Kekerasan Perempuan dan Anak di Gorontalo Capai 754 Kasus

Selasa, 27 Agustus 2019 - 07:01 WIB
Kekerasan Perempuan...
Kekerasan Perempuan dan Anak di Gorontalo Capai 754 Kasus
A A A
GORONTALO - Dugaan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Provinsi Gorontalo , menembus angka 754 kasus. Angka itu merupakan akumulasi dari data yang dimiliki Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Gorontalo, sebanyak 307 kasus di tahun 2018.

Sedangkan Polda Gorontalo dan jajaran Polres mencapai 447 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Data ini berhasil dihimpun SINDOnews melalui kegiatan penguatan kapasitas pengelola layanan perlindungan perempuan dan anak tingkat Provinsi Gorontalo, di Nacas Cafe, Senin (26/08/19).

Kadis SP3A Provinsi Gorontalo Risjon K Sunge menjelaskan, bertambahnya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak , tidak bisa dipungkiri disebabkan pekembangan zaman yang sering disalah manfaatkan. Apalagi hampir semua media memberitakan persoalan sosial, seperti konflik horizontal serta kejadian luar biasa akibat pergeseran moral masyarakat.

"Fenomena kesenjangan yang semakin jauh, antara yang kuat dan lemah, kaya dengan miskin serta perbedaan status akibat ketidak adilan sosial, selalu dipertontonkan. Kenyataannya, paling rentan terkena dampak buruk dari kondisi sosial ini, adalah perempuan dan anak, maka tidak heran kalau tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak masih saja terjadi," ujar Risjon.

Data sementara di tahun ini kasus yang ditangani Dinas SP3A Provinsi Gorontalo, sedikitnya 10 kasus. Di antaranya tiga kasus dengan anak sebagai korban, sisanya tujuh kasus perempuan sebagai korban kekerasan.

"Dibandingkan tahun 2018 kemarin, memang kasus yang kami tangani begitu besar, mencapai 307 kasus. Masing-masing 137 kasus anak dan 224 perempuan. Anak sebagai korban sebanyak 137 kasus, dan yang terlayani hanya 79 kasus. Untuk 224 kasus perempuan sebagai korban, yang terlayani hanya 210 kasus," terang Risjon.

Upaya yang dilakukan instansinya, membentuk pusat pelayanan terpadu pemberdayaan perempuan dan anak (P2TP2A) Provinsi Gorontalo. Merupakan pusat kegiatan terpadu yang menyediakan pelayanan bagi perempuan dan anak, sebagai korban tindak kekerasan.

"Melalui wahayana operasional pemberdayaan perempuan untuk mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender, yang dikelola oleh masyarakat dengan pemerintah daerah. Kami ingin menjadikan masyarakat lebih baik, jauh dari tindak kriminalitas dan kekerasan lainnya," tutur Risjon.

Sementara Kasubdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Gorontalo AKBP Ramlah Pulumoduyo menjelaskan, kasus kekerasan terhadap perempua dan anak ditangani Polda Gorontalo.

Yakni 447 kasus di antaranya, Polda Gorontalo 42 kasus, 86 kasus Polres Gorontalo Kota, 127 kasus Polres Gorontalo, 53 kasus Polres Pohuwato, 63 kasus Polres Boalemo dan terakhir 76 kasus Polres Bone Bolango.

"Dugaan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak ini, didominasi oleh dugaan kasus perlindungan anak yang mencapai 181 kasus, kemudian disusul dugaan kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) 107 kasus," tutupnya.
(rhs)
Berita Terkait
KPPB Ajak Masyarakat...
KPPB Ajak Masyarakat Tolak Aksi Kekerasan Terhadap Perempuan
Survei Kemen PPPA: Jumlah...
Survei Kemen PPPA: Jumlah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak Menurun
Ketua RPA Perindo: Jangan...
Ketua RPA Perindo: Jangan Sungkan Lapor, Pendampingan Kami Gratis!
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Serius Tangani Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak
Kampanye 16 Hari Anti...
Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak
Pemkot Depok Minta Warga...
Pemkot Depok Minta Warga Tak Takut Laporkan Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak via Hotline
Berita Terkini
Dokter Gigi Asal Vietnam...
Dokter Gigi Asal Vietnam Buka Praktik di Ciputat Pakai Izin Tinggal Kunjungan, Endingnya Dideportasi
44 menit yang lalu
Pramono Akan Resmikan...
Pramono Akan Resmikan CFD Rasuna Said saat HUT Jakarta, Mayoritas Warga Minta Dilanjutkan
1 jam yang lalu
Nunggak Bayar Sewa Indekos,...
Nunggak Bayar Sewa Indekos, Motor Teman Diembat
2 jam yang lalu
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
10 jam yang lalu
Gelar Pernas XIII di...
Gelar Pernas XIII di Klaten, FMKI Keluarkan Seruan Moral
10 jam yang lalu
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
11 jam yang lalu
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved