ACT Biayai Murid dari Alor Bersekolah di Pulau Jawa

Senin, 29 Juli 2019 - 16:48 WIB
ACT Biayai Murid dari...
ACT Biayai Murid dari Alor Bersekolah di Pulau Jawa
A A A
JAKARTA - Global Zakat-Aksi Cepat Tanggap (ACT) terus mengapresiasi semangat para guru dan murid yang berjuang dalam dunia pendidikan di tepian negeri.

Apresiasi tak hanya dirasakan para guru, namun juga dirasakan langsung oleh para murid-murid Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Timuabang, Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Di tengah keterbatasan buku ajar, bacaan, fasilitas pendidikan, serta alat peraga pendidikan di tepian negeri, mereka berhasil menyabet medali dalam olimpiade tingkat nasional.

Kepala MIS Timuabang, Kadir serta murid-muridnya berada di Jakarta sebagai kelanjutan dari program Pendidikan Tepian Negeri ACT yang telah dimulai sejak 2014 lalu.

Terhitung sejak pekan ketiga Juli 2019 ini, enam anak didik Kadir melanjutkan sekolah di Pulau Jawa. Mereka akan belajar di bawah binaan Fath Institute di Jakarta dan Bogor, Jawa Barat.

Selain itu, ada ada pula yang mengenyam pendidikan di pesantren daerah Bojonegoro, Jawa Timur.
ACT Biayai Murid dari Alor Bersekolah di Pulau Jawa

Kehadiran para siswa tersebut di Jawa adalah buah keyakinan dan usaha orang tua serta guru-guru di Alor yang senantiasa memprioritaskan pendidikan mereka di tengah keterbatasan ekonomi.

Sebelumnya pada 2014 lalu, ACT mendarat di tanah Alor, tempat berdirinya MIS Timuabang.

Lima ruang kelas ACT bangun sebagai tindakan untuk menyediakan pendidikan yang layak di tepian negeri.

Sementara sejak 2017, ACT juga telah memberangkatkan murid dari Alor ke tanah Jawa untuk melanjutkan pendidikan.

Amin, salah satu penerima beasiswa yang baru saja lulus dari MIS Timuabang ini menuturkan kepada tim ACT betapa bangganya bisa melanjutkan sekolah di ibu kota.

“Senang sekolah di Jakarta,” ungkapnya singkat setelah melaksanakan salat Jumat di Masjid Istiqlal.

Sejalan dengan itu, Kadir menambahkan bahwa para murid yang berangkat ke Jawa ini merupakan mereka yang berasal dari keluarga prasejahtera di kampungnya.

Orang tua mereka sebagian besar adalah nelayan tradisional atau merantau ke Batam, Kepulauan Riau, atau Malaysia untuk mengadu nasib.

“Sebagian besar penduduk di Timuabang prasejahtera, mereka menggantungkan nasib pada hasil laut atau merantau dengan pekerjaan yang juga belum jelas,” ungkap Kadir sambil mendampingi murid-muridnya mengunjungi Monas.

Meskipun murid-murid tersebut hadir dari keluarga prasejahtera, Kadir mengaku, keluarga mereka sangat mendukung pendidikan anak-anaknya.

Orang tua anak didiknya tak pernah memaksakan anaknya untuk membantu pekerjaan orang tua, malah mendorong anaknya terus sekolah.

“Istilahnya, orang tua mereka menekankan, apa pun yang terjadi anaknya harus sekolah,” jelasnya.

Seluruh murid yang bersekolah di MIS Timuabang bimbingan Kadir tak dimintai biaya satu rupiah pun. Mereka bersekolah gratis.

Saat ini terdapat lima ruang kelas yang berdiri dari ACT yang mereka manfaatkan serta enam guru yang mendidik puluhan siswa.

Di sisi lain, seluruh guru yang mengajar dri MIS Timuabang tak mendapatkan gaji tetap.

Tiap bulannya mereka hanya mendapatkan sembako dari seorang donatur, sedangkan ada Biaya Operasional Sekolah atau BOS dari pemerintah sebesar Rp22 juta per semester.

BOS ini yang menjadi gaji mereka. Guru yang mengajar di Timuabang tak seluruhnya lulusan pendidikan tinggi atau sarjana.

Sebagian dari mereka bersekolah dengan cara mengejar paket. Walau begitu, pengalaman serta asa untuk membangun semangat belajar anak-anak di Timuabang menjadi kekuatan mereka mengajar.

Meskipun, sebagian guru tak memiliki latar belakang pendidikan tinggi, sebuah bukti dari ketekunan melahirkan kebanggaan.

Beberapa siswa MIS Timuabang telah menyabet medali dalam olimpiade tingkat nasional.

“Kami belajar dari bahan yang ada saja. Di dalamnya kan ada soal, ya dari situ anak-anak ini belajar untuk persiapan olimpiade sains,” pungkasnya.
(shf)
Berita Terkait
Luncurkan Sahabat UMI,...
Luncurkan Sahabat UMI, ACT Berdayakan Ibu-ibu Pelaku Usaha Mikro
Meredam Kerentanan Ekonomi...
Meredam Kerentanan Ekonomi di Masa Pembatasan Sosial
Krisis Akibat Covid,...
Krisis Akibat Covid, Arif Justru Raup Keuntungan Jutaan Rupiah
Bupati Takalar Lepas...
Bupati Takalar Lepas Kapal Ramadhan ACT Sulsel ke Pulau Lantang Peo
Influencer Makassar...
Influencer Makassar Grebek Kampung Kumuh Bagikan Pangan Gratis
Logo Baru ACT, Refleksi...
Logo Baru ACT, Refleksi Visi Lembaga untuk Peradaban Dunia yang Lebih Baik
Berita Terkini
Perkuat Layanan Kesehatan,...
Perkuat Layanan Kesehatan, Pemkot Tangsel Tingkatkan Kapasitas 1.389 Kader Posyandu
1 jam yang lalu
7 Pengeroyok Prajurit...
7 Pengeroyok Prajurit TNI Kodam Cenderawasih hingga Tewas Ditetapkan sebagai Tersangka
4 jam yang lalu
Peradi Profesional-Unisba...
Peradi Profesional-Unisba Perkuat Pendidikan Hukum dan Pengembangan Profesi Advokat
4 jam yang lalu
Perkuat Ekonomi Maluku...
Perkuat Ekonomi Maluku Utara, APHI Dorong Penerapan Multiusaha Kehutanan
4 jam yang lalu
Apresiasi Polda Sumut...
Apresiasi Polda Sumut Ungkap Ribuan Kasus Narkoba, Sahroni: Kejar Bandarnya, Selamatkan Masyarakat!
4 jam yang lalu
Prajurit TNI Kodam XVII...
Prajurit TNI Kodam XVII Cenderawasih Tewas Dikeroyok Sembilan Orang di Kabupaten Tangerang
5 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved