Polusi Debu di Pelabuhan Marunda, Warga Terjangkit ISPA

Selasa, 03 September 2019 - 13:32 WIB
Polusi Debu di Pelabuhan...
Polusi Debu di Pelabuhan Marunda, Warga Terjangkit ISPA
A A A
JAKARTA - Polusi debu batu bara di Pelabuhan Marunda diduga menyebabkan masyarakat yang tinggal di Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, terjangkit penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Polusi yang disinyalir berasal dari PT Karya Citra Nusantara (KCN) telah merugikan warga sekitar. Debu hitam pekat tampak jelas menempel di dinding dan kusen jendela salah satu rumah warga bernama Sugiyanto di Kelurahan Marunda, Cilincing.

Pada musim angin barat daya pada November-Februari lalu, tebal tumpukkan debu bisa lebih dari satu sentimeter. “Ini debu batu bara,” ucapnya. Menurut dia, debu batu bara berbeda dengan debu pada umumnya. Debu batu bara berdampak buruk bagi kesehatan. “Kalau terhirup tenggorokan terasa gatal,” katanya.

Koordinator Lapangan Koalisi Masyarakat Jakarta Utara Laode Kamaludin mendesak PT KCN segera menghentikan operasional perusahaan karena melanggar hukum yang telah diatur pemerintah dan harus bertanggung jawab atas kerusakan lingkungan akibat operasi bongkar muat batu bara di Marunda.

Manajer Kampanye Perkotaan dan Energi Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Dwi Sawung mengatakan debu batu bara sangat berbahaya bagi kesehatan manusia. Meski tidak melalui proses pembakaran, debu batu bara tetap menghasilkan particulate matter (PM) 2,5, yakni debu melayang berukuran lebih kecil dari 2,5 mikrometer atau 3% dari dia meter rambut manusia.

Masker biasa tidak mampu mencegah partikel debu masuk ke tubuh manusia lewat pernapasan. “Harus menggunakan masker khusus yang memiliki filter PM 2,5. Harga masker ini 10 kali lipat lebih mahal dibandingkan dengan masker biasa,” ujar Dwi. PM 2,5 yang menumpuk di paru-paru akan menyebabkan pe nyakit gangguan pernapasan. Namun, ada satu penyakit yang terkait langsung dengan debu batu bara, yaitu black lung (pneumokoniosis) atau paruparu hitam.

Mereka yang tinggal dekat area pertambangan atau bongkar muat batu bara rentan terkena penyakit ini. Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara Yudi Dimyati menuturkan telah menganalisis bahwa penyakit yang paling banyak ditemukan di wilayah Jakut adalah ISPA. “Faktor nomor satu yang menyebabkan ISPA karena lingkungan (debu), bukan disebabkan penularan,” ucapnya.
(don)
Berita Terkait
Polusi Udara Merenggut...
Polusi Udara Merenggut 7 Juta Nyawa Setiap Tahun
Mengenal Apa Itu PM2.5...
Mengenal Apa Itu PM2.5 yang Dikaitkan dengan Masalah Polusi Udara
7 Kota dengan Polusi...
7 Kota dengan Polusi Terburuk yang Ada di Indonesia, Wilayah Mana Saja?
Pemerintah Diminta Keluarkan...
Pemerintah Diminta Keluarkan Peringatan agar Masyarakat Waspadai Polusi Udara yang Tinggi
Merdeka dari Polusi...
Merdeka dari Polusi Udara
Dua Minggu Ditutup karena...
Dua Minggu Ditutup karena Polusi Udara Parah, Sekolah di New Delhi India Kembali Dibuka
Berita Terkini
Dukung Kapolda Cup 2026,...
Dukung Kapolda Cup 2026, HGI Dorong Pertumbuhan Olahraga Asah Otak
14 menit yang lalu
Transfer Pengetahuan,...
Transfer Pengetahuan, AA Kadu Bagikan Tips Memilih Bibit Durian Berkualitas
26 menit yang lalu
CFIRST Sayangkan Langkah...
CFIRST Sayangkan Langkah JPU Ajukan Banding dalam Kasus Dedi Saputra
37 menit yang lalu
Ternyata Pelajar Pembawa...
Ternyata Pelajar Pembawa Bom Rakitan di MAN 3 Padang Korban Bully
41 menit yang lalu
DPRD Kota Bandung Rancang...
DPRD Kota Bandung Rancang Regulasi Baru untuk Dorong Kinerja BPR Bandung
2 jam yang lalu
Aktivis: Harus Objektif...
Aktivis: Harus Objektif Sikapi Kematian 3 Pekerja di Gorong-gorong Jakarta
3 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved