Kurang Populer, Ternyata Begini Peran Perawat Komunitas di Pedesaan

Sabtu, 31 Agustus 2019 - 00:55 WIB
Kurang Populer, Ternyata...
Kurang Populer, Ternyata Begini Peran Perawat Komunitas di Pedesaan
A A A
SEMARANG - Perawat komunitas masih kurang populer di telinga masyarakat Indonesia. Namun, perawat komunitas ternyata memiliki peran penting untuk meningkatkan kesehatan sekaligus mencegah penyebaran penyakit di pedesaan.

"Sebenarnya perawat komunitas itu kunci dalam pencapaian dari indikator pelayanan kesehatan," kata Sekretaris Ikatan Perawat Kesehatan Komunitas Indonesia (IPKKI), Wiwin Wiarsih, di sela kongres nasional IPKKI di Hotel Harris, Jalan Ki Mangunsarkoro, Semarang, Jumat (30/8/2019).

"Pendekatan promotif preventif menjadi hal utama sehingga tidak lagi menjadi beban angka kesakitan yang tinggi," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah Yulianto Prabowo, menyatakan, idealnya terdapat 85 perawat setiap 100 ribu penduduk. Jumlah tersebut sudah hampir tercapai di Jawa Tengah, sehingga diharapkan bisa meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

"Di Jawa Tengah kebutuhan perawat idealnya kita untuk tahap pertama ini memang sudah ideal karena target untuk tahap pertama itu ada 85 perawat setiap 100 ribu penduduk, dan ini sudah tercapai atau hampir tercapai kurang sedikit lagi," kata Yulianto.

"Kalau kebutuhan bidan itu 45 per 100 ribu penduduk, ini juga hampir tercapai, yang masih banyak belum tercapai ini seperti sanitarian kesehatan lingkungan, ahli gizi ini masih kurang banyak," imbuh dia.

Yulianto juga mengatakan, banyaknya jumlah perawat merupakan modal utama untuk pembangunan kesehatan termasuk menekan angka kematian ibu dan anak. Dengan perawat komunitas maka bisa mengubah pendekatan kesehatan dari hospital based menjadi community based.

"Problem kita ini masalah perilaku program kesehatan itu masalah perilaku, dan yang kedua adalah kesehatan lingkungan termasuk gizi, sehingga pendekatan komunitas menjadi suatu kebutuhan," terangnya.

"Sekarang kita punya modal besar jumlah perawat yang banyak bagaimana kita memanfaatkan ini dalam pembangunan kesehatan. Ini harus dimanfaatkan secara cepat diposisikan fungsinya secara baik dan ini perawat komunitas ini menjadi salah satu solusi dan upaya yang tepat," tandasnya.
(pur)
Berita Terkait
SMC RS Telogorejo Semarang...
SMC RS Telogorejo Semarang Luncurkan 3 Inovasi Pelayanan Kesehatan
Kehadiran dan Ketersediaan...
Kehadiran dan Ketersediaan Layanan Kesehatan Dinilai Penting
Jabat Ketua PW IAMARSI,...
Jabat Ketua PW IAMARSI, Willi Putra Siap Tingkatkan Pelayanan Kesehatan
Momentum Benahi Pelayanan...
Momentum Benahi Pelayanan Kesehatan
Beroperasi, Klinik Nuhrintama...
Beroperasi, Klinik Nuhrintama Diharap Tunjang Pelayanan Kesehatan di Gowa
Warga Kampung Nelayan...
Warga Kampung Nelayan Surabaya Serbu Pemeriksaan Kesehatan Gratis
Berita Terkini
Mimika Darurat Narkoba,...
Mimika Darurat Narkoba, Rampeani Rachman Minta Bandar Diburu hingga ke Akar
12 menit yang lalu
Teladani KH. Wahab Hasbullah,...
Teladani KH. Wahab Hasbullah, Menag Dorong Pesantren Cetak Generasi Unggul
1 jam yang lalu
24 RW di Jakarta Bakal...
24 RW di Jakarta Bakal Alami Gangguan Air Bersih, Ini Penyebabnya
3 jam yang lalu
Tarif Sejumlah Rute...
Tarif Sejumlah Rute Transjabodetabek Bakal Dinaikkan, Termasuk Blok M-Bandara Soetta
3 jam yang lalu
CFD Rasuna Said Tetap...
CFD Rasuna Said Tetap Digelar Minggu 7 Juni, Catat Waktunya!
4 jam yang lalu
Kebakaran Permukiman...
Kebakaran Permukiman Warga di Cideng, 5 Orang Terluka dan 1 Tewas
5 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved