Depok Dapat Kucuran Rp240 Miliar untuk Bangun Flyover dan Underpass

Kamis, 15 Agustus 2019 - 23:46 WIB
Depok Dapat Kucuran...
Depok Dapat Kucuran Rp240 Miliar untuk Bangun Flyover dan Underpass
A A A
DEPOK - Pemkot Depok akan membangun flyover Stasiun Citayam dan underpass Dewi Sartika pada 2020 mendatang. Pembangunan dua infrastruktur tersebut merupakan bantuan dari Pemprov Jawa Barat untuk mengatasi kemacetan di Depok.

"Tahun depan baru konstruksi, sekarang masih menyusun detail engineering design (DED)," ungkap Kepala Dinas Bina Marga dan Tata Ruang Jawa Barat, Koswara pada Kamis (15/8/2019).

Menurut Koswara, pembangunan underpass Dewi Sartika tidak terlalu banyak memakan lahan. Namun secara detil, dia tidak bisa memastikan berapa banyak lahan yang harus dibebaskan. "Belum pasti sih berapa lahan yang dibebaskan, yang jelas underpass lebih sedikit pembebasan lahannya kalau dilihat sekilas dari kajiannya," ujarnya.

Untuk flyover Stasiun Citayam, lanjut Koswara, akan memiliki panjang 200 meter. Sementara, underpass Jalan Dewi Sartika akan dibangun sepanjang 100 meter. "Desainnya masih kita buat tahun ini, tahun depan sudah bisa groundbreaking," paparnya.

Koswara menuturkan, Pemprov Jawa Barat gelontorkan dana sekitar Rp240 miliar untuk atasi kemacetan di Depok dengan membangun flyover dan underpass. Selain itu di Stasiun Citayam juga akan dilakukan penataan, mengingat di sana cukup banyak pedagang kaki lima dan angkutan umum.

Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna mengatakan, pembangunan underpass di Jalan Dewi Sartika Kota Depok, diharapkan dapat mengentaskan kemacetan yang kerap terjadi di kawasan tersebut. "Kawasan itu memang sering sekali terjadi kepadatan kendaraan, karena dekat persimpangan dan jalur kereta," kata Pradi.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok, Dadang Wihana menambahkan, kemacetan di Jalan Dewi Sartika maupun Jalan Raya Citayam selalu terjadi pada jam-jam sibuk pagi dan sore. "Untuk pagi, jam sibuknya dari pukul 06.00-08.00 WIB, sedangkan pada sore hari mulai pukul 16.00-20.00 WIB," kata Dadang.

Dadang menuturkan, alasan kemacetan itu karena headway atau jarak waktu kereta satu dengan yang lainnya berdurasi 3 sampai 5 menit. "Kondisi weekend jam sibuknya mulai dari pukul 11.00-20.00 WIB," paparnya.

Kondisi jam sibuk baik di weekend maupun weekday pun bervariatif, mengingat pola pergerakan orang di dalam kota pada weekend 85%, sementara pada weekday pola pergerakannya 60% keluar dan 40% di dalam. "Paling padat di weekend minggu pertama dan keempat setiap bulannya," ucapnya.
(whb)
Berita Terkait
Pemkot Depok Banjir...
Pemkot Depok Banjir Kritik, Bongkar Pasang Trotoar Jalan Margonda
Kolaborasi Olahraga...
Kolaborasi Olahraga dengan Industri Kreatif,Gekrafs Depok Gelar Turnamen Sepak Bola untuk Anak
Pemkot Depok Izinkan...
Pemkot Depok Izinkan Warga Ziarah Kubur dengan Penerapan Prokes
Sambangi Kantor PCNU...
Sambangi Kantor PCNU Depok, PDIP Ingin Dapatkan Saran Soal Penangangan Covid-19
Pemkot Depok Pertimbangkan...
Pemkot Depok Pertimbangkan Lakukan Swab Test di Lokasi Keramaian
Usia ke-21 Kota Depok,...
Usia ke-21 Kota Depok, Momentum Refleksi Diri
Berita Terkini
18 DPC Beri Dukungan,...
18 DPC Beri Dukungan, Nurdiansyah Alasta Siap Pimpin Demokrat Aceh
5 jam yang lalu
Tingginya Antusiasme...
Tingginya Antusiasme Peserta saat Ikuti Perlombaan Antar Madrasah Diniyah yang Digelar MNC Lido dan MNC Peduli
5 jam yang lalu
Pengadilan Agama Jaksel...
Pengadilan Agama Jaksel Gandeng Pemkot, Siapkan Isbat Nikah Terpadu bagi Warga
5 jam yang lalu
Menyemarakkan Tahun...
Menyemarakkan Tahun Baru Islam, MNC Lido dan MNC Peduli Gelar Lomba Kaligrafi hingga Cerdas Cermat
6 jam yang lalu
Dilaporkan ke Kemenhaj...
Dilaporkan ke Kemenhaj Sulsel, JFT Siap Memberikan Keterangan dan Langkah Hukum
6 jam yang lalu
Produk Olahan Singkong...
Produk Olahan Singkong Sleman Terus Dikembangkan
8 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved