Beraksi Sore Hari, Perampok Berpistol Gasak 48 Ponsel Senilai Rp150 Juta
Selasa, 30 Juli 2019 - 19:05 WIB
Beraksi Sore Hari, Perampok Berpistol Gasak 48 Ponsel Senilai Rp150 Juta
A
A
A
TANGERANG - Dua perampok bersenjata api menyatroni toko ponsel di Kampung Lamporan, Desa Dukuh, Cikupa, Tangerang, pada Selasa (30/7/2019). Dalam aksinya para pelaku membawa kabur sebanyak 48 handphone berbagai merek senilai Rp150 juta.
Aksi pelaku ini terbilang nekat karena dilakukan sore hari, saat pengunjung toko sedang ramai dan sempat terekam kamera CCTV. Dalam rekaman CCTV, pelaku berjumlah dua orang terlihat membawa pistol.
Kapolres Kota Tangerang Kombes Pol Sabilul Alif mengatakan, pelaku memiliki ciri badan tegap tinggi besar dan tinggi kurus. Saat beraksi, keduanya mengenakan masker, helm, jaket, dan senjata api mainan.
"Kedua pelaku langsung masuk ke toko dan mengancam penjaga toko. Seorang pelaku mengeluarkan senjata api, diduga mainan," kata Sabilul kepada SINDOnews pada Selasa (30/7/2019).
Sabilul menuturkan, elaku lalu meminta penjaga toko duduk dan diam. Takut ditembak, penjaga toko hanya bisa pasrah. Melihat sejumlah korban pasrah, para pelaku dengan leluasa menjarah sebanyak 48 handphone berbagai merek yang dipajang dalam etalase."Pelaku memasukkan hasil rampokan ke tas ransel. Total kerugian ditaksir mencapai Rp150 juta," ujarnya.
Sabilul menuturkan, ciri-ciri pelaku telah diketahui berdasarkan rekaman CCTV dan keterangan sejumlah saksi."Tim telah dibentuk untuk mengejar para pelaku," ucapnya.
Aksi pelaku ini terbilang nekat karena dilakukan sore hari, saat pengunjung toko sedang ramai dan sempat terekam kamera CCTV. Dalam rekaman CCTV, pelaku berjumlah dua orang terlihat membawa pistol.
Kapolres Kota Tangerang Kombes Pol Sabilul Alif mengatakan, pelaku memiliki ciri badan tegap tinggi besar dan tinggi kurus. Saat beraksi, keduanya mengenakan masker, helm, jaket, dan senjata api mainan.
"Kedua pelaku langsung masuk ke toko dan mengancam penjaga toko. Seorang pelaku mengeluarkan senjata api, diduga mainan," kata Sabilul kepada SINDOnews pada Selasa (30/7/2019).
Sabilul menuturkan, elaku lalu meminta penjaga toko duduk dan diam. Takut ditembak, penjaga toko hanya bisa pasrah. Melihat sejumlah korban pasrah, para pelaku dengan leluasa menjarah sebanyak 48 handphone berbagai merek yang dipajang dalam etalase."Pelaku memasukkan hasil rampokan ke tas ransel. Total kerugian ditaksir mencapai Rp150 juta," ujarnya.
Sabilul menuturkan, ciri-ciri pelaku telah diketahui berdasarkan rekaman CCTV dan keterangan sejumlah saksi."Tim telah dibentuk untuk mengejar para pelaku," ucapnya.
(whb)