Kunjungan Wisman ke Papua Normal

Jum'at, 23 Agustus 2019 - 14:48 WIB
Kunjungan Wisman ke...
Kunjungan Wisman ke Papua Normal
A A A
KULONPROGO - Menteri Pariwisata (Menpar) Arif Yahya memastikan kondisi pariwisata di Indonesia tetap tumbuh. Aksi demo Papua dan kericuhan di beberapa daerah tidak berpengaruh terhadap kunjungan wisata. Bahkan kunjungan wisatawan ke Raja Ampat yang merupakan destinasi andalan tetap tinggi.

"Tidak ada masalah, semuanya aman," jelasnya saat melakukan kunjungan ke Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) di Kabupaten Kulonprogo DIY, Jumat (23/8/2019).

Kedatangan Menpar ini, dalam rangka kunjungan kerja untuk optimalisaai kunjungan wisata di DIY dan Jawa tengah. Salah satunya dalam pengembangan Candi Borobudur sebagai salah prioritas pengembangan wisata di Indonesia.

Menurut Menpar, selama ini wisata di Papua Barat kebanyakan datang untuk melihat keindahan alam di Raja Ampat. Saat ini kondisi disana cukup aman dan terkendali. Bahkan destinasi andalan di Papua ini sama sekali tidak terpengaruh aksi demo dan kericuhan. Susana masih cukup kondusif.

"Sampai siang ini belum ada travel agen yang cancel. Jadi disana cukup aman," terang Menteri Pariwiaata.

Dari evaluasi kunjungan wisata di 2018, target devisa dari sektor wisata sudah tercapai. Dari target 17 miliar dolar mampu terealisasi hingga sekitar 19,3 miliar dolar. Sedangan tahun ini targetnya akan dinaikkan menjadi 20 miliar dolar dengan kunjungan wisata mencapai 18 juta orang.

"Kami yakin target akan tercapai karena realisasi di 2018 sudah sekitar 90 persen," jelasnya.

Sementara Direktur PT Angkasa Pura I Faik Fahmi mengatakan selama ini wisatawan yang masuk di DIY terkendala kapasitas Bandara di Adisutjipto yangcterbatas. Namun dengan adanya bandara YIA, dipastikan kapasitasnya akan lebih banyak. Tidak hanya itu pesawat berbadan besar dan terberatpun bisa mendarat.

"Beberapa maskapai sudah tertaring, termasuk beberapa carter flight," jelas Faik.

Beberapa negara yang tertarik untuk dibidik adalah Australia, Malaysia dan Cina. Dengan kondisi bandara yang semakin reresentatif, diharapkan mampu untuk mewujudkan target 20 juta penumpang. Apalagi dengan banyak kegiatan promosi di luar negeri.

"Penerbangan langsung bisa membawa 400 penumpang langsung. Kita juga berikan free parking fee untuk 6 bulan pertama dan diskon 50 persen setelahnya," jelasnya.
(rhs)
Berita Terkait
Jengkel Upah Kerja Terlambat,...
Jengkel Upah Kerja Terlambat, Pemuda Ini Rusak Tugu Ikon Wisata Raja Ampat
Polisi Tindak Tegas...
Polisi Tindak Tegas Pelaku Penyerangan Relawan KOKO dan AFU-ORI
Genjot Pariwisata di...
Genjot Pariwisata di Papua, Ganjar Komitmen Tingkatkan SDM hingga Transportasi
Dua PSK Diciduk saat...
Dua PSK Diciduk saat Menunggu Pelanggannya di Kamar Hotel
Sambut Ganjar Pranowo,...
Sambut Ganjar Pranowo, Masyarakat Raja Ampat Gelar Atraksi Perahu hingga Barapen
Kunjungi Papua, Capres...
Kunjungi Papua, Capres Ganjar Pranowo Disambut Meriah Warga Raja Ampat
Berita Terkini
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
3 menit yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
12 menit yang lalu
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
18 menit yang lalu
Lampung Kukuhkan Diri...
Lampung Kukuhkan Diri sebagai Sentra Semangka Nasional
31 menit yang lalu
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
1 jam yang lalu
Integrasi Pendidikan,...
Integrasi Pendidikan, Visitasi Rektorat UIN Jakarta Berjalan Lancar dan Tak Ganggu KBM
1 jam yang lalu
Infografis
11 Bandara Papua Ditutup...
11 Bandara Papua Ditutup Sementara Imbas Penembakan Pesawat Smart Air
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved