Jaringan Pengedar Narkoba Jateng-DIY Dibongkar

Selasa, 10 September 2019 - 08:43 WIB
Jaringan Pengedar Narkoba...
Jaringan Pengedar Narkoba Jateng-DIY Dibongkar
A A A
KULONPROGO - Satresnarkoba Polres Kulonprogo, Yogyakarta (DIY), berhasil membongkar jaringan pengedar narkotika dan obat-obat terlarang yang kerap beraksi di perbatasan DIY da Jawa Tengah. Tiga orang berhasil diamankan dengan barang bukti puluhan butir yarindo.

Tiga tersangka yang diamankan adalah Dn (18) warga Kokap Kulonprogo, Ad (19) dan St (19) warga Purworejo Jawa Tengah. Dn sendiri pernah berurusan dengan kepolisian karena kasus yang sama ketika usianya masih dibawah umur. Saat itu dia dipidana dengan hukuman percobaan tiga bulan penjara.

Namun itu tidak membuatnya kapok dan kembali mengedarkan pil-pil haram. Penangkapan ini dilakukan setelah polisi sempat mengamankan DS yang mengedarkan sabu-sabu di perbatasan Kulonprogo-Purworejo. Dari keterangan ini, petugas mengarah kepada keterlibatan Dn, yang setiap hari tinggal bersama denga DS. Hanya saat dilakukan penangkapan dia tidak berada di rumah dan kabur.

Petugas awalnya mengamankan tersangka Ad yang sedang melakukan transaksi yarindo di wilayah Karangwuni, Wates. Dari tangannya diamankan 28 butir pil Yarindo. Dari pengakuan Ad inilah diketahui pil ini dipasok oleh Dn.Petugas langsung melakukan pengejaran dan mengamankan Dn di rumah Ds yang ada di Purworejo. Dari situlah diketahui jika obat-obatan ini dipasok St, dan kembali dilakukan penangkapan terhadap St dengan barang bukti 77 butir pil.

"Jadi mereka ini sudah jaringan, dan mengedarkannya di wilayah Kulonprogo dan Purworejo," jelas Kasat Narkoba Polres Kulonprogo AKP Munarso.

Para tersangka akan dijerat dengan pasal Pasal 196, 197 UU Kesehatan jo, pasal 55 KUHP. Kini polisi masih memburu penyuplai obat-obatan kepada ketiga tersangka. Meskipun dari pengakuan mereka dibeli secara online.

"Jadi mereka ini juga mengedarkan di tempat-tempat karaoke yang ada di Pantai Glagah," jelasnya.

Sementara Dn mengaku nekat berjualan obat-obatan ini karena tidak memiliki pekerjaan. Semenjak kasus pertama dia akhirnya putus sekolah. Dia kemudian hidup tidak jelas dan butuh uang untuk bertahan hidup.

"Untuk makan dan kebutuhan sehari-hari saja," jelasnya.

Setya yang merupakan petambak udang ini, mengaku tergiur dengan ajakan dua tersangka lain. Ayah beranak satu inipun ikut mengedarkan pil-pil tersebut, di samping dikonsumsi sendiri.
(rhs)
Berita Terkait
Asmindo Emoh DIY Provinsi...
Asmindo Emoh DIY Provinsi Termiskin di Pulau Jawa
Wow! Selama Lebaran...
Wow! Selama Lebaran Penduduk DIY Tambah 1,5 Juta Jiwa, Pemasukan Rp2 Trilun
Mulai Hari ini Kepala...
Mulai Hari ini Kepala Desa di Gunungkidul Resmi Disebut Lurah Desa
Kampanye Akbar di Kulonprogo,...
Kampanye Akbar di Kulonprogo, Ganjar Pranowo Bangga Jadi Bagian Keistimewaan DIY
13 Maret Cikal Bakal...
13 Maret Cikal Bakal Hari Jadi Daerah Istimewa Yogyakarta, Ini Alasannya
Warga Nekat Nongkrong...
Warga Nekat Nongkrong Tanpa Masker, Sultan Ancam Tutup Malioboro
Berita Terkini
Program Berkelanjutan...
Program Berkelanjutan Kesehatan Jangkau Lebih dari 16.500 Orang
30 menit yang lalu
Perkuat Kolaborasi Inovasi...
Perkuat Kolaborasi Inovasi Perikanan, Bupati Bogor Tinjau Fasilitas Raiser Ikan Hias BRIN
4 jam yang lalu
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran...
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran Lama 09 Roboh, Pramono: Saya Baru Tahu Pas Viral
4 jam yang lalu
Integrasi Satuan Pendidikan,...
Integrasi Satuan Pendidikan, UIN Jakarta: Tak Bergantung pada Satu Putusan PTUN
4 jam yang lalu
2 Gudang Besar Narkoba...
2 Gudang Besar Narkoba di Bogor Dibongkar, Polisi Sita Jutaan Butir Obat Keras Ilegal
7 jam yang lalu
Pipa Gas Meledak di...
Pipa Gas Meledak di Medan, 1 Tewas dan 2 Orang Lainnya Masih Tertimbun
8 jam yang lalu
Infografis
Kisah Jenderal Hoegeng...
Kisah Jenderal Hoegeng Menyamar Jadi Hippies, Turun Langsung Bongkar Narkoba
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved