Setelah Bekasi, Giliran Wali Kota Depok Pilih Gabung DKI Jakarta

Selasa, 20 Agustus 2019 - 21:03 WIB
Setelah Bekasi, Giliran...
Setelah Bekasi, Giliran Wali Kota Depok Pilih Gabung DKI Jakarta
A A A
DEPOK - Setelah Bekasi, kini giliran Wali Kota Depok Idris Abdul Shomad yang angkat bicara terkait wacana pemekaran Provinsi Bogor Raya. Idris menegaskan lebih setuju bergabung dengan Provinsi DKI Jakarta ketimbang Provinsi Bogor Raya.

Idris mengatakan, jika dilihat dari sisi aktivitas penduduk, warga Depok rata-rata bekerja di wilayah Jakarta. Diperkirakan lebih dari separuh warga Depok adalah masyarakat komuter. Mereka rata-rata menggunakan moda transportasi kereta api. "Sekitar 65 persen warga Depok itu komuter. Sekitar 90 persen ke Jakarta, selebihnya ke Bogor dan Bekasi," ujarnya, Selasa (20/8/2019).

Idris melanjutkan, jika dilihat dari sisi kebutuhan, Depok memang tidak terpisahkan dengan DKI Jakarta. Lantaran Depok sebagai wilayah tiang penyangga atau kota perbatasan, dibutuhkan koordinasi langsung. Terdapat empat kebutuhan paling terkait antara Depok dengan Jakarta mencakup sanitasi, air bersih, udara, dan sampah.

"Ini memang jelas, makanya kita siasati wilayah otonomi ini, yang satu masuk ke Banten (Tangerang), satu masuk ke Jabar (Bekasi dan Depok), berbatasan langsung dengan Jakarta. Untuk memenuhi kebutuhan disiasati dengan membentuk Badan Koordinasi Pemerintah (BKSP) Jabodetabek," paparnya. (Baca juga: Enggan Gabung ke Bogor Raya, Kota Bekasi Dapat Tawaran Masuk Jakarta)

Idris juga menekankan, dari sisi budaya, Depok di wilayah Jabar masuk rumpun Melayu Depok. Bila ditelaah lebih lanjut, dari segi bahasa serupa dengan DKI Jakarta. "Dalam SK Gubernur disebut juga sebagai rumpun Melayu Depok, bukan disebut rumpun Betawi karena Betawi trademark dari Jakarta, jadi Depok rumpun Melayu Betawi. Kalau kedekatan dari sisi bahasa walau serupa tapi tak sama itu lebih cenderung ke Jakarta dan ini adalah budaya," ucapnya.

Dari sisi letak geografis, Kota Depok memang berada di kawasan Jawa Barat sehingga tidak bisa dipisahkan begitu saja. Tidak mudah memindahkan Ibu Kota maupun membentuk suatu provinsi. "Kalau berbicara wacana kebutuhan, daerah budaya memang arahnya ke sana (Jakarta). Tapi kalau dari kewilayahan, asal muasalnya ya Jawa Barat," bebernya.

Secara pribadi, Idris mengaku lebih memilih masuk menjadi bagian dari DKI Jakarta, terutama dari segi bahasa. Pasalnya, ia tidak begitu menguasai bahasa Sunda. "Kalau Anda nanya sisi bahasa, saya lebih milih bahasa Jakarta karena saya enggak ngerti bahasa Sunda. Misal kemarin upacara ultah Jabar, agenda petuah sesepuh Jabar itu pakai bahasa Sunda, saya enggak paham. Kalau bahasa ya ke Jakarta," pungkasnya.
(thm)
Berita Terkait
Menteri Sofyan Djalil:...
Menteri Sofyan Djalil: Kawasan Jabodetabekpunjur Masih Miliki Sejumlah Permasalahan
Waste4Change Hadirkan...
Waste4Change Hadirkan Jasa Angkut Sampah di 10 Kota
Usulkan Depok Gabung...
Usulkan Depok Gabung Jakarta, Wali Kota: Untuk Mengatasi Sejumlah Permasalahan
PPKM Darurat, Kebun...
PPKM Darurat, Kebun Raya Bogor Ditutup Hingga 20 Juli 2021
Sudah Rp720 Miliar Bantuan...
Sudah Rp720 Miliar Bantuan dari Provinsi Sulsel Diberikan untuk Luwu Raya
Wacana Depok Gabung...
Wacana Depok Gabung Jakarta, Perindo Paparkan Tiga Hal yang Perlu Menjadi Pertimbangan
Berita Terkini
18 DPC Beri Dukungan,...
18 DPC Beri Dukungan, Nurdiansyah Alasta Siap Pimpin Demokrat Aceh
6 jam yang lalu
Tingginya Antusiasme...
Tingginya Antusiasme Peserta saat Ikuti Perlombaan Antar Madrasah Diniyah yang Digelar MNC Lido dan MNC Peduli
6 jam yang lalu
Pengadilan Agama Jaksel...
Pengadilan Agama Jaksel Gandeng Pemkot, Siapkan Isbat Nikah Terpadu bagi Warga
7 jam yang lalu
Menyemarakkan Tahun...
Menyemarakkan Tahun Baru Islam, MNC Lido dan MNC Peduli Gelar Lomba Kaligrafi hingga Cerdas Cermat
7 jam yang lalu
Dilaporkan ke Kemenhaj...
Dilaporkan ke Kemenhaj Sulsel, JFT Siap Memberikan Keterangan dan Langkah Hukum
7 jam yang lalu
Produk Olahan Singkong...
Produk Olahan Singkong Sleman Terus Dikembangkan
9 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Menggelar Car Free Day di Rasuna Said
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved