Video Viral Aparat Masuk Masjid Pakai Sepatu Terjadi di Makassar

Rabu, 25 September 2019 - 00:28 WIB
Video Viral Aparat Masuk...
Video Viral Aparat Masuk Masjid Pakai Sepatu Terjadi di Makassar
A A A
MAKASSAR - Sebuah video yang memperlihatkan oknum polisi menggunakan sepatu masuk ke masjid, viral di media sosial. Video itu diduga direkam saat aksi unjuk rasa mahasiswa di Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), ricuh.

Dalam video yang berdurasi beberapa detik tersebut, terlihat oknum polisi sedang mengejar mahasiswa yang berada di dalam masjid. Mereka masuk dengan atribut lengkap, termasuk menggunakan sepatu dan pentungan, Selasa (24/9/2019).

(Baca juga: Video Oknum Aparat Masuk Musala Pakai Sepatu Viral di Media Sosial)

Beberapa orang dalam video tersebut, terdengar meneriaki dan mengingatkan oknum polisi tersebut lantaran masuk tanpa melepaskan alas kaki. Namun tidak dihiraukan dan tetap masuk menyisir ke dalam masjid.

"Sepatu ta pak," begitu teriakan wanita dalam video.

Kejadian tersebut pun, panen respons negatif dari masyarakat. Pimpinan Pusat (PP) Perhimpunan Remaja Masjid Dewan Masjid Indonesia (PRIMA DMI) pun ikut mengecam aksi tersebut. Dalam pernyataannya, DMI meminta polisi berhati-hati dalam bersikap di masjid.

"Sebelumnya, video seperti ini juga pernah beredar yang menunjukkan aparat berlaku kasar terhadap mahasiswa dalam masjid. Celakanya, oknum polisi di dalam video tersebut juga selalu menunjukkan tidak melepas alas kaki," kata Sekretaris Jendral (Sekjen) PP Prima DMI, Abd Haris Zainuddin dalam keterangan yang diterima SINDOnews.

Padahal lanjut Haris, semua masjid sudah sangat jelas menentukan batas suci yakni, kawasan alas kaki harus dilepas. Setiap orang waras, menurut dia memahami batas suci masjid tersebut. Karena itu. Haris mengaku tidak bisa menerima tindakan aparat seperti dalam video tersebut.

"Saya menduga, tindakan lupa batasan dari oknum aparat itu karena sudah sangat emosional. Namun tetap, aparat harus mengontrol diri, tetap memakai akal sehatnya. Termasuk dalam melihat tempat dia bertindak," tegas Haris.

Salah satu mahasiswa semester I di jurusan Hubungan Internasional, Fakultas Ushuluddin, Filsafat dan Politik UIN Alauddin juga mengaku mendapat perlakuan tidak terpuji dari aparat, dia dan tiga temannya baru saja melaksanakan salat zuhur.

"Tiba-tiba datang polisi amankan ka. Baru selesai salat langsung dihantamkan pentungan," terangnya yang tidak ingin disebutkan namanya.

Menanggapi hal itu, Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani membenarkan kejadian itu, meski sempat membantah bahwa kejadian itu mirip kejadian di Petamburan Jakarta.

"Setelah dilakukan pengecekan di lapangan, bahwa memang betul masjid itu ada di sebelah kantor DPRD Sulsel," katanya.

Dia pun membeberkan kronologis kejadian, anggota polisi yang sedang melakukan pengamanan demonstrasi di kantor DPRD, dilempar mahasiswa dengan batu. pascalemparan itu terjadilah pengejaran mahasiswa oleh anggota, namun mahasiswa bersembunyi di masjid samping DPRD.

"Mahasiswa yang melempar petugas sengaja menjadikan masjid sebagai tameng. Akhirnya, petugas menangkap mahasiswa pelaku pelemparan yang bersembunyi di masjid," ujarnya.

Atas insiden itu, Polda Sulsel mohon maaf yang sebesar besarnya atas insiden tersebut. Oknum yang melakukan tindakan berlebihan akan diproses secara hukum. Namun mahasiswa pelaku pelemparan juga akan diproses secara hukum.

"Propam segera melakukan penyelidikan terhadap insiden tersebut," kata Dicky.
(maf)
Berita Terkait
Bentrok Mahasiswa dan...
Bentrok Mahasiswa dan Aparat di Makassar
Demonstran Mengamuk...
Demonstran Mengamuk Bakar Gedung DPRD Kota Makassar
Mahasiswa di Makassar...
Mahasiswa di Makassar Demo Tolak Kedatangan Jokowi
Demo Berujung Anarkis...
Demo Berujung Anarkis di DPRD Makassar, 16 Oknum Mahasiswa Diamankan
Polisi Diminta Usut...
Polisi Diminta Usut Ormas Penganiaya Mahasiswa Papua saat Demo di Makassar
Demo Mahasiswa di Fly...
Demo Mahasiswa di Fly Over Makassar Mulai Tutup Akses Jalan Utama
Berita Terkini
Biaya Operasional Tinggi,...
Biaya Operasional Tinggi, Gapasdap Minta Pemerintah Naikkan Tarif Angkutan Penyeberangan
32 menit yang lalu
Polda Metro Jaya: 3.588...
Polda Metro Jaya: 3.588 Personel Gabungan Dikerahkan Amankan Demo di DPR RI
1 jam yang lalu
Dukung Program MBG Dilanjutkan,...
Dukung Program MBG Dilanjutkan, Akademisi: Bermanfaat bagi Anak dan Masyarakat
1 jam yang lalu
Polda Metro Jaya Larang...
Polda Metro Jaya Larang Massa Demo Mahasiwa Masuk Jalur VIP Presiden Jerman
2 jam yang lalu
Ketua DPW Partai Perindo...
Ketua DPW Partai Perindo Sulsel Abdul Hayat Gani, dari Birokrasi ke Politik yang Melayani
2 jam yang lalu
Polisi Tangkap 2 Pelaku...
Polisi Tangkap 2 Pelaku yang Hendak Culik Lansia di PIK Jakut
3 jam yang lalu
Infografis
8 Kepolisian Terbaik...
8 Kepolisian Terbaik di Dunia 2025, Apakah Polri Masuk?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved