adalah kelompok yang murni menolak RKUHP. Kedua adalah kelompok pencari jati diri/identitas dan ketiga kelompok yang punya agenda lain di luar tujuh tuntutan isu kelompok.

Ridlwan menilai dari tiga kelompok itu yang paling harus diwaspadai adalah yang ketiga. "Karakter ketiga ini seperti penunggang gelap terutama agenda ambil alih pemerintahan dan kontra pemegang kekuasaan. Mereka di medsos memainkan tagar #TurunkanJokowi yang dipelopori akun akun anonim," kata Ridlwan kepada wartawan di Jakarta, Kamis (26/9/2019).

Sepanjang aksi unjuk rasa memang muncul sebagai kelompok tanpa identitas jelas yang menyerukan penurunan Presiden dan mengarahkan isu pada krisis konstitusional. "Kelompok dengan karakter ini tahu karena isu dari kelompok karakter lainnya yang mudah diterima masyarakat, maka mereka bisa menunggangi. Karakter ini tidak bisa membuat api baru setelah 22 Mei lalu, sekarang mereka melihat ada potensi api lain yg bisa dibesarkan, " ujarnya.

Karakter kedua adalah kelompok pencari jati diri/identitas. Karakter ini adalah kelompok yang ikut ke jalan karena solidaritas di media sosial dan belum utuh memahami isu.

"Heroisme demonstrasi salah satu pemikat karakter dua ikutan turun jalan. Mereka berlomba posting InstaStory sebagai bagian dari eksistensi dalam lingkungan pergaulannya," ujar alumni S2 Kajian Intelijen UI tersebut.

Termasuk di karakter dua adalah demo pelajar STM mulai Selasa malam berlanjut Rabu sepanjang hari dan berakhir rusuh. "Mereka berduyun-duyun berangkat karena solidaritas. Tambah cepat info beredar karena medsos terutama WhatsApp," kata Ridlwan.

Sedangkan karakter pertama, yakni kelompok yang murni menolak revisi KUHP dan menolak revisi UU KPK. Kelompok ini berjejaring juga dengan kelompok masyarakat sipil dengan isu-isu utama perlindungan HAM, keadilan Papua, dan hak atas tanah.

Menurut Ridlwan, sedikitnya ada tujuh tuntutan kelompok karakter pertama ini yang sudah beredar. Salah satunya menghentikan pembahasan semua RUU yang sejumlah pasalnya bermasalah.
(poe)
Berita Terkait
Aliansi Mahasiswa dan...
Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Demo Tolak Hak Angket sambil Bagikan Takjil
Demo Mahasiswa di Fly...
Demo Mahasiswa di Fly Over Makassar Mulai Tutup Akses Jalan Utama
Demo Indonesia Cemas,...
Demo Indonesia Cemas, Mahasiswa Lempari Polisi Pakai Botol
Biaya Wisuda Daring...
Biaya Wisuda Daring Mahal, Mahasiswa Unprima Lakukan Demo
Unjuk Rasa di Patung...
Unjuk Rasa di Patung Kuda Ricuh, Massa Mahasiswa Bakar Cone Pembatas dan Lempari Polisi
Prodewa Ajak Mahasiswa...
Prodewa Ajak Mahasiswa Ubah Gerakan Turun ke Jalan dengan Dialog Substantif
Berita Terkini
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
4 jam yang lalu
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
5 jam yang lalu
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
6 jam yang lalu
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
6 jam yang lalu
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
6 jam yang lalu
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
6 jam yang lalu
Infografis
6 Kendaraan Polisi yang...
6 Kendaraan Polisi yang Biasa Diterjunkan dalam Aksi Demo
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved