Kemarau, Ketua RT/RW Diminta Ajukan Surat Jika Ingin Suplai Air Bersih

Selasa, 30 Juli 2019 - 11:31 WIB
Kemarau, Ketua RT/RW...
Kemarau, Ketua RT/RW Diminta Ajukan Surat Jika Ingin Suplai Air Bersih
A A A
JAKARTA - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Utara bekerjasama dengan PAM Jaya untuk memberikan penyediaan air bersih di wilayah terdampak kekeringan akibat musim kemarau panjang. Hal ini dilakukan guna mengantisipasi musim kemarau panjang di Jakarta Utara yang berlangsung hingga November 2019 mendatang.

"Kita meminta kepada penyedia air bersih di DKI untuk merencanakan penambahan suplai air bersih pada sejumlah wilayah yang mengalami kekeringan," ujar Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkot Jakarta Utara Suroto kepada wartawan, Selasa (30/7/2019).

Penyediaan air bersih diutamakan di wilayah yang belum terjangkau instalasi air bersih seperti kawasan Tanah Merah, Koja, Kampung Sawah, Cilincing, dan Kamal Muara, Penjaringan.

Dia menjelaskan, penyediaan air bersih harus melalui pengajuan surat dari RT/RW setempat yang diketahui lurah. Setelah itu surat permohonan dilayangkan kepada penyedia air bersih, baik ke PT Plyja atau pun PT Aetra yang memiliki kewenangan instalasi air bersih di wilayah tersebut.

"Pengajuan permohonannya bukan atas nama pribadi, tapi melalui RT/RW setempat. Nanti setelah itu suplai air bersih ditambah," jelasnya.

Dia menambahkan sebelum diadakannya penyediaan air bersih, perangkat Kerja Daerah (UKPD) seperti Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara dan Suku Dinas Kehutanan Jakarta Utara membantu distribusi air bersih dengan menggunakan kendaraan dinas.

"Jadi mekanismenya nanti UKPD berperan dalam pendistribusian jika PT Palyja dan PT Aetra kekurangan kendaraan dalam pendistribusian air bersih," ungkapnya.

Dia pun menghimbau kepada masyarakat, agar turut menerapkan penghematan penggunaan air bersih. Sehingga air bersih yang tersedia mampu mencukupi untuk seluruh kebutuhan masyarakat di Jakarta Utara.

"Saya pikir hemat air ini wajib bagi masyarakat. Dengan berhemat maka ini maka akan meningkatkan perekonomian juga. Tidak terlalu besar pembayaran air bersih yang dipakai setiap bulannya," imbuhnya.
(ysw)
Berita Terkait
Kemarau, Warga Lombok...
Kemarau, Warga Lombok Timur Mulai Kesulitan Air Bersih
Siap-siap! 17 Kelurahan...
Siap-siap! 17 Kelurahan di Jakbar dan Jakut Bakal Krisis Air Bersih
Pulau Jawa Dilanda Kekeringan,...
Pulau Jawa Dilanda Kekeringan, BNPB Sebut Sudah Fase Darurat Air Bersih
Kekeringan Intai 4 Kecamatan...
Kekeringan Intai 4 Kecamatan di Tulungagung, BPBD: Mulai Hemat Air
Kemarau Panjang, 19...
Kemarau Panjang, 19 Desa di Tuban Terancam Krisis Air Bersih
Indonesia Menghadapi...
Indonesia Menghadapi Krisis Air Bersih saat Puncak Kemarau, Ganjar Pranowo Beraksi
Berita Terkini
Nabung Emas di BRImo...
Nabung Emas di BRImo Kini Otomatis Lewat Fitur Toggle, Modal Mulai Rp10 Ribu!
3 jam yang lalu
Sempat Memanas, Mahasiswa...
Sempat Memanas, Mahasiswa yang Demo di Jalan Jenderal Sudirman Akhirnya Membubarkan Diri
3 jam yang lalu
Mahasiswa BEM SI Kerakyatan...
Mahasiswa BEM SI Kerakyatan Bubarkan Diri, Polisi Bersihkan Sampah di Depan Gedung DPR
4 jam yang lalu
15 Mahasiswa Diterima...
15 Mahasiswa Diterima di Istana Wapres Gibran usai Demo di Jalan Medan Merdeka
4 jam yang lalu
Sahroni Apresiasi Polisi...
Sahroni Apresiasi Polisi Ringkus Pelaku Penculikan Lansia di PIK: Tangkap Apa Pun Motifnya!
4 jam yang lalu
Demo Mahasiswa Belum...
Demo Mahasiswa Belum Kelar, Arus Lalu Lintas di Jalan Jenderal Sudirman Tersendat
4 jam yang lalu
Infografis
Houthi Yaman Siap Serang...
Houthi Yaman Siap Serang Israel jika Perang Gaza Berlanjut
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved